""

Ahad malam (11/09) suasana di dalam Pondok Pesantren Al-Anwar terasa begitu ramai. Bagaimana tidak, di malam Hari Raya Idul Adha tahun ini (1437 H) para santri yang masih bertahan di Pondok – sebagaimana tahun tahun sebelumnya- merayakan takbiran dengan klothekan atau menabuh benda-benda (semisal galon, toples biskuit, ember dan lain lain) yang ada sejak selepas maghrib hingga larut malam. Ini terdapat di hampir setiap aula atau musholla yang ada di komplek Pondok Pesantren Al-Anwar.

""

Keesokan harinya, Senin (12/09) diadakan Sholat Idul Fithri berjama’ah yang diikuti oleh ribuan santri Al-Anwar. Meskipun berpusat di musholla, akan tetapi karena keterbatasan tempat, jama’ah Sholat Ied Adha kali ini meluber hingga ke aula-aula dan jalanan komplek Pondok Pesantren Al-Anwar. Selain para Masyayekh dan Santri, beberapa warga kampung sekitar Pesantren juga turut berjama’ah. Untuk Ied Adha kali ini, Syaikhona Muhammad Najih Maimoen bertindak sebagai Imam & Khotib.

Selepas rangkaian Sholat Ied Adha, para santri bergegas menuju depan Ndalem untuk mengambil jatah ketan yang selalu dibagikan setiap selesai Sholat Ied Adha. Meskipun saling berebut hingga membuat para abdi ndalem kewalahan, samasekali tidak terlihat wajah cemberut atau susah. Malah justru mereka sangat antusias dan sumringah.

""

Setelah merasa kenyang akan ketan yang telah mereka dapat, para santri lalu berama-ramai menuju bangunan DS Jadid yang belum selesai dibangun guna melihat secara langsung prosesi penyembelihan hewan kurban. Selain itu, lokasi penyembelihan juga berada di garasi depan DT. Syaikhona Abdur Rouf Maimoen mengawali prosesi penyembelihan kurban. Dibantu dengan beberapa santri berotot, beliau menyembelih seekor sapi putih dengan berat sekitar ratusan kilogram.

Menurut Ustadz Abdul Basith yang notabene Ketua Pondok Pesantren Al-Anwar periode 1437-1438 H, untuk hari raya Ied Adha tahun ini, Pondok Pesantren Al-Anwar menyembelih 5 ekor kambing/domba dan 5 ekor sapi yang merupakan sumbangan dari beberapa Masyayekh dan masyarakat.

BACA JUGA :  Silaturrahim Prabowo Subianto di PP. Al-Anwar

Seusai prosesi penyembelihan hewan kurban, para pengurus serta panitia lantas memotong-motong daging kurban yang nantinya akan dibagikan kepada masyarakat Sarang dan para santri tentunya.(Abd/Frq)

Artikulli paraprakTerkabulnya Do’a
Artikulli tjetërBerdo’a di Permulaan Tahun Baru Hijriyah 1438 H

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini