Anda berada di halaman: Kami » Pendidikan » Lembaga
Silakan Login

Username
Password
Update Terakhir
Kamis, 29 Jul 2010
Halaman:  Hikmah
Jumat, 23 Jul 2010
Halaman:  Hikmah
HIKMAH KE-57 DUA GOLONGAN YANG DISELAMATKAN DARI 'UJUB
Oleh: KH. Muhammad Wafi MZ. Lc, MSI
Selasa, 06 Jul 2010
Halaman:  Ragam
POUZING VS ROKOK
Oleh: Hamzah "Mahesa"
Selasa, 06 Jul 2010
Halaman: 
HIKMAH 143 HALIAH SANG ZAHID DAN SANG 'ARIF KETIKA DIPUJI
Oleh: KH. Muhammad Wafi MZ, Lc. MSI
Selasa, 06 Jul 2010
Halaman: 
HIKMAH 118 Ikhlas
Oleh: KH. Muhammad Wafi MZ, Lc. MSI
Selasa, 06 Jul 2010
Halaman:  Hikmah
HIKMAH 117 KHUSUSIYAH SHOLAT
Oleh: KH. Muhammad Wafi MZ, Lc. MSI
Selasa, 22 Jun 2010
Halaman:  Info Singkat
Selamat untuk Gus Abdul Ghofur MZ
Oleh: tim website Al-Anwar
Selasa, 22 Jun 2010
Halaman:  Berita
Rabu, 26 Mei 2010
Halaman:  Berita
TAMU ISTIMEWA DARI BUMI BANI UMAYYAH
Oleh: reporter ppalanwar.com
Rabu, 26 Mei 2010
Halaman:  Berita
"KAMI MENCINTAI SYEKH MAIMUN"
Oleh: reporter ppalanwar.com
Info Singkat
Selasa, 22 Jun 2010
Pengirim: tim website Al-Anwar
Selasa, 16 Peb 2010
Pengirim: arwan61@yahoo.co.id
 

Lembaga

Print this page Generate PDF
Senin, 22 Peb 2010

GEBYAR MALAM SENIN DI PP AL ANWAR


Beliau juga menceritakan sekilas riwayat hidupnya sebelum memimpin pondoknya itu. Pada umur 25 tahun, beliau menikah dan selanjutnya menjadi kepala pasar Sarang selama 10 tahun. Beliau juga pernah menjadi anggota DPRD kabupaten Rembang selama 7 tahun. Setelah berakhirnya masa tugas, beliau mulai berkonsentrasi mengurus pondoknya yang baru berdiri selama sekitar 7 atau 8 tahun. Tapi rupanya tenaga dan pikiran beliau masih dibutuhkan oleh negara sehingga beliau diangkat menjadi anggota MPR RI utusan Jateng selama tiga periode. Dengan lengsernya Presiden Suharto dari puncak kekuasaan, beliau juga ikut lengser dari jabatannya tersebut.

Acara yang ditunggu-tunggu oleh segenap keluarga PP Al Anwar akhirnya terlaksana juga dengan sukses, yakni Peringatan Maulidiyah Dan Harlah PP Al Anwar yang ke-43 pada hari Ahad malam. Acara tersebut merupakan klimaks dari serangkaian seremonial acara yang diadakan untuk menyemarakkan bulan maulid ini. Acara-acara tersebut meliputi Khitanan Masal Gratis dan Gerak Jalan berhadiah yang diikuti oleh ratusan peserta dari kalangan pelajar. Acara tersebut dilaksanakan pada hari Ahad pagi (14/2). Dilanjutkan dengan Nadwah Fiqhiyah ‘Anil Qodloya Asy Syar'iyyah, yaitu forum musyawaroh yang membahas berbagai permasalahan umat yang diikuti oleh puluhan delegasi dari pondok-pondok se Jawa Tengah dan Jawa Timur pada tanggal 13-14 Februari.. Musabaqoh atau lomba yang meliputi jasmani dan rohani yang diikuti oleh para santri dari seluruh khos/komplek menambah semarak suasana di bulan maulid ini.

Pada malam hari itu, suasana cukup ramai terutama di pinggir jalan disebabkan banyaknya kendaraan pengunjung yang berlalu lalang dan mencari parkiran. Sehingga hal itu membutuhkan penanganan khusus agar tidak terjadi kemacetan yang panjang. Untuk itu, sebanyak ± 50 personil keamanan diterjunkan guna menertibkan jalannya kendaraan yang kebanyakan adalah kendaraan besar. Acara tahun ini memang dilaksanakan di halaman PP Al Anwar. Berbeda dengan tahun kemarin yang dihelat di PP Al Anwar 2 yang terletak di desa Gondanrejo, sekitar ± 5 km dari PP Al Anwar 1 ke arah barat. Dan sekitar pukul 19.30 WIB terdengar lantunan solawat yang diiringi rebana dari Jam'iyyah Hadlroh PP Al Anwar yang membahana menggema ke seluruh penjuru desa Karang Mangu dan sekitarnya.

Acara pun dimulai dengan pembukaan oleh MC karena waktu sudah menunjukkan pukul 20.00 WIB ditambah Habib Abu Bakar As Segaf sudah hadir di tempat acara dengan hanya ditemani sopirnya. Lantunan ayat-ayat suci Al Qur'an mengalun merdu yang dibawakan oleh sdr. Zainul Kirom sebagai susunan acara selanjutnya. Acara seterusnya adalah pembacaan maulid Diba' yang dibawakan Jam'iyyah Hadlroh PP Al Anwar yang sering tampil pada acara-acara lain di luar pondok. Para hadirin pun terhanyut dalam lantunan mutiara pujian yang disusun Syaikh Ahmad Ad Daiba'I terutama pada saat mahalulqiyam. Kata-kata yang dirangkai pengarangnya mampu membius para pendengarnya dan menenteramkan hati-hati yang galau.

Selanjutnya, sambutan dari panitia maulidiyyah mengiringi acara sebelumnya. Dalam kesempatan ini, ketua panitia yang tampil yaitu sdr. M. Shofiyul Fuad, bujang kelahiran Bojonegoro 25 tahun yang lalu. Disusul dengan Kalimatut Tarhib, yakni sambutan pengasuh pp al-anwar oleh KH. Maimun Zubair. Dalam sambutannya itu, kiai yang berpenampilan kalem dan santun ini menyampaikan bahwa pondok pesantren ini merupakan yang termuda di antara pondok-pondok yang ada di Sarang. Perihatan hari lahirnya pesantren ini selalu diperingati di bulan Robi'ul Awal yang memakai sistem penanggalan berdasar rembulan. Beliau juga menceritakan sekilas riwayat hidupnya sebelum memimpin pondoknya itu. Pada umur 25 tahun, beliau menikah dan selanjutnya menjadi kepala pasar Sarang selama 10 tahun. Beliau juga pernah menjadi anggota DPRD kabupaten Rembang selama 7 tahun. Setelah berakhirnya masa tugas, beliau mulai berkonsentrasi mengurus pondoknya yang baru berdiri selama sekitar 7 atau 8 tahun. Tapi rupanya tenaga dan pikiran beliau masih dibutuhkan oleh negara sehingga beliau diangkat menjadi anggota MPR RI utusan Jateng selama tiga periode. Dengan lengsernya Presiden Suharto dari puncak kekuasaan, beliau juga ikut lengser dari jabatannya tersebut. Sayangnya dalam kesempatan itu beliau tidak menyebutkan persis tahun-tahun dimana terjadinya masa-masa penting dalam hidupnya. Beliau juag menyebutkan tentang bantuan yang beliau terima dari pemerintah. Bantuan itu beliau gunakan untuk membeli sebidang tanah di desa Gondanrejo yang sekarang dipakai lokasi berdirinya PP Al Anwar 2 yang berbasis salaf dipadu dengan kurikulum dari Depag. Perpaduan antara pelajaran salaf dan kurikulum, kata beliau, merupakan pembawaan manusia dan sudah menjadi kodratnya sebagai sesuatu yang selalu mengalami perubahan. Tak mungkin kita tak berubah. Sebagaimana dikatakan oleh kaidah Arab العالم متغيّر وكلّ متغيّر حادث فالعالم حادث.

Artinya, setiap perubahan yang terjadi di dunia ini menunjukkan kepada keberadaan Sang Pencipta, yaitu Allah yang telah menciptakan perubahan itu sendiri.

Beliau juga menyitir sebuah hadis yang berbunyi: العلماء والأمراء توأمان.

Artinya kurang lebih; Ulama dan umaro (pemimpin) adalah bagaikan dua saudara kembar. Hal itu karena sasaran kedua-duanya adalah menata keadaan umat. Jika keduanya baik, maka umat juga akan menjadi baik. Sebaliknya jika keduanya rusak, maka umat juga akan ikut rusak. Beliau juga menyebutkan ayat 30 surat Al Fath yang berbunyi:محمد رسول الله والذين معه أشدّاء على الكفار

Saat itu, yakni ketika para sahabat Nabi bersikap keras terhadap para kaum kafir, merujuk pada saat umat Islam menguasai Damaskus.

رحماء بينهم.

Saat itu adalah dimana para ulama mujtahid muncul. Seperti Imam Asy Syafi'I, Abu Hanifah, dan lain-lain.

تراهم ركعا سجّدا يبتغون فضلا من الله ورضوانا سيماهم في وجوههم من أثر السجود.

Hal itu, yakni ciri-ciri yang ada pada umat Islam, dikarenakan mereka membiasakan dan memperbanyak ruku' dan sujud. "Ini menandakan bahwa orang Islam itu seregep," kata beliau. Dan yang terakhir yaitu ayat:

ومثلهم في الإنجيل كزرع أخرج شطأه فآزره فاستغلظ فاستوى على سوقه يعجب الزرّاع ...الآية

Merupakan isyarat akan majunya Islam di Indonesia. Hal itu karena ayat tersebut menggunakan tanaman padi sebagai perumpamaan para sahabat. Dan padi adalah tanaman yang banyak terdapat di Indonesia. Tapi, kata beliau, mengapa rakyat Indonesia justru kesulitan untuk mendapatkan pupuk untuk tanaman padinya? Di akhir sambutannya beliau berkata: "saya sengaja mengundang seorang habib, keturunan Nabi, datang ke acara ini agar kita bisa kembali kepada ajaran Nabi.

Sambutan selanjutnya dari Kakandepag kabupaten Rembang, H. Subchi M. Ag. Dalam sambutannya beliau berkata : "Pondok Al Anwar ini umurnya baru 43 tahun. Tapi alumninya menjadi contoh bagi masyarakat di tempatnya masing-masing. Mereka menjadi kader yang militan dan berakhlakul karimah."

Selanjutnya adalah sambutan dari bupati Rembang, H. Moch. Salim. Sama seperti Kakandepag, beliau juga menyatakan pujiannya terhadap PP Al Anwar. Beliau berkata: "Pesantren Al Anwar telah memberikan kontribusi yang besar bagi pemerintaha khususnya daerah Rembang dalam menata akhlak para pemuda yang akan mengisi hari-hari selanjutnya." Beliau juga memuji KH. Maimun Zubair sebagai sosok kiai yang selalu mengikuti perkembangan zaman, tidak kaku, selalu dinamis dan moderat. Oleh karena itu, kata beliau, para santrinya tidak boleh tertinggal dalam mengikuti perkembangan zaman. Beliau juga menyatakan bahwa peran ulama dan umaro' serta keharmonisannya sudah berjalan dengan baik di daerah Rembang. Tak lupa, beliau juga mengomentari soal kelangkaan pupuk yang disinggung oleh KH. Maimun Zubair. Menurut data yang beliau terima, wilayah Rembang mendapatkan penghargaan dari provinsi Jateng sebagai daerah yang paling banyak menyetok pupuk, yakni sebesar 20 ribu ton pada tahun 2009. Jadi Insya Allah tidak akan terjadi kelangkaan pupuk di daerah yang dipimpinnya dalam beberapa tahun ke depan.

Sambutan selanjutnya dari perwakilan alumni dan wali santri yang mana dalam hal ini dibawakan oleh KH. Nashiruddin Qodir dari Senori, Tuban. Beliau menyatakan bahwa agama dan edukasi merupakan dua sisi mata uang. Artinya, keduanya tidak bisa dipisahkan. Ilmu agama itu ada dua, kata beliau. Yaitu ilmu masthur, ilmu yang tertulis dalam lembaran kitab. Ilmu ini bisa dipelajari dengan jalan ta'lim wata'allum. Yang kedua adalah ilmu ghoiru masthur, ilmu yang tidak tercatat dalam lembaran-lembaran kitab. Ilmu ini diperoleh dari ahwal atau kelakuan para nabi, awliya, dan ulama. Termasuk ilmu yang seperti itu adalah bahasa dakwah yang dibawa KH. Maimun Zubair. Bukan bahasa syari'at. Beliau KH. Maimun Zubair tidak langsung menyatakan ini halal, ini haram, yang mana hal itu kurang efektif. Beliau KH. Nashiruddin juga berkata bahwa orang yang paling berat tugasnya dan paling susah adalah para kiai. Hal itu karena para kiai di desa-desa sudah hampir habis dan generasi selanjutnya tidak ada yang menjadi kiai. Di akhir kata, beliau berpesan kepada Kakandepag dan Bupati untuk berusaha menggagalkan usaha pencabutan UU no. 1 tahun 1965 tentang penistaan agama oleh sebagian pihak yang menginginkannya.

Acara selanjutnya adalah acara yang paling ditunggu-tunggu, yaitu mau'idhoh dari Habib Abu Bakar As Segaf dari Pasuruan. Sebenarnya, dalam rapat yang digelar oleh panitia sebelumnya, rencananya pembicara dalam acara ini ada dua. Yaitu selain habib, adalah Bapak As'ad Said Ali, wakil kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Tapi beberapa hari sebelum acara, tepatnya malam jum'at, salah satu stafnya datang ke pondok memberikan informasi bahwa Bapak As'ad Said Ali tidak bisa hadir dalam acara karena ada kesibukan lain. Setidaknya itu yang didapat kru ppalanwar.com dari wawancara dengan ketua panitia yang berlangsung terbuka dan cair. Dengan langkah tegap dan tenang, Habib yang juga punya blog dengan alamat abubakarassegaf.blogspot.com ini maju ke panggung untuk mengisi taushiyah.

Acara yang disponsori oleh PT. Kalbe Farma, PR. Sukun dan Ka. Bag. Bina Lingkungan PT. Semen Gresik itu diakhiri dengan do'a yang juga dipimpin langsung oleh Habib Abu Bakar setelah beliau anggap cukup dalam menyampaikan taushiyah sekitar pukul 00.45 WIB.(oop/reporter)

Mau'idhoh habib Abu Bakar bisa dibaca pada berita yang berjudul "PESANTREN, place for transfer of knowledge."

 

 

Penulis: Tiem Website
Kembali Cetak
Komentar

Komentar

1 + 28 =
Nama * :
Email * :  
Komentar * :  
 

''