|
Senin, 22 Peb 2010
GEBYAR MALAM SENIN DI PP AL ANWAR
Oleh: Tiem Website
Beliau juga menceritakan sekilas riwayat hidupnya sebelum memimpin pondoknya itu. Pada umur 25 tahun, beliau menikah dan selanjutnya menjadi kepala pasar Sarang selama 10 tahun. Beliau juga pernah menjadi anggota DPRD kabupaten Rembang selama 7 tahun. Setelah berakhirnya masa tugas, beliau mulai berkonsentrasi mengurus pondoknya yang baru berdiri selama sekitar 7 atau 8 tahun. Tapi rupanya tenaga dan pikiran beliau masih dibutuhkan oleh negara sehingga beliau diangkat menjadi anggota MPR RI utusan Jateng selama tiga periode. Dengan lengsernya Presiden Suharto dari puncak kekuasaan, beliau juga ikut lengser dari jabatannya tersebut.
Sabtu, 23 Jan 2010
Proyek Pembuatan Saluran Air Bersih Al Anwar
Oleh: Arif Noer
Tahun ini PP. Al Anwar berencana akan membuat penampungan baru untuk memperlancar aliran air yang akhir-akhir ini sedikit mengalami kesulitan yang di sebabkan kurang lancarnya sumber air di beberapa penampungan lama PP.Al Anwar. Setelah mengadakan beberapa kali peninjauan, akhirnya, memutuskan untuk membeli sebuah tanah sawah seluas setengah hektar yang bertempat di perbatasan antara Desa Bonjor dan Desa Babak, yang dulunya milik Bapak Muji, dengan harga Rp.105.000.000,00.
Untuk mencapai Desa Bonjor bisa menggunakan dua alternatif,
Kamis, 20 Agu 2009
Multaqo Ke-2 HIMMA
Oleh: Dliyaul Haq
Siang itu, ketika terik sinar matahari menyengat setiap insan yang beraktifitas diatas bumi, diiringi dengan hembusan angin laut yang bertiup dari arah utara pantai kota Sarang, Telah Datang beberapa alumni Ponpes Al-Anwar dari berbagai daerah diseluruh Indonesia dalam rangka MULTAQO KE II HIMMA (Himpunan Mutkhorrijin Mutakhorrijat Al Anwar). Walaupun keadaan yang demikian pada umumnya menjadikan orang-orang malas untuk beraktifitas diluar rumah, Tapi didorong karena rasa mahabbah dan rindu ingin bertemu dan mengaji pada Syaikhina Maimoen semua ‘awaridh tersebut mereka anggap sebagai angin lalu.
Jumat, 12 Jun 2009
KUNJUNGAN SBY KE PP. AL-ANWAR
Oleh: Reporter ISMAH
"Nabi Muhammad mencontohkan transformasi yang gemilang." ujar pak presiden RI. Memulai pidatonya dengan mengajak bersyukur kepada Allah yang telah memberikan nikmat kesempatan, kekuatan dan kesehatan untuk melanjutkan ibadah, pak presiden disambut hangat oleh hadirin yang lebih dari tiga ribu orang. Pidato selama 24 menit itu memaparkan tentang kesetujuan beliau pada pendapat KH. Maimoen Zubair yang menggarisbawahi perpaduan antara ulama dan umara dalam memajukan negara. Ulama sebagai tiang agama, sementara umara adalah tiang Negara. Sehingga keduanya mempunyai tanggungjawab yang sama besar terhadap persatuan bangsa. Pak presiden yang malam itu mengenakan baju batik warna hijau juga menambahkan peran umat yang tidak bisa dianggap enteng. Hal ini dikarenakan bahwa keberadaan umat sangat erat kaitannya dengan persatuan dan kesatuan bangsa. Maka umat harus pula ikut mengambil bagian dalam kerangka persatuan dan kesatuan. Bila suatu Negara dipenuhi manusia-manusia yang berkualitas, niscaya Negara tersebut akan maju dan disegani Negara-negara lain. Berbeda halnya jika bangsanya hanya terdiri dari orang-orang yang bodoh dan tidak berpotensi pastilah bangsa itu akan terpuruk dan terbelakang.
Senin, 09 Mar 2009
Rangkaian Acara Maulidiyyah dan Harlah XLII Pondok Pesantren Al-anwar
Oleh: Reporter ISMAH
Jika seseorang yang sudah terjerat perceraian atau hal-hal yang tidak baik maka pikirannya akan beralur negatif, begitu sebaliknya jika seseorang berfikir positif maka ketika dia dihadapkan dengan suatu masalah maka tanggapannya pun positif misal jika dia menikah dengan orang gemuk ketika ditanya kenapa istrimu gemuk? Jawabnya istriku tidak gemuk tapi segar, jika dia menikah dengan orang yang kurus maka ketika ia ditanya kenapa istrimu kurus? Jawabnya istriku tidak kurus tapi langsing, jika ia menikah dengan orang yang pendek, ketika ia ditanya kenapa istrimu pendek? Jawabnya istriku tidak pendek tetapi efisien. inilah salah satu maqalah dari bapak menteri Prof. Dr. Ir. H. Muhammada Nuh DEA.
Rabu, 28 Jan 2009
Kunjungan Syekh Rajab Dib Subkhi
Oleh: TIM WEB AL-ANWAR
“Syekh Maimoen Zubair adalah wali kesepuluh” itulah pernyataan dan sanjungan yang disampaikan oleh Syekh Mahmud (salah satu murid Syekh Rajab Did). Hal itu diungkapkan setelah beliau bertemu dan mendengarkan sambutan dari Syaikhina Maimoen Zubair.
Rabu, 21 Jan 2009
SEJARAH PONDOK PESANTREN AL-ANWAR
Oleh: Di kutib dari buku Menyibak AL-ANWAR PUTRI dalam potret seja
Penduduk Sarang setiap hari Jum'at selalu pergi ke Masjid di desa Balitung, sebuah desa sebelah barat Sarang sekitar 3,5 km untuk mengerjakan Sholat Jum'at. Hal ini di karenakan tidak adanya Masjid di Sarang. Budaya ini berlanjut sampai KH.Syua'ib yang wafat pada tahun 1358 H. Masjid Balitung merupakan masjid pertama yang ada di Sarang dan sekitarnya' begitu juga Pondok Pesantrennya. Disebut desa Balitung karena orang yang pertama kali berdakwah di sana berasal dari desa Balitung sebuah desa yang berada di Sumatra. Dan pada akhirnya da'i tersebut di kenal dengan sebutan Wali Balitung.
Jumat, 07 Nov 2008
Madrasah Gondan Rebut Trofi Raimuna Ranting Sarang
Oleh: Tim Situs Gondan
Persiapan sudah dilakukan dua minggu menjelang keberangkan Ambalan Glinding Wesi ke bumi perkemahan “Panggang Permai” di desa Baturno Kecamatan Sarang. Semua personel tak terkecuali para pembina pramuka sibuk dengan bagiannya masing-masing.
|









