|
Setiap tokoh dikenal dan dikenang karena karya-karyanya. Dan karya seorang ulama adalah petuah, pandangan dan pemikiran yang bisa menjadi lentera bagi umat. Sebagai seorang ulama KH Maimoen Zubair telah banyak ngudar sabdha, baik yang berkaitan dengan kehidupan sosial, keagamaan bahkan juga berkaitan dengan pandangan dunia. Pengajian rutin Tafsir Jalalain, Ihya' dan pengajian lain yang diampu beliau, bukan hanya sekedar kegiatan alih bahasa (maknani dan muradi), tetapi juga bagian dari penempaan sikap dan mental para santri. Dari sisi terakhir inilah sering ditemukan mutiara hikmah dari pandangan dan pemikiran beliau. Pandangan dan pemikiran beliau juga dapat ditemukan pada saat sowan, di forum pengajian umum, dan di dalam risalah-risalah yang beliau tulis. Sebagai perwujudan rasa hormat kami kepada Sayikhuna KH Maimoen Zubair -- semoga Allah memanjangkan umrunya -- dan didedikasikan untuk Nasyrul ilmi, halaman ini kami sediakan untuk menampilkan berbagai sikap, pandangan dan pemikiran Syaikhuna. Index Mawa'izh
Kamis, 08 Des 2011
NGAJI BARENG SYAIKHINA MAIMOEN Fungsi Masjid Dan Persebaran Agama Islam
Oleh: Amirul Ulum
Agama Islam di nusantara itu berkembang tidak melalui pedang atau suatu peperangan. Akan tetapi agama Islam tersebar dengan dengan metode yang lain dari pada yang lain, yaitu dengan cara mendirikan padepokan atau pondok pesantren.
Pesantren pertama kali di pulau Jawa adalah terletak di Ampel Denta, suatu padepokan di Surabaya yang diberikan oleh Prabu Brawijaya kepada Sunan Ampel (Raden Rahmat). Dengan padepokan ini, Sunan Ampel mengajarkan Islam kepada putra-putri pribumi yang berasal dari bermacam-macam latar belakang. Ada yang dari etnis perampok, seperti Sunan Kalijaga. Ada yang dari paham Kejawen, seperti Sunan Muria. Dan ada yang berasal dari keluarga kerajaan, yaitu Sultan Fatah, Raden Hasan dan Raden Husein. Dan lain-lain dari beberapa penduduk pribumi.
Minggu, 28 Nov 2010
Kesinambungan Ulama*
Oleh: Amirul Ulum
Sungguh ada kebahagiaan yang sangat mendalam jika masih ada umat Islam yang berpegang teguh pada ajaran Ahlusunnah Waljamaah. Yaitu golongan yang mengikuti sunnah Nabi dan yang mengikti kelompok sahabat Rosulullah SAW yang mengembalikan sesuatu kepada asalnya, Al-Quran dan Al-Hadis. Sebab keduanya itu saling berkaitan.
Sabtu, 08 Mei 2010
Rantai emas
Oleh: Dzikri Fauqi Agbas
Pada kenyataanya, ilmu ini mendapat "pengkajian" khusus dari Allah. Yakni yang selanjutnya di kenal dengan istilah "rantai emas" (silsilatuz-zahab). Di mulai dari Allah kepada Jibril. Kemudian jibril kepada Nabi. Nabi kepada shahabat. Begitu selanjutnya.
Rabu, 01 Jul 2009
RELEVANSI HUKUM ISLAM
Oleh: Agus Junaidi
اللَّهُ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَنْعَامَ لِتَرْكَبُوا مِنْهَا وَمِنْهَا تَأْكُلُونَ (79) وَلَكُمْ فِيهَا مَنَافِعُ وَلِتَبْلُغُوا عَلَيْهَا حَاجَةً فِي صُدُورِكُمْ وَعَلَيْهَا وَعَلَى الْفُلْكِ تُحْمَلُونَ (80) [غافر/79، 80]
Ayat di atas menjelaskan tentang perkembangan islam yang ditinjau dari segi pembangunannya. Pembangunan tersebut sudah dimulai sejak tahun 50-an awal zaman para nabi pertama kali mensyiarkan hukum – hukum islam yang ditandai dengan semakin banyaknya binatang unta dan sebagian berupa kuda yang menyebar ke berbagai tempat, mulai Cina hingga lautan atlantik.
Jumat, 12 Jun 2009
PEPERANGAN NABI
Oleh: Agus Junaidi Al-Japary
Surat ghofir ayat 71- 74 ini menjelaskan mengenai bahan bakar neraka yang paling utama adalah batu, dan batu merupakan benda padat yang dijadikan Allah sebagai benda yang tahan terhadap bentuk cuaca apapun sekalipun dalam keadaan panas. Oleh karena itu manusia pasti bisa membayangkan betapa panasnya sebuah batu tatkala dipanaskan jika dibandingkan dengan panasnya api rokok. Namun dengan adanya hal tersebut manusia pasti tidak akan bisa membayangkan betapa panasnya api neraka ketika sebuah batu dijadikan sebagai bahan bakarnya. Dalam kenyataannya api neraka merupakan api yang dalam tingkatanya lebih panas melebihi dari panasnya api yang ada di dunia. Bahkan di sana manusia juga dijadikan sebagai salah satu bahan bakar neraka. Untuk itu Allah menuntut kepada manusia untuk menjaga dirinya dan kelurga agar terhindar dari api neraka. Ayat tersebut juga menjelaskan pada manusia yang mempunyai beberapa perbedaan sifat. Sifat tersebut adalah sifat yang mencakup antara orang kafir dan orang mukmin yang mana sifat dari orang kafir sukanya adalah mencari kebahagiaan dunia yang menjurus pada kerusakan dunia, sedangkan dalam masalah ini sifat orang mukmin tidak dipaparkan. Namun sebaiknya sebagai orang yang beriman haruslah berhati - hati di dalam mensikapi masalah ini (tidak suka mencari kehidupan dunia).
|









