Sarang- Sabtu malam Ahad merupakan malam yang ditunggu-tungu oleh para santri Al-Anwar, karena pada malam itu juga di Sarang tepatnya di pondok pesantren Al-Anwar, akan kedatangan tamu besar dari Syiria yaitu Syeikh Rojab Dib Subhi. Beliau adalah rektor Institut Syekh Ahmad Kaftaru Syiria sekaligus mursyid thoriqoh Annaqsanbadiyyah. Beliau juga mengajar di Kementrian Wakaf Syiria. Para santri sangat antusias sekali untuk menyambut kunjungan kedua Syaikh Rojab, terbukti dengan adanya santri yang menunggu kedatangan beliau di tempat-tempat strategis termasuk kami (tim ppalanwar.com), sebelum kedatangan beliau tepatnya ba'da isya Al-Anwar Hadrotusayaikh KH. Maimoen zubair memasuki ndalem putra beliau yaitu Gus Yasin yang mana beliau juga alumni Syiria, ndalem tersebut akan dipakai tempat penginapan Syaikh Rojab tidak lama kemudian sebagian santri membersihkan dan merapihkan ndalem putra beliau. Tepat pukul 01.00 WIB beliau dan rombongannya datang. Kedatangan beliau disambut oleh para pengurus PP Al-Anwar dan guru-guru, Sebelumnya syaikh rojab berkunjung ke Surabaya. Dalam hal ini mobil beliau tidak berhenti di depan ndalem syaikhina tetapi berhenti di depan ndalem putra beliau, Syaikh Rojab langsung menuju ndalem Gus Yasin untuk beristirahat. Keesokan harinya ba'da jama'ah shubuh kami (red) standby di depan toko kitab AL-Anwar untuk mencari informasi tentang Syaikh Rojab, tepat pukul 07.30 WIS syaikhina Maimoen Zubair berjalan menuju ndalem putra beliau untuk menemui Syaikh Rojab, sesampai di ndalem beliau di sambut dengan hangat oleh Syaikh Rojab, Syaikh Mahmud dan Syaikh Umar. Saat itulah kedua ulama besar bertemu.
Suasana pagi itu nampaknya cahaya matahari belum sepenuhnya menyinari daerah Sarang dan sekitarnya, karena cuaca agak sedikit redup kurang bersahabat. Sekitar pukul 08.30 beliau syaikhina dan rombongan Syaikh Rojab keluar dari ndalem Gus Yasin untuk melanjutkan perbincangan di kediaman syaikhina. Setelah itu beliau mengajak Syaikh Rojab dan rombongan berjalan-jalan keliling Sarang menyaksikan menara-menara masjid yang menjulang megah di kecamatan Sarang, sekaligus menghadiri acara aqad nikah cucu beliau (neng Afro), putri dari KH. Ubab Maimoen dengan Agus M. Zaki dari Senori, Tuban, yang notabene juga alumnus syiria.
Waktu terus bergulir bagai air yang mengalir, tepat pukul 08.25 kami (red) langsung meluncur ke lokasi PP Al Anwar 2 yang terletak di desa Gondan untuk melihat situasi sekaligus meliput acara pernikahan. Setiba di sana situasi masih sepi, sedangkan di gedung MA Al Anwar para siswa masih disibukkan oleh pelajarannya masing masing. Selang beberapa menit mobil Honda CRV bernopol K 7777 HM yang dikemudikan oleh Agus Taj Yasin, membawa rombongan Syaikhina Maimoen beserta Syaikh Rojab tiba di halaman MA Gondan setelah sebelumnya berkeliling dulu di sekitar komplek sekolahan. Kemudian syaikhina beserta rombongan Syaikh Rojab langsung menuju ke kediaman KH. Ubab Maimun tempat acara akad nikah di laksanakan. Dalam acara itu juga nampak KH. Abdurrozaq Lasem, KH.Sa'id Abdurrohim, KH.Adib Abdurrohim, KH.A.ustukhori dan keluarga besar syaikhina Maimun Zubair. Gemuruh suara marawis yang ditampilkan santri Al Anwar berdendang syahdu memeriahkan suasana acara. Di sudut lain para reporter disibukkan sendiri dengan pekerjaannya mengambil foto foto para tamu yang hadir. Cahaya mentari sudah tak malu lagi menyinari bumi Sarang, awan putih yang menyelimuti sudah nampak mereda. Suasana menjadi terharu kala lantunan sholawat menggema''thola'al badru 'alaina''nampaknya rombongan pengantin putra dari Senori tiba di lokasi. Dan di sambut hangat oleh Syaikh Rojab dan keluarga besar Syaikhina Maimun Zubair, pengantin putra langsung menuju ke ndalem Syaikhina Ubab Maimoen yang nantinya akan menjadi tempat acara akad nikah. Tepat pukul 10.20 acara pernikahan sudah di mulai yang di buka oleh KH.Musthofa Aqil dari Cirebon, menantu Syaikhina Maimoen Zubair, dengan suara merdu nan syahdu Ustadz Jamaluddin dari Karas Sedan melantunkan kalam ilahi. Jarum jam menunjukkan Pukul 10.39 saat KH Ubab Maimun mewakilkan akad nikah kepada Syaikh Rojab, akad nikah pun berjalan dengan lancar. Dan acara berakhir pada jam 10.40. Dilanjutkan pada acara selanjutnya tausyi'ah-tausyi'ah dari syaikhina Maimoen Zubair, Syaikh Rojab dan Syaikh Mahmud. Tausyi'ah pertama oleh Syaikhina Maimoen Zubair dalam tausyi'ah nya beliau menjelaskan tentang penikahan adapun tausyi'ah yung di sampaikan oleh syaikh mahmud dan syaikh rojab intinya sama yaitu pentingnya menikah, karena dengan menikah ma'siat akan akan sedikit terkurangi dalam hal ini syaikh rojab memberikan beberapa wasiat kepada para mustami'in diantaranya, bercepat-cepatlah menikah bagi orang yang belum menikah, nikah pada waktu muda akan tumbuh dewasa bersama anak-anaknya, ketika seorang suami pulang kerumah dan disana ada istrinya lalu istrinya berkata "dari mana mas" kemudian suaminya menjawab "saya telah menghadiri acara pernikahan cucu syaikh maimoen zubair" lalu istrinya berkata lagi apa yang kamu dapatkan disana kemudian suaminya menjawab "saya mendapatkan cahaya dan hidayah. setelah selesai memberika tausyi'ah beliau langsung membacakan sholawat yang di iringi dengan rebana, dalam pembacaan sholawat tersebut nampak pada wajah beliau syaikhina maimoen zubair ada kesedihan yang sangat mendalam, dalam hal ini kami (red) tidak mengetahi sholawat apa yang di bacakan oleh syaikh rojab, acara di tutup dengan lantunan do'a yang di bacakan oleh KH.Abdurrozak dari Lasem, kemudian syaikhina dan rombongan syaikh rojab langsung menuju PP AL-Anwar 1 untuk memberikan tausyi'yah kepada para santri.
Waktu terus bergulir bagai air yang mengalir, tepat pukul 08.25 kami (red) langsung meluncur ke lokasi PP Al Anwar 2 yang terletak di desa Gondan untuk melihat situasi sekaligus meliput acara pernikahan. Setiba di sana situasi masih sepi, sedangkan di gedung MA Al Anwar para siswa masih disibukkan oleh pelajarannya masing masing. Selang beberapa menit mobil Honda CRV bernopol K 7777 HM yang dikemudikan oleh Agus Taj Yasin, membawa rombongan Syaikhina Maimoen beserta Syaikh Rojab tiba di halaman MA Gondan setelah sebelumnya berkeliling dulu di sekitar komplek sekolahan. Kemudian syaikhina beserta rombongan Syaikh Rojab langsung menuju ke kediaman KH. Ubab Maimun tempat acara akad nikah di laksanakan. Dalam acara itu juga nampak KH. Abdurrozaq Lasem, KH.Sa'id Abdurrohim, KH.Adib Abdurrohim, KH.A.ustukhori dan keluarga besar syaikhina Maimun Zubair. Gemuruh suara marawis yang ditampilkan santri Al Anwar berdendang syahdu memeriahkan suasana acara. Di sudut lain para reporter disibukkan sendiri dengan pekerjaannya mengambil foto foto para tamu yang hadir. Cahaya mentari sudah tak malu lagi menyinari bumi Sarang, awan putih yang menyelimuti sudah nampak mereda. Suasana menjadi terharu kala lantunan sholawat menggema''thola'al badru 'alaina''nampaknya rombongan pengantin putra dari Senori tiba di lokasi. Dan di sambut hangat oleh Syaikh Rojab dan keluarga besar Syaikhina Maimun Zubair, pengantin putra langsung menuju ke ndalem Syaikhina Ubab Maimoen yang nantinya akan menjadi tempat acara akad nikah. Tepat pukul 10.20 acara pernikahan sudah di mulai yang di buka oleh KH.Musthofa Aqil dari Cirebon, menantu Syaikhina Maimoen Zubair, dengan suara merdu nan syahdu Ustadz Jamaluddin dari Karas Sedan melantunkan kalam ilahi. Jarum jam menunjukkan Pukul 10.39 saat KH Ubab Maimun mewakilkan akad nikah kepada Syaikh Rojab, akad nikah pun berjalan dengan lancar. Dan acara berakhir pada jam 10.40. Dilanjutkan pada acara selanjutnya tausyi'ah-tausyi'ah dari syaikhina Maimoen Zubair, Syaikh Rojab dan Syaikh Mahmud. Tausyi'ah pertama oleh Syaikhina Maimoen Zubair dalam tausyi'ah nya beliau menjelaskan tentang penikahan adapun tausyi'ah yung di sampaikan oleh syaikh mahmud dan syaikh rojab intinya sama yaitu pentingnya menikah, karena dengan menikah ma'siat akan akan sedikit terkurangi dalam hal ini syaikh rojab memberikan beberapa wasiat kepada para mustami'in diantaranya, bercepat-cepatlah menikah bagi orang yang belum menikah, nikah pada waktu muda akan tumbuh dewasa bersama anak-anaknya, ketika seorang suami pulang kerumah dan disana ada istrinya lalu istrinya berkata "dari mana mas" kemudian suaminya menjawab "saya telah menghadiri acara pernikahan cucu syaikh maimoen zubair" lalu istrinya berkata lagi apa yang kamu dapatkan disana kemudian suaminya menjawab "saya mendapatkan cahaya dan hidayah. setelah selesai memberika tausyi'ah beliau langsung membacakan sholawat yang di iringi dengan rebana, dalam pembacaan sholawat tersebut nampak pada wajah beliau syaikhina maimoen zubair ada kesedihan yang sangat mendalam, dalam hal ini kami (red) tidak mengetahi sholawat apa yang di bacakan oleh syaikh rojab, acara di tutup dengan lantunan do'a yang di bacakan oleh KH.Abdurrozak dari Lasem, kemudian syaikhina dan rombongan syaikh rojab langsung menuju PP AL-Anwar 1 untuk memberikan tausyi'yah kepada para santri.
Ketika waktu terus berganti kami (red) langsung menyusul rombongan syeh rojab, setelah sampai didepan gerbang pp al anwar gemuruh suara marcing band menyambut kedatangan syeh rojab. kemudian dilanjutkan dengan syahdu merdunya grup rebana pp Al anwar, syeh Mahmud lagsung membuka acara tersebut dengan kalimat - kalimat hikmah yang mampu mengobarkan semangat para santri untuk lebih mendalami ilmu yang lebih berorientasi pada ukhrowiyah. Di sela-sela pembicararaanya, beliau mengatakan bahwa syeh rojab sering mengatakan di beberapa Negara bahwa "syeh maimoen adalah seseorang yang kealimanya sudah tidak diragukan lagi (tabachur fil 'ilmi)" selain itu murid syeh rojab tersebut juga mengatakan " ini adalah pertemuan dua ulama' besar, dua pewaris nabi dan dua cahaya yang begitu terang". Setelah Tausiyah dari syeikh Mahmud yang begitu mempesona terhadap setiap pendengar dilanjutkan dengan Mauidloh hasanah yang disampaikan oleh Syekh Rojab Dib assubkhi, dalam maui'dloh nya beliau lebih menekankan untuk banyak mengingat kepada Allah dalam segala hal apapun dan mengutip sebuah hadist :
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إن أحب الخلائق إلى الله عز وجل شاب حدث السن في صورة حسنة جعل شبابه وجماله لله وفي طاعته، ذلك الذي يباهيبه الرحمن ملائكته يقول: هذا عبدي حقا ."ابن عساكر عن ابن مسعود
Setelah selesai dari maui'dlohnya, beliau langsung memberikan kenang-kenangan kepada syaikh maimoen zubair berupa kitab dan fendel dalam penyerahan kenang-kenangan tersebut di sambut meriah oleh para santri, setelah itu beliau meminta kepada pemimpin marching band dan rebana PP AL- anwar untuk menghadap beliau, kemudian beliau mencucupi dahinya, dari dalam mushola terlihat para santri berdesak-berdesak kan menuju keluar karena ingin bersalaman dan mendapatkan kecupan dari beliau kamipun (red) kewalahan untuk mendapatkan fotho, tidak lama kemudian beliau beserta rombongan kundur dari acara tersebut menuju ndalem gus yasin untuk beristirahat terlihat pada rombongan tersebut syaikhina maimoen zubair, setelah beristirahat rencananya beliau akan langsung menuju Jakarta untuk kembali ke syiria.
Komentar