Beranda Nisaiyat

Nisaiyat

WANITA DAN HAK- HAK SIPIL

0
Pada zaman terdahulu beberapa bangsa seperti bangsa india yg menganut faham brahmanisme, china, jerman dan bangsa barbar eropa tidak memberi kesempatan bagi wanita untuk memiliki sesuatu dan mereka juga tidak memberi hak waris kepadanya. Sedangkan perundang-undangan romawi mengalami pasang surut dalam masalah perlakuan terhadap wanita, apabila mereka sedang mengalami kemajuan,maka wanita diperlakukan secara istimewa sebagai pemuas kesenangan. Namun bila sedang mengalami kemunduran, maka wanitalah yg menjadi kambing hitam penanggung jawab kesalahan. Bahkan perspektif seperti ini masih mendominasi banyak peradapan pada masa lalu yg belum lama ini. Beberapa peradapan dalam periode yg lama, masih memelihara perilaku yg menghalalkan seorang suami untuk menguasai harta benda dan hasil kerja keras istrinya serta memperbolehkannya untuk melarang istrinya membelanjakan hartanya sendiri, kecuali mendapat izinya. Bahkan perilaku tersebut telah menjadikan kedudukan seorang istri lebih rendah dari kedudukan seorang anak perempuan.