Anda berada di halaman: Syaikhuna » Mawaizh
Silakan Login

Username
Password
Update Terakhir
Sabtu, 11 Peb 2012
Halaman:  Hikmah
Sabtu, 11 Peb 2012
Halaman:  Hikmah
Hikmah 11 Intropeksi diri sebelum terkenal
Oleh: KH. M.Wafi MZ. Lc. Msi
Kamis, 15 Des 2011
Halaman:  Hikmah
Hikmah 235 Definisi Tawadlu’ Haqiqi
Oleh: KH. M.Wafi MZ. Lc. Msi
Senin, 12 Des 2011
Halaman:  Hikmah
Kamis, 08 Des 2011
Halaman: 
FENOMENA PEMBATASAN KUOTA HAJI
Oleh: Tim Website
Kamis, 08 Des 2011
Halaman:  Mawaizh
Senin, 05 Des 2011
Halaman:  Artikel
HITAM PUTIH DI BULAN MUHARROM
Oleh: zainal 'abidin
Minggu, 04 Des 2011
Halaman:  Hikmah
Hikmah 227 Pemikiran ilmuwan yang dangkal
Oleh: K.H Wafi Maimoen zubair
Minggu, 27 Nov 2011
Halaman:  Berita
Minggu, 27 Nov 2011
Halaman: 
Info Singkat
Selasa, 12 Jul 2011
Pengirim: tim website
 

Petuah, Pandangan dan Pemikiran KH. Maimoen Zubair

Print this page Generate PDF
PETUAH MBAH MAIMOEN DALAM HAUL MBAH IDRIS CEPU

Dliya' Muqoffy

PETUAH MBAH MAIMOEN DALAM HAUL MBAH IDRIS CEPU

ketika kami datang, kami melihat banyak mobil dan motor berparkir dipinggir-pinggir pemakaman, yang sore itu kelihatan begitu rame tidak seperti biasanya karena banyak orang berziarah dan ngalap barokah dari shohibul haul yaitu mbah Idris rohimahulloh. Beliau adalah ayahanda dari ibu nyai Masthiah Maimoen yang tak lain adalah istri dari Syaikhina Maimoen Zubaer. Hadir pula dalam acara sore itu KH.Aufal Marom, KH.Majid Kamil MZ, KH.Abdurrouf MZ dan KH.M.Wafi MZ yang cucu dari mbah Idris, ketika beliau-beliau keluar dari area pemakaman, para zairin pun langsung berebut musofahah kepada beliau sekalian dalam rangka ngalap barokah, dan memang beliau sekalian adalah ahli dan pantas untuk dialap barokahnya karena beliau sekalian adalah merupakan orang-orang yang alim lagi sholeh sebagaimana kakek dan abah mereka.

Sore itu acara dimulai dengan pembacaan tahlil dimakam, kemudian dilanjutkan dengan buka bersama yang bertempat di pondok pesantren yang didirikan oleh mbah Idris yang sekarang diasuh oleh putra beliau yaitu KH.Nawawi Idris. Sebelum buka bersama diadakan tausiyah oleh Hadrotus Syech Maimoen Zubaer yang kali ini akan tulis sedikit diantara beberapa hal yang disampaikan oleh beliau dan dapat kami tangkap, beliau mengatakan " anak itu bisa menjadi anak yang senang dengan ilmu agama (Islam) tergantung opo atine wong tuwane (bagaimana hati orang tuanya), karena anak adalah sepotong dari hati orang tua, seagaimana dikatakan oleh sebagian Ulama' الأولاد أقطاع الأكباد . Anak tidak bisa mengatur dirinya sendiri, satu contoh adalah Rosululloh SAW, walaupun beliau sudah dipastikan oleh Alloh SWT bahwa nantinya akan menjadi Nabi akhir yang semua tingkah laku beliau dijaga Alloh (ma'shum), tapi itu semua tidak lepas dari apa yang sudah diidam-idamkan oleh kakek beliau yaitu Abdi Manaf, Ka'bah banyak digantungi dengan berhala ketika masa Abdi Manaf, sedang beliau sendiri masih tetap pada agama yang hanif, yakni agama Nabiyulloh Ibrohim AS dan Abdi Manaf sangat berharap agar besok ada dari salah satu turunannya yang mengembalikan Makkah (pada khususnya) dan dunia (pada umumnya) pada ajaran Nabiyyulloh Ibrohim AS. Dan hal ini tercermin dari anak turun beliau yang terdiri dari empat orang, yaitu Hasyim, Mutholib, Nauval dan Abdi Syamsin yang kesemuanya mempunyai keinginan untuk mengembalikan Izzul ‘Arab walaupun berbeda caranya. Jadi tidak bisa anak ingin lepas dari orang tua ", Walhasil Islam yang kita yakini kebenarannya haruslah kita jaga dan kita tingkatkan dengan memahami, mengkaji dan mengamalkan islam secara kaffah tidak hanya satu saja sedang yang lain ditinggalkan atau bahkan diingkari sebagaimana kita selalu diberi wejangan oleh Syaikhina Maimoen حفظ شيأ وفات عنه أشياء " berpegang hanya pada satu hal saja sehingga melupakan yang lain dan akhirnya kita tidak melakukan atau bahkan mengingkari ", semoga kita jadi hamba yang Ridlo dan diridloi oleh Alloh SWT.wallohu a'lam bissowab.

 

Kembali Cetak
Komentar

Komentar

5 + 15 =
Nama * :
Email * :  
Komentar * :  
 

''