Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78 dengan mengusung tema “Terus Melaju Untuk Indonesia Maju”, sebagai momentum yang tepat untuk semakin menguatkan persatuan dan kesatuan seluruh elemen bangsa.

Aksi nyata yang progresif itu perlu dengan semangat ‘estafet’. Dirgahayu RI ke-78 pada tahun ini mengajak seluruh elemen bangsa untuk melaju bersama dan menggelorakan semangat perjuangan yang belum berakhir.

Di antara elemen bangsa adalah Kiai beserta Santri. Bagaimanakah seharusnya santri sebagai pemegang tongkat estafet perjuangan kiai dalam ‘berjihad’ di era globalisasi untuk mengisi HUT RI ke-78 ini?

Santri Pemegang Tongkat Estafet Kiai

Berbicara santri, tentu sebagaimana dimaksud adalah kaum tradisionalis yang belajar di pesantren dengan identik memakai sarung, songkok, dan sandal jepit. Serta para santri di dalam kehidupannya sangat kuat memegang tradisi lokal dan taat kepada ajaran Islam khususnya ahlussunnah wal jamaah.

Pola relasi yang terbangun antara santri, kiai, dan masyarakat digambarkan menjadi satu kesatuan yang sangat sulit untuk dipisahkan. Mereka adalah elemen bangsa yang mempunyai sejarah panjang melawan para penjajah Nusantara.

Saat ini, kita sebagai kaum muda milenial khususnya santri, harus tetap melanjutkan semangat para kiai dan ulama. Bagaimana tetap eksis menguatkan ajaran Islam dan menjaga keutuhan bangsa ini.

Angkat senjata untuk berperang tentu bukan lagi masanya bagi santri di masa sekarang. Senjata santri saat ini bukan lagi senapan, bukan pula bambu runcing guna berperang untuk melawan kolonialisme. Melainkan pena media sosial untuk mencatat segala sesuatu pengetahuan yang diterimanya dan menyebarkannya sebagai syiar Islam.

Mereka dapat menyebarkannya dalam publikasi-publikasi yang diselenggarakan pihak pesantren atau media-media lainnya. Apabila santri melaksanakan misi ini, syiar Islam dapat berkembang luas dan masyarakat akan semakin sadar akan pentingnya berkehidupan Islami.

BACA JUGA :  Mau Sampai Kapan ?

1
2
3
Artikulli paraprakKehidupan Manusia setelah Kematian
Artikulli tjetërSholawat dan Mauidhoh HUT Kemerdekaan RI ke-78 PP Al-Anwar 1 Sarang

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini