Beranda Kolom

Kolom

Mengenal Kitab Arba’in Fi Ushu...

0

Kitab ini dikarang oleh Mujaddid Islam abad ke-V H, yaitu seorang tokoh Ulama’ yang mendapatkan gelar agung Hujjatul Islam (pembela Islam, karena berjasa mempertahankan prinsip-prinsip kebenaran Islam dengan hujjah atau argumen yang sulit dipatahkan lawan), Imam Ghozali. Beliau adalah ulama’ pembaharu yang sudah dijanjikan Allah akan muncul setiap kurun seratus tahun sekali. Saat itu, beliau membela akidah ahlussunnah wal jama’ah dari gempuran-gempuran paham ahli bid’ah yang merajalela dan telah menjamur di kalangan masyarakat. Beliau juga pernah menjadi Mudir (rektor) madrasah paling mashur pada masa itu, Madrasah Nidhomiyyah di Bagdad. Beliau adalah seorang ulama’ yang tidak hanya belajar mengenai ilmu-ilmu keislaman seperti ilmu Fiqh, Hadist, al-Qur’an dan lainnya, beliau juga sempat menekuni ilmu filsafat yang sangat digandrungi di era itu. Hingga akhirnya beliau mengalami goncangan hebat dalam hatinya dan beliau memutuskan meninggalkan semuanya, baik kedudukan dan hartanya demi mengembara di padang pasir mencari jati diri yang sebenarnya dan menjalani kehidupan yang zuhud. Dalam pengembaraanya, beliau mengarang kitab paling monumental, kitab Ihya’ Ulumuddin.

Ngangsu Kaweruh Kebangsaan

0

Jika di zaman Nabi dulu dikatakan putih dan merah, sekarang kita bangsa Indonesia dikatakan merah dan putih. Kalau tidak ada merah, tidak ada semangat, tidak ada darah. kalau tidak ada putih, tidak ada keikhlasan, tidak ada kekuatan. Makanya  bendera bangsa Indonesia berwarna merah-putih. Kalau dulu putih-merah, sekarang merah-putih.

Saya ingatkan di sini, bahwa bangsa Indonesia diproklamairkan pada tanggal 17 Agustus, bertepatan tanggal 8 Ramadhan. Sama dengan Kanjeng  Nabi diangkat resmi menjadi pembawa risalah tuhan pada tanggal  8 Agustus,  bertepatan tanggal 17 Ramadhan. Apa yang terjadi?, Nabi dikatakan pernah hijrah dari kota Mekkah menuju kota Madinah pada bulan Oktober. Sedangkan pemerintahan Republik Indonesia pernah hijrah dari ibu kota negara, Jakarta  ke Jogjakarta, Jawa Tengah,  saat Agresi Militer Belanda datang. Oleh karena itu, RI waktu dulu diserang, kira-kira usia saya sudah berumur 20 tahun lebih, tahu bahwa pusatnya Negara Indonesia berada di Jawa Tengah.

Hikmah Mendahulukan dan Mengak...

0

“Wahai golongan jin dan manusia jika kamu sanggup melintasi penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak akan bisa menembusnya melainkan dengan kekuataan (dan kamu tidak akan kuat)”.

Sya’ir Palestina

0

Yang ada dalam hatinya hanyalah rindu surga, hidup mulia atau memperoleh syahid

Minoritas Kembali Minoritas

0

Sebaik-baiknya zaman adalah zaman Rasulullah SAW, dilanjut dengan zaman setelahnya

Sejarah Islam Sarang-Belitung

0

Di acara Silaturrahim 'Alim-Ulama Nusantara, moment berkumpulnya para Ulama sepuh seindonesia dan jajaran PBNU Pusat, 16 Maret 2017 M., Syaikhona Maimoen Zubair Hafidhohullaah ta'aalaa memberikan klarifikasi atas anggapan atau isu yang selama ini menerpa Beliau. Mbah Maimoen mengaku sering dianggap sebagai pendukung/pro ahok. Dawuh Beliau ini sontak membuat para hadirin tertawa.

Pernyataan Resmi PP. Al- Anwar...

0

Kami atas nama Kepengurusan Pondok Pesantren Al-Anwar I menyikapi hasil Halaqoh Bahsul Masail Pimpinan Pusat GP. Ansor di Jakarta, Sabtu-Ahad 12-13 Jumadil Akhir 1438 H./ 11-12 Maret 2017 M. tentang kepemimpinan Non-Muslim (Kafir), dengan ini kami menyatakan bahwa:

KLARIFIKASI GUS WAFI MZ TERKAI...

0
Pernyataan ALFAQIR Ahmad Wafi Maimoen Zubair, putra Mbah MAIMOEN ZUBAIR, Sarang Rembang, meluruskan isu-isu yang beredar tentang Beliau Syaikhina Maimoen terkait masalah ahok:

Membendung Arus Kaum Pelangi

0

Hak Asasi Manusia atau yang biasa dikenal dengan HAM, menjadi isu strategis yang banyak didiskusikan dewasa ini. Humanisme sebagai asas membangun sebuah keadilan memang sebuah hal positif yang perlu diapresiasi. Tapi, apa jadinya jika isu ini justru disalah gunakan, dengan menjadikannya sebagai senjata untuk membenarkan segala tingkah polah masyarakat yang nyeleneh.

Tak Terhingganya Angka Sepuluh...

0

Bulan Robi’ul Awwal atau biasa orang Jawa sebut dengan bulan “Mulud” memang sudah berlalu, bulan yang mana sangat mulia dikarenakan di dalam bulan ini terjadi peristiwa yang akan menentukan arah perjalanan hidup setiap manusia di bumi ini. Yaitu lahirnya sesosok manusia paling sempurna, manusia paling dicinta se-alam semesta, manusia yang menjadi awal dari cikal bakal terbentuknya dunia dan akhirat serta segala sesuatu yang ada di dalamnya, yaitu Al Musthofa Rasulullah Muhammad Sholallahu ‘Alaihi Wasallam.