Gambar-gambar Peragaan praktek TAJHIZUL MAYYIT di bawah ini diambil dari kegiatan Halaqoh al-Diniyyah I ISMAH 2008 di gedung MAK dengan tema " TATA CARA TAJHIZUL MAYYIT SESUAI TUNTUNAN SYARI’AT ISLAM".

""

""""

Ada beberapa hal yang perlu digaris bawahi atau dicatat ketika kita memandikan mayyit :

  • Niat memandikan itu tidak wajib tetapi sunnah dan
  • Lokasi / tempat memandikan itu diberi satir atau kelambu serta diatasnya dipayoni (jawa..red).
  • Dalam memandikan mayyit itu disunnahkan disarungi (dalam arti bahwa aurotnya tertutupi (lk).
  • Ketika memandikan mayyit dipangku oleh tiga orang yang semahrom, posisi ketiga orang yang memangku itu menghadap ketimur.
  • Posisi dua orang yang menjadi tumpuhan sebelah atas badan mayit ( antara kepala dan perut ) merapatkan badan dan merapatkan kedua kakinya `tujuanya adalah agar si mayyit bisa dibersihkan serta sisa kotoran bisa dibersihkan dengan cara mengurut-gurur perut si mayyit secara perlahan –lahan sedangkan orang yang ketiga berada di posisi dibawah kira-kira diatas betis dan tumit atau boleh saja , kalau ditanah jawa biasanya yang menjadi tumphuan itu bukan orang melainkan debok ( jawa..red)
  • Tempat jatuhnya air itu usahakan miring agar air segera mengalir,
  • Orang yang memandikan hendaknya menggunakan sarung tangan
  • Dalam memandikan mayyit hendaknya pada awal memandikan dengan daun widoro atau bisa diganti dengan sabun.
""

""""

  • Setiap lipatan dari anggota badan si mayyit dibersihkan pelan –pelan termasuk pada kuku si mayyit. Gigi si mayyit hendaknya dibersihkan dengan kain ataupun sarung tangan ( semua benda yang halus ) secara perlahan lahan. ditujukan agar tidak menyakiti mayit sebagaimana dalam hadist bahwa mayit juga masih bisa merasakan sakit seperti orang yang masih hidup.

""

""""

  • Kepala si mayyit di shampho ( kalau orang orang zaman dahulu menggunakan orang-oring yang dibakar kemudian dihaluskan )
  • Memandikan mayyit menggunakan gemboran atau selang, paling sedikitnya [ adnal kamal ] dalam memandikan mayyit adalah meratakan air keseluruh badan
  • Di akhir pembasuhan diikutsertakan wewangian ataupun kapur yang dihaluskan dan dicampur dengan air.
  • Pemandian hendaknya diulang secara ganjil.
  • Taslis, Menigakalikan.

""

""""

MENGKAFANI
Dalam hal mengkafani mayyit, disunatkan menggunakan tiga lapis untuk laki-laki dan lima lapis untuk perempuan.

  • Atau kalau tidak demikian, pokoknya kain atau gulungan (lk) yang bisa mencakup seluruh anggota badan. Kalau pakei kain yang beli dari took, biasanya tidak bisa mencukupi seluruh badan, solusinya kain tersebut di jahit sekiranya tidak ada lubang dalam kain.
  • Baiknya berwarna putih
  • Ukuran kain dilebihkan dari ukuran mayit, 20 cm diatas kepala dan 20 cm dibawah kaki dengan tujuan untuk memudahkan dalam penalian. Tiga lapisan tersebut tidak termasuk baju kurung dan sorban,
""

""""

  • Sekalian tali pengikat kita siapkan ( taruh ) dibawah kafan sebelum mayit diletakkan.
  • Jumlah tali pengikat yang biasa berlaku adalah tiga buah, tapi ini tidak harga mati, dalam arti berapapun boleh.
""

""""

  • Sebelum dikafani mawadhi`u sujudnya ( Dahi, hidung, dua telapak tangan, lutut, batnul asobi` kaki/jari2) hendaknya diberi kapas, demikian pula lubang dubur, lubang hidung dan juga kedua telinga.
""

""""

  • Tali lipatan . gulungan kain dan yang tengah lebih panjang.
  • Cara mengkafani bisa dilakukan dengan cara selang seling, yaitu mendahulukan ujung lapisan pertama yang kanan kemudian di susul ujung yang kiri. Lalu diteruskan ujung kiri lapisan ke II, kemudian dilanjutkan ujung yang kanan, dan seterusnya. Atau sebaliknya.
""

""""

  • Dalam hal mensholati mayyit untuk orang laki imam berada tepat di kepalanya. Sedang untuk perempuan imam berada tepat di perutnya.
  • Dijawa yang biasa berlaku adalah meletakkan kepala meyit laki-laki di sebelah selatan, dan untuk mayit perempuan di sebelah utara.
""""

TENTANG KUBURAN

  • Ukuran kuburan dilebihkan sedikit dari ukuran tubuh mayit, kira-kira 20 cm
  • Ukuran papan luwang landak (kalau pake) yang berlaku biasanya kira-kira 120 cm, dikomkentari oleh mbah moden "biar kepala mayit tidak kebentur papan ketika bangkit"
  • Jumlah papan tergantung ukuran kubur
  • Mayyit dihadapkan ke qiblat dan jangan sampai terlalu miring menghadap kebawah
  • Dalam kuburan adalah " sak dedek sak pengawe" tambah dalam tambah baik, dan lebar kira-kira 1 M
  • Dari arah selatan, kepala dulu, pocong dipegang, dikopong di bawah dari arah samping juga boleh. Yang dibawah 3 orang
  • Diarahkan qiblat di kekuburan di beri ganjal/gelu di kepala, kalau dibacakan ?¥?†?§ ?£?†?²?„?†?§ ?¥?„?®
  • adapun adzan/Qomat masalah khilaf.
  • nguruk mayit,
  • baca talqin mayit setelah selesai.
  • membawa keranda kepala di depan, leher mau diangkat, membaca ?¨?³?… ?§?„?„?‡ ?¹?„?‰ ?…?„?© ?±?³?ˆ?„ ?§?„?„?‡
""""

MENGUBUR

  • panjang ukuran lubang kubur adalah sesuai panjang mayyit, baiknya dengan dilebihkan masing-masing + 20 cm (atas & bawah) lebar + 1 M dan tinggi (dalam) seukuran "sak dedek sak pengawe" (istilah jawa) tambah dalam lebih baik
  • panjang papan penutup luwang landak + 120 cm dengan tujuan memberi keluasan mayit bangun waktu ditanya malaikat, jumlah papan sesuai panjang kubur.
  • saat mengiring / membawa mayit kepala berada di depan, waktu hendak diangkat membaca
    ?¨?³?… ?§?„?„?‡ ?¹?„?‰ ?…?„?© ?±?³?ˆ?„ ?§?„?„?‡
  • memasukkan mayit boleh dari arah manapun (samping/ujung) tapi yang baik adalah dari arah selatan dan bagian atas dulu (kepala).
  • 3 orang berada di bawah memegang pocongnya dulu dan di bopong dari bawah.
  • mayit dihadapkan ke qiblat jangan terlalu miring menghadap kebawah & di rapatkan dengan tanah.
  • di sunahkan menempelkan pipi kanan mayit pada tanah.
  • agar lebih kukuh mayit di beri bantalan / gelu (jawa) bagian kepala, tengah, kaki sambil dibacakan
    ?¥?†?§ ?£?†?²?„?†?§
    tali kafan di lepas semua
  • adapun adzan & Qomat masalah khilaf
  • di sunatkan bagi orang yang berada di pinggir kubur melempar tanah ke dalam kubur 3 X dengan membaca
    ?…?†?‡?§ ?®?„?‚?†?§?ƒ?…
    pada lemparan yang pertama
    ?ˆ?????‡?§ ?†?¹???¯?ƒ?…

    pada lemparan kedua
    ?ˆ?…?†?‡?§ ?†?®?±?¬?ƒ?… ???§?±?© ?£?®?±?‰
    pada lemparan III
  • disunnahkan meninggikan kubur kadar 1 jengkal
  • setelah selesai kemudian di talqin, sambil duduk sejajar dengan wajah mayit

???§ ?¹?¨?¯ ?§?„?„?‡ ?§?¨?† ?£?…?© ?§?„?„?‡ ?£?°?ƒ?± ?§?„?¹?‡?¯ ?§?„?°?? ?®?±?¬?? ?¹?„???‡ ?…?† ?§?„?¯?†???§ ?´?‡?§?¯?© ?£?† ?„?§ ?¥?„?‡ ?¥?„?§ ?§?„?„?‡ ?ˆ?­?¯?‡ ?„?§ ?´?±???ƒ ?„?‡ ?ˆ?£?† ?…?­?…?¯?§ ?±?³?ˆ?„ ?§?„?„?‡ ?ˆ?£?† ?§?„?¬?†?© ?­?‚ ?ˆ?£?† ?§?„?†?§?± ?­?‚ ?ˆ?£?† ?§?„?¨?¹?« ?­?‚ ?ˆ?£?† ?§?„?³?§?¹?© ?¢?????© ?„?§ ?±???¨ ?????‡?§ ?ˆ?£?† ?§?„?„?‡ ???¨?¹?« ?…?† ???? ?§?„?‚?¨?ˆ?± ?ˆ?£?†?ƒ ?±?¶???? ?¨?§?„?„?‡ ?±?¨?§ ?ˆ?¨?§?„?¥?³?„?§?… ?¯???†?§ ?ˆ?¨?…?­?…?¯ ?µ?„?‰ ?§?„?„?‡ ?¹?„???‡ ?ˆ?³?„?… ?†?¨???§ ?ˆ?¨?§?„?‚?±?¢?† ?¥?…?§?…?§ ?ˆ?¨?§?„?ƒ?¹?¨?© ?‚?¨?„?© ?ˆ?¨?§?„?…?¤?…?†???† ?¥?®?ˆ?§?†?§ ?±?¨?? ?§?„?„?‡ ?„?§ ?¥?„?‡ ?¥?„?§ ?‡?ˆ ?¹?„???‡ ???ˆ?ƒ?„?? ?ˆ?‡?ˆ ?±?¨ ?§?„?¹?±?´ ?§?„?¹?¸???…
???—3

""""

Dalam hal memakamkan mayyit, mayyit dalam keadaan mengahadap kiblat dan sebelum dikubur tali kafan hendaknya dilepas serta diberi bantalan

""""

Demikian liputan halagoh ilmiah lebih jelas dan lengkapnya, silakan anda baca pada kitab-kitab yang panjang penjelasannya

BACA JUGA :  Generasi yang Didambakan Ummat
Artikulli paraprakQawaid Fiqh – Rangkap Niat
Artikulli tjetërIbadah – Tata Cara Sholat

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini