Anda berada di halaman: Kami » Profil » Asatidz & Santri
Silakan Login

Username
Password
Update Terakhir
Kamis, 15 Des 2011
Halaman:  Hikmah
Hikmah 235 Definisi Tawadlu’ Haqiqi
Oleh: KH. M.Wafi MZ. Lc. Msi
Senin, 12 Des 2011
Halaman:  Hikmah
Kamis, 08 Des 2011
Halaman: 
FENOMENA PEMBATASAN KUOTA HAJI
Oleh: Tim Website
Kamis, 08 Des 2011
Halaman:  Mawaizh
Senin, 05 Des 2011
Halaman:  Artikel
HITAM PUTIH DI BULAN MUHARROM
Oleh: zainal 'abidin
Minggu, 04 Des 2011
Halaman:  Hikmah
Hikmah 227 Pemikiran ilmuwan yang dangkal
Oleh: K.H Wafi Maimoen zubair
Minggu, 27 Nov 2011
Halaman:  Berita
Minggu, 27 Nov 2011
Halaman: 
Kamis, 22 Sep 2011
Halaman:  Berita
Rabu, 13 Jul 2011
Halaman:  Hikmah
Allah Tidak Terhalangi Oleh Apapun
Oleh: KH. M.Wafi MZ. Lc. Msi
Info Singkat
Selasa, 12 Jul 2011
Pengirim: tim website
 

Asatidz & Santri Pondok Pesantren Al Anwar

Print this page Generate PDF
Selasa, 26 Jan 2010

HIKMAH 108 Karamah Hakiki :Istiqomah


"Mereka yang memiliki takhsis belum tentu mereka memperolehnya melalui takhsis."
"ليس كل من ثبت تخصيصه كمل تخليصه"
"Mereka yang memiliki takhsis belum tentu mereka memperolehnya melalui takhsis."

Takhsis adalah keistimewaan atau keanehan yang diberikan oleh Allah kepada orang tertentu dan tidak biasa ditemukan pada sembarang orang. Hal ini juga kita kenal sebagai keramat. Misalnya; ilmu melipat bumi, mengubah batu menjadi permata, dll.

Sedangkan Takhlis ialah penyucian Allah terhadap seseorang yang dengannya orang tersebut mampu terhindar dari hal-hal yang disenangi hawa nafsu. Pada hikmah ke-108 ini, Imam Ibnu Atho'illah as-Sakandari memberi pengertian bahwa orang yang memiliki keanehan (takhsis) belum tentu dia termasuk orang diselamatkan Allah.

Keramat boleh saja menjadi pertanda akan kewalian seseorang. Tetapi belum tentu yang memiliki keanehan adalah wali. Keanehan bisa keluar dari seorang wali kalau memang si empunya memiliki hati bersih yang mampu mengendalikan hawa nafsu, dan juga menjaga keistiqomahan menjalankan perintah Allah. Itulah keramat yang hakiki. Suatu ketika Abu Yazid al-Busthami ditanya mengenai orang yang bisa berjalan di atas air. Beliau menjawab, "Ikan jauh lebih hebat darinya." Kemudian ditanya lagi tentang orang yang bisa terbang. "Burung lebih mengherankan darinya," jawab beliau. Yang terakhir beliau ditanya, bagaimana orang yang berjalan dari Makkah, dan pulang hanya dalam waktu sehari. "Iblis bahkan bisa mengelilingi seluruh dunia dalam sekejap". Dari kisah di atas, Abu Yazid bagaikan berkata bahwa karamah (keanehan) yang tanpa dibarengi istiqomah mengendalikan hawa nafsu bukan merupakan patokan seseorang dapat dikatakan wali. Sebaliknya, istiqomah berpegang Al-Qur'an dan Sunnah, kemudian keluar keanehan-keanehan, itu baru bisa diperkirakan dia seorang wali.

قال سيدنا الشيخ الرفاعى: "اجتهد بهداية الخلق الى طريق الحق، ولا ترغب فى الكرامات وخوارق العادات. فان الأولياء يستترون من الكرامات كما تستتير المرأة من الحيض.

Imam ar-Rifai berkata, "Berpeganglah pada hidayah mahluk (yang paling sempurna) yang akan mengantarkan kepada jalan kebenaran. Hindarkan dirimu dari senang akan keramat dan keanehan. Sebab (ketahuilah), para wali Allah justru lebih senang menutupi karamahnya (dari pandangan orang lain), sebagaimana seorang wanita menutup-nutupi haidnya (dari orang lain)".

Hal ini berseberangan dengan angapan masyarakat dewasa ini. Mereka menilai bahwa da'wah harus dibarengi dengan keramat-keramat. Di samping sebagai tanda bukti, tak jarang keramat itu dijadikan sebagai ajang mengunggulkan diri dan menganggap selainnya rendah. Hasilnya, masyarakat lebih senang mencari keramat agar dianggap wali. Bukannya melalui jalan syari'at, namun tidak sedikit yang menempuh jalan sesat. Sebagian dari mereka ada yang memilih nyepi di tengah kuburan. Yang lain melakukan ritual sesaji. Bahkan ada juga yang sampai melakukan kontrak dengan jin dan setan. Karamah merupakan buah dari ketakwaan. Bukan karamah jika ia didapat tanpa syari'ah. Bukan karamah apabila "ditonjolkan" untuk sebuah kata "gagah". wallahua'lam bish-showab.

 

Penulis: KH. Muhammad Wafi, Lc, M.Si
Kembali Cetak
Komentar

Komentar

12 + 22 =
Nama * :
Email * :  
Komentar * :  
 

''