ZIAROH KUBUR BUKAN BID’AH

    1
    510

    Ziaroh Kubur Bukan Bid’ah; Tradisi Santri Sarang Ngalap Barokah kepada Para Masyayikh yang Sudah Wafat

    Tradisi ziaroh kubur di PP. Al- Anwar dilakukan dua kali dalam seminggu. Yaitu pada hari kamis sore, dan senin sore. Pada hari tersebut seluruh santri akan berbondong-bondong pergi ziaroh ke makam simpek – tempat dimakamkannya KH. Zubair Dahlan – yang terletak di sebelah tenggara PP. Al- Anwar Sarang – Rembang.

    Rasulullah SAW bersabda:

    إن النبى صلى الله عليه وسلم قال كنت نهيتكم عن زيارة القبور فزورها فانها تذكّركم الموت (رواه مسلم)

    Artinya: Nabi bersabda : “Saya (dahulu) melarang kalian semua untuk ziaroh kubur, maka sekarang berziarah kuburlah kalian, karena sesungguhnya ziaroh kubur dapat mengingatkan kalian pada kematian”. (HR. Muslim)

    Kapan waktu yang utama untuk melaksanakan ziaroh kubur

    Berdasarkan hadist di atas, semua Ulama Madzahibul Arba’ah menyepakati tentang kesunnahan ziaroh kubur. Hanya saja ada sedikit perbedaan dalam menentukan waktu yang utama untuk melaksanakan ziaroh kubur.

    Imam Hanafi dan Imam Maliki mengatakan, waktu yang utama ialah pada hari kamis, Jum’at dan hari Sabtu. Imam Syafi’e, mulai asharnya hari kamis sampai keluarnya matahari pada hari sabtu. Imam Hambali mengatakan tidak ada hari tertentu yang lebih utama untuk melakukan ziaroh kubur.

    Dalam kitab Al-Fiqh ala Madzaahib al-Arbaah dijelaskan;

    زيارة القبور مندوبة للاتعاظ وتذكر الآخرة وتتأكد يوم الجمعة ويوما قبلها ويوما بعدها عند الحنفية والمالكية وخالف الحنابلة والشافعية فانظر مذهبيهما تحت الخط ( الحنابلة قالوا : لا تتأكد الزيارة في يوم دون يوم   الشافعية قالوا : تتأكد من عصر يوم الخميس إلى طلوع شمس يوم السبت . وهذا قول راجح عند المالكية

    Ziarah kubur disunahkan agar dapat mengambil pertimbangan, peringatan serta teringat kehidupan akhirat. kesunahannya menjadi mauakad dihari hari jumat dan hari sebelumnya (kamis) serta hari setelahnya menurut kalangan Hanafiyah dan Malikiyyah berbeda menurut kalangan Hanabilah yang menyatakan “ziarah tidak muakad, tidak dihari tertentu juga hari lainnya” dan kalangan Syafi’iyyah yang menyatakan “Menjadi sunah yang muakkad mulai asharnya hari kamis hingga terbitnya matahari dihari sabtu” dan pernyataan ini sesuai pendapat yang unggul dikalangan Malikiyyah. [ Al-Fiqh ala Madzaahib al-Arbaah I/855 ].

    Adapun tradisi ziaroh kubur hari senin sore yang menurut kalender jawa sudah memasuki hari selasa berdasarkan apa yang sudah di katakan oleh beliau KH. Maemon Zubair adalah “ sebab pada hari selasa adalah hari dimana berdirinya pondok sarang. Maka dari itu di pondok sarang kalo hari selasa ngajinya di liburkan. Hari selasa juga banyak Ulama’ dan Kyai yang meninggal bahkan KH. Zubair Dahlan wafat pada hari selasa. Jadi, sampai sekarang di pondok sarang kalo hari selasa ngajinya diliburkan dan diganti dengan ziaroh ke makam Syaikhina KH. Zubair Dahlan.

    BACA JUGA :  ANCAMAN LIBERALISME, SALAFY-WAHABI, SEKULARISME TERHADAP EKSISTENSI AHLUSSUNNAH WAL JAMA'AH (BAGIAN V)

    Ngalap Barokah dengan Kyai dan Ulama’ yang sudah meninggal

    Seorang kyai dan Ulama’ yang telah meraih maqom disisiNya, setelah wafat,  mereka menjadi penduduk langit dan selalu berdzikir kepada Allah ‘Azza wa Jalla.

    Jadi, dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala para santri dianjurkan berziarah dan bertabarruk (bukan berarti menyembah kuburan) ke makam-makam seluruh masyayikh sarang yang ada di pemakaman simpek ataupun.

    Bukti bahwa orang yang sudah meninggal masih memberikan manfaat ialah berdasar hadist Rasulullah.

    حياتي خير لكم ومماتي خير لكم تحدثون ويحدث لكم , تعرض أعمالكم عليّ فإن وجدت خيرا حمدت الله و إن وجدت شرا استغفرت الله لكم.

    Hidupku lebih baik buat kalian dan matiku lebih baik buat kalian. Kalian bercakap-cakap dan mendengarkan percakapan. Amal perbuatan kalian disampaikan kepadaku. Jika aku menemukan kebaikan maka aku memuji Allah. Namun jika menemukan keburukan aku memohonkan ampunan kepada Allah buat kalian.”

    Dari hadist diatas, kita diperintahkan untuk bertawassul kepada rasulullah meskipun sudah wafat. Begitu juga kita dianjurkan untuk bertawassul kepada orang-orang yang salih – Ulama dan para Kyai – dengan tujuan untuk ngalap berkah dan semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

    Artikulli paraprakPELAJARAN DARI PERISTIWA ISRA’ MI’RAJ
    Artikulli tjetërMEMAKI ORANG ISLAM ADALAH TINDAKAN FASIQ DAN MEMERANGINYA ADALAH TINDAKAN KUFUR

    1 KOMENTAR

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini