Anda berada di halaman: Syaikhuna » Biografi » Biografi Keluarga
Silakan Login

Username
Password
Update Terakhir
Sabtu, 11 Peb 2012
Halaman:  Hikmah
Sabtu, 11 Peb 2012
Halaman:  Hikmah
Hikmah 11 Intropeksi diri sebelum terkenal
Oleh: KH. M.Wafi MZ. Lc. Msi
Kamis, 15 Des 2011
Halaman:  Hikmah
Hikmah 235 Definisi Tawadlu’ Haqiqi
Oleh: KH. M.Wafi MZ. Lc. Msi
Senin, 12 Des 2011
Halaman:  Hikmah
Kamis, 08 Des 2011
Halaman: 
FENOMENA PEMBATASAN KUOTA HAJI
Oleh: Tim Website
Kamis, 08 Des 2011
Halaman:  Mawaizh
Senin, 05 Des 2011
Halaman:  Artikel
HITAM PUTIH DI BULAN MUHARROM
Oleh: zainal 'abidin
Minggu, 04 Des 2011
Halaman:  Hikmah
Hikmah 227 Pemikiran ilmuwan yang dangkal
Oleh: K.H Wafi Maimoen zubair
Minggu, 27 Nov 2011
Halaman:  Berita
Minggu, 27 Nov 2011
Halaman: 
Info Singkat
Selasa, 12 Jul 2011
Pengirim: tim website
 

Ayah, Istri dan Putra-Putri Syaikhuna

Print this page Generate PDF
KH. Muhammad Najih Maemoen (Putra Kedua)

Oleh: Tim Mading Ishmah

Beliau adalah putra kedua Syaikhina Mamoen Zubair, adik kandung dari syaikhina KH. Abdullah Ubab MZ. Terlahir di Sarang dengan nama lengkap Muhammad Najih yang terinspirasi dari nama seorang ulama yang konon berasal dari jawa timur.

Pelayaran tafaqquh fiddin beliau berawal dari pelabuhan Sarang tanah kelahiran beliau sendiri. Sejak kecil beliau sangat bersungguh-sungguh belajar ilmu agama, sehingga diantara teman-teman yang lain, beliau sangat kelihatan menonjol keilmuannya. Dalam masalah apapun beliau tak pernah mengenal kata main-main. Tak pelak bila sang kakek KH. Zubair Dahlan sangat menyayangi beliau, karena mulai kecil sudah terlihat tanda-tanda akan menjadi seorang Ulama' yang gigih memperjuangkan ajaran aswaja. Seiring perubahan ruang dan waktu beliaupun beranjak dewasa dan berhasil menamatkan jenjang pendidikan di MGS hingga suatu ketika Sayyid Muhammad berkunjung ke Indonesia dan bermukim di Malang, selama bermukim di malang Sayyid banyak mengajarkan kitab-kitab salaf, yang pesertanya banyak dari kalangan para santri di antaranya adalah beliau. Hingga suatu hari Sayyid menunjuk beliau untuk menjadi muridnya di Makkah. Akhirnya pada sekitar tahun 1982 beliaupun terbang ke tanah suci Makkah untuk mencari jati diri sekaligus bertabakhurul ilmi. Dengan semangat dan tekatnya beliau sunggug-sungguh dalam menggeluti syari'at, hal itu patut kita jadikan rujukan motivasi. Disana beliau setia berkhidmah pada Sayyid bertahun-tahun hingga akhirnya beliau pulang ke kampung halaman dan langsung terjun ke lapangan membantu sang ayah mengembangkan pesantren yang telah didirikannya. Melihat keilmuan beliau yang mumpuni dan punya pendidikan yang tinggi, oleh sang ayah pada tahun 1995 beliau diamanati untuk membimbing dan mengasuh salah satu khos di PP Al Anwar, khos itu bernama darus shohihain sesuai dengan kecintaan beliau pada ilmu hadits.

Kembali Cetak
Komentar

Komentar

12 + 6 =
Nama * :
Email * :  
Komentar * :  
 

''