NADWAH FIQHIYYAH AL-ANWAR;

MEMPERERAT SILATURAHMI ANTAR PESANTREN

Sarang Siang itu, bertepatan dengan hari Sabtu (05/02), tampak beberapa santri PP. Al-Anwar tengah hilir mudik di depan Gedung Serba Guna (GSG) PP. Al-Anwar. Mereka terlihat sibuk sehubungan dengan akan dihelatnya Nadwah Fiqhiyyah â€?Anil Qodloya As-Syar’iyyah yang ke-37. Acara tersebut diselenggarakan dalam rangka memeriahkan Hari Lahir PP. Al-Anwar ke-44. Meski hari lahir pesantren sudah sampai 44 tahun, namun acara yang bernama "Nadwah Fiqhiyyah â€?Anil Qodloya As-Syar’iyyah" ini baru terselanggara sebanyak 37 kali.

Forum bahtsul masa’il yang setiap tahun dihelat di bulan Robi’ul Awwal itu diikuti oleh sekitar tiga puluhan delegasi dari berbagai pondok pesantren dan lembaga pendidikan dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Madura. Di antaranya PP. Lirboyo Kodya Kediri, PP. Al-Falah Ploso, PP. Al-Khozini Sidoarjo, PP. Sidogiri Pasuruan, PP. Nurul Kholil Bangkalan, PP. Fadllul Wahid Grobogan, Madrasah Tuhfatus Shibyan Sedan, dan masih banyak lagi. Tidak hanya para delegasi dari pesantren luar saja yang hadir pada acara tersebut, namun juga para masyayikh pesantren Sarang selaku Dewan Mushohhih serta para alumni Al-Anwar dan Asatidz senior, selaku Muharrir atau Dewan Perumus.

Di antara masyayikh pesantren Sarang yang menjadi mushohhih adalah KH. Muhammad Najih MZ, KH. Muhammad Sa’id AR, KH. A’wani Sya’rowi, KH. Faruq Zain, KH. Roghib Mabrur. Beliau-beliau umumnya adalah pengajar di Madrasah Ghozaliyyah Safi’iyyah Sarang. Selain itu, hadir juga para Asatidz senior dan alumni yang bertindak sebagai Muharrir, di antaranya KH. Majid Kamil MZ, Ust. Muhammad Sa’udi, Ust. Dawam Afandi, Ust. Hafidzi, dan Ust. Khoiron.

Forum bahtsul masail ini berlangsung selama dua hari. Dimulai pada Sabtu siang pukul 14.00 WIB dengan pembukaan secara resmi serta sambutan oleh Ust. Dawam Afandi, selaku wakil pengurus. Selanjutnya adalah acara inti yaitu pembahasan as’ilah (soal-soal). Soal-soal yang terpilih dalam forum tersebut merupakan kiriman dari berbagai pesantren yang ikut hadir pada acara tersebut. Pembahasan as’ilah dibagi menjadi tiga jalsah, jalsah pertama dimulai pada sabtu siang pukul 14:00 WIB sampai dengan pukul 17:00 WIB, sedangkan untuk jalsah yang ke dua di mulai pada malam Ahad pukul 20:30 WIB sampai dengan 24:00 WIB. Sedangkan jalsah ke tiga dijadwalkan pada Ahad siang sampai dengan selesai sekaligus diakhiri dengan acara penutupan di musholla Al-Anwar, yang dihadiri oleh KH. Maimoen Zubair, pengasuh PP. Al-Anwar.

BACA JUGA :  HIMMA di Acara Ngaji Bareng Syaikhina Maimoen Zubair

Para peserta Nadwah cukup antusias dalam mengikuti acara tersebut, sehingga acara bahtsul masa’il pun terasa hidup, mereka aktif menyampaikan pendapat disertai ibarot (referensi) dari kitab. Di antara permasalahan yang diketengahkan dalam Nadwah kali ini adalah fenomena nikah siri, isu bergesernya lempeng bumi yang katanya menyebabkan perubahan arah qiblat, dan tidak kalah menariknya tentang realita yang terjadi di masyarakat sekitar Gunung Merapi. Sempat terjadi tarik ulur pendapat antara para Mushohhih, Muharrir, serta para peserta delegasi, karena masing-masing mempunyai ibarot (referensi) dan argumentasi yang kuat. Masing-masing pandai dalam mengolah bahasa dan lincah dalam penyampaian. Sehingga moderator pun hampir saja kewalahan dalam menyimpulkan, dikarenakan masing-masing bersikukuh dengan pendapatnya. Namun akhirnya tercapailah kesepakatan antar peserta Nadwah. Dari sebelas soal yang dibawa, hanya sembilan saja yang sempat dibahas.

Pada Ahad pukul 14.00 WIB acara penutupan diisi mau’idloh hasanah oleh syaikhina Maimoen Zubair. Dalam mau’idlohnya, beliau menceritakan kisahnya pada waktu mondok di Lirboyo dulu. Beliau bercerita pernah diberi kitab Shohih Muslim oleh guru beliau yaitu mbah Abdul Karim yang terkenal dengan panggilan Mbah Manaf. Kitab itu selalu dibawa-bawa kemana pun beliau pergi. Uniknya, menurut beliau Mbah Mun, ketika kitab itu ditumpangkan pada kitab yang akan beliau baca, maka beliau akan mudah membacanya karena barokah dari guru beliau.

Artikulli paraprakKHITANAN MASSAL KE VIII PP AL- ANWAR SARANG
Artikulli tjetërHIMMA di Acara Ngaji Bareng Syaikhina Maimoen Zubair

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini