Acara dimulai dengan pembacaan surat Yasin yang dipimpin oleh KH. Ahmad Ainul Yaqin dari Tuban. Selanjutnya pembacaan tahlil dipimpin oleh Habib Hasyim Al-Jufri. Doa tahlil kemudian dipanjatkan oleh Habib Abu Bakar Assegaf dari Tuban.

Setelah itu, dilanjutkan dengan sambutan keluarga yang diwakili oleh KH. Taj Yasin Maimoen. Dalam sambutannya, beliau menceritakan bahwa semasa hidupnya Mbah Zubair selalu berkhidmah dan berguru kepada para masyayikh Sarang, baik yang berada di wilayah selatan maupun utara. Bahkan ketika mengajar berbagai kitab kepada para santri, niat beliau tetap untuk berkhidmah kepada para masyaikh. Sikap inilah yang membuat beliau dihormati dan disegani oleh banyak orang. Selain itu, KH. Zubair Dahlan dikenal sebagai ulama yang mampu mempersatukan para masyayikh, baik di Sarang maupun di luar daerah.

 

Namun di tengah sambutan tersebut, hujan deras tiba-tiba mengguyur lokasi acara. Karena itu, KH. Taj Yasin Maimoen mempersingkat sambutannya. Ribuan jamaah yang hadir berteduh di bawah pepohonan sambil tetap menyimak dengan khidmat.

Hujan masih terus turun hingga rangkaian acara berikutnya, yaitu doa penutup. Doa pertama dipanjatkan oleh KH. Aniq Muhammadun, kemudian dilanjutkan doa kedua oleh KH. Abdullah Ubab Maimoen.

Ketika sampai pada doa terakhir yang dipimpin oleh KH. Muhammad Najih Maimoen, hujan mulai mereda. Dalam kesempatan tersebut, beliau menambahkan keterangan tentang KH. Zubair Dahlan yang sebelumnya disampaikan oleh KH. Taj Yasin Maimoen. Beliau menjelaskan bahwa Mbah Zubair tidak hanya mengajar kitab Ihya’ Ulumuddin dan Tafsir Jalalain, tetapi juga pernah mengajar kitab Mahalli. Bahkan KH. Muhammad Najih Maimoen mendapatkan sanad pengajaran kitab Mahalli dari awal hingga akhir langsung dari Mbah Zubair.

BACA JUGA :  PELAJARAN DARI PERISTIWA ISRA' MI'RAJ

Beliau juga menegaskan bahwa Mbah Zubair adalah sosok ulama yang sangat sederhana.

عاش فقيرا و مات فقيرا

“Hidup sebagai orang faqir dan wafat sebagai orang faqir.”

beliau juga dawuhan:

“Nek kuwe tirakat terus kasil yo syukuro. Ner ketoe ora kasil yo yaqino engko tirakat iku bakal dinikmati anak putune.

“Kalau tirakat terus kelihatan hasilnya ya bersyukurlah. Tapi kalau kelihatannya tidak hasil, yakinlah yang bakal menikmati tirakatnya nanti adalah anak cucu.”

Acara haul KH. Zubair Dahlan kemudian ditutup dengan doa yang diamini oleh ribuan jamaah yang hadir.

 

1
2
Artikulli paraprakBIOGRAFI SINGKAT AL-MAGFURLAH KH. ZUBAIR DAHLAN
Artikulli tjetërTasyakuran Dan Peresmian Gedung NH Baru Bersama Habib Anis Bin Idrus Syahab

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini