Mensyukuri kemerdekaan Negeri ini adalah wajib hukumnya. Dan setiap bulan agustus, para masyarakat di seluruh penjuru negeri turut bersukacita. Rasa syukur mereka ada banyak bentuk, seperti : perlombaan, karnaval dan upacara bendera. Upacara bendera serasa menjadi hal wajib bagi setiap institusi pemerintah daerah atau pihak kelembagaan lainnya. Begitupun di kecamatan Sarang.

Setiap kali tanggal 17 Agustus, Lapangan Sendangmulyo Sarang digunakan untuk puncak peringatan HUT RI regional Sarang. Di tengah terik matahari, ribuan orang dari berbagai lapisan masyarakat berkumpul di sana guna melaksanakan upacara. Mulai dari pejabat pemerintah, KORAMIL, Polsek, sekolah- sekolah, pondok pesantren, hingga masyarakat umum.

Beberapa ambulance terlihat stand by guna menangani keadaan darurat. Para peserta upacara mulai memadati lapangan sekitar pukul 08.00 WIB kendatipun upacara dimulai pukul 09.30 WIB. Teriknya matahari tak menyurutkan niat mereka. Bahkan para santri yang hadir terlihat sangat antusias menendangkan lagu-lagu wajib daerah, sekalipun mereka menggunakan kostum yang berebeda dari lembaga pendidikan yang lain. Yakni, menggunakan kopiah, baju putih, dan sarung atau celana hitam.

""

Pak camat Sarang bertindak sebagai inspektur upacara. Ketika bendera hendak dikibarkan oleh PASKIBRA kecamatan Sarang, lagu Indonesia Raya diiringi oleh Paduan Suara MA. Al-Anwar dan Marching Band salah satu sekolah. para peserta terlihat khidmat walau menghadapi udara kering pagi itu. Upacara ditutup oleh do’a untuk kemaslahatan negeri sekitar pukul 11.00 WIB dengan tanpa halangan yang berarti. (Abd)

BACA JUGA :  When Loyality Meets Integrity
Artikulli paraprakKyai Santri dalam Mempertahankan NKRI
Artikulli tjetërTerkabulnya Do’a

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini