Malam Idul Adha merupakan salah satu malam yang dimuliakan dalam Islam. Banyak ulama menegaskan bahwa malam ini termasuk malam mustajab doa, yaitu malam yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak permohonan kepada Allah.

Malam Idul Adha Termasuk Lima Malam Mustajab Doa

Imam Asy-Syafi’i rahimahullah berkata:

قَالَ الشَّافِعِيُّ : وَبَلَغَنَا أَنَّ الدُّعَاءَ يُسْتَجَابُ فِي خَمْسِ لَيَالٍ. لَيْلَةِ الْجُمُعَةِ، وَالْعِيدَيْنِ، وَأَوَّلِ رَجَبٍ، وَنِصْفِ شَعْبَانَ. قَالَ الشَّافِعِيُّ: وَأَسْتَحِبُّ كُلَّ مَا حَكَيْتُهُ فِي هَذِهِ اللَّيَالِي

Al-Imam Asy-Syafi’iyy (w. 204 H) mengatakan: “Telah sampai kepadaku satu riwayat bahwa doa itu mustajab di lima malam: 1) Malam Jumat. 2) Malam Idul Adha. 3) Malam Idulfitri. 4) Malam pertama bulan Rajab. dan 5) Malam Nishfu Sya’ban.

Amalan dan Doa Selama 10 Hari Pertama Dzulhijjah

Al-Allamah as-Syekh al-Hath-Thob al-Makki al-Maliki berkata: “para Ulama menganjurkan untuk mengulang-ulang doa ini setiap hari mulai 1 Dzul Hijjah hingga tanggal 10 dengan tidak terikat bilangan tertentu:

اَللَّهُمَّ فَرَجَكَ الْقَرِيْبَ، اَللَّهُمَّ سَتْرَكَ الْحَصِيْنَ، اَللَّهُمَّ مَعْرُوْفَكَ الْقَدِيْمَ، اَللَّهُمَّ عَوَائِدَكَ الْحَسَنَةَ، اَللَّهُمَّ عَطَاءَكَ الْحَسَنَ الْجَمِيْلَ، يَا قَدِيْمَ اْلإِحْسَانِ، إِحْسَانَكَ الْقَدِيْمَ، يَا دَائِمَ الْمَعْرُوْفِ، مَعْرُوْفَكَ الدَّائِمِ.

Artinya: Ya Allah (aku memohon) kelapangan-Mu yang dekat, Ya Allah (berilah aku) penutupan-Mu yang kokoh, Ya Allah (aku mohon) kebaikan-Mu yang terdahulu, Ya Allah (berilah aku) kebajikan-Mu yang baik, Ya Allah (aku mohon) pemberian-Mu yang baik lagi indah, Ya Allah Yang Maha Terdahulu kebaikan-Nya, (aku mohon) kebaikan-Mu yang terdahulu, Ya Allah Yang Maha abadi kebaikannya, (berilah aku) kebaikan-Mu yang abadi.

baca juga; BEBERAPA KESUNNAHAN YANG DAPAT DILAKUKAN PADA HARI RAYA IDUL ADHA

Sedangkan Al-‘Allaamah Asy-Syariif Maa-ul ‘aynain menyebutkan dalam kitab Na’tul Bidaayaat wa Tawshiifun Nihaayaat:

Salah satu amalan doa yang memberi faedah dalam setahun adalah berdoa ketika sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, ia berkata: “Aku diberikan kalimat-kalimat ini oleh guru kami (semoga Allah meridhoinya) dan aku mendapati dalam sebagian kitab bahwasanya Rasulullah mengajarkan kalimat-kalimat ini kepada sebagian sahabat-sahabat beliau yang khusus, inilah kalimatnya:

BACA JUGA :  Puisi dari Langit

حَسْبِيَ اللهُ وَكَفَى، سَمِعَ اللهُ لِمَنْ دَعَا، لَيْسَ وَرَاءَهُ مُنْتَهَى، مَنْ تَوَكَّلَ عَلَى اللهِ كُفِيَ، وَمَنِ اعْتَصَمَ بِاللهِ نَجَا.

Artinya: “Cukuplah bagiku Allah Yang telah mencukupi, Allah mendengar kepada siapa saja yang berdoa, tiada di “baliknya” batasan, barangsiapa berserah-diri kepada Allah maka ia akan dicukupi, dan barangsiapa berpegang teguh kepada-Nya maka ia akan selamat.”

Perbanyaklah Berdoa Pada Hari Arofah

Dari Abu Musa Al-Asy’ari radiyallâhu ‘anhu, Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam bersabda:

أَنَّ الْأَيَّامَ الْمَعْلُوْمَاتِ هِيَ تِسْعُ ذِيْ الْحِجَّةِ غَيْرُ يَوْمِ النَّحْرِ وَأَنَّهُ لاَ يُرَدُّ فِيْهِنَّ الدُّعَاءُ

Artinya, “Sungguh hari-hari yang telah dimaklumi adalah tanggal sembilan Dzulhijah selain hari kurban, dan sungguh pada pada hari-hari tersebut doa tidak ditolak doa.”  

Dan ketika memasuki tanggal 9 Dzulhijjah para Ulama menganjurkan untuk memperbanyak membaca:

لاَ إِلَهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Baik bagi jamaah haji ataupun yang lainnya.

Rasulullah SAW bersabda:

خير الدعاء دعاء يوم عرفة، وأفضل ما قلته أنا والنبيون من قبلي : لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ.

“Sebaik-baik do’a adalah do’a pada Hari Arafah. Dan sebaik-baik perkataan yang aku ucapkan begitu juga Para Nabi sebelumku adalah: Laa Ilaaha Illallaahu Wahdahu Laa Syariika Lahu, Lahul Mulku Wa Lahul Hamdu Wa Huwa ‘Alaa Kulli Syai’in Qodiir. (Tiada tuhan selain Allah yang Maha Esa, tiada sekutu baginya. Kerajaan dan pujian hanyalah miliknya. Dan Dia berkuasa atas segalanya).”

Syekh Abdul Hamid Al-Makki menjelaskan, bagaimana mungkin berdoa pada tanggal 9 Dzulhijah tertolak oleh Allah Swt, sedangkan hari tersebut bertepatan dengan hari Arafah yang merupakan hari paling utama dan paling mulia menurut Allah Swt daripada hari-hari selainnya?

Sumber:
Imam An-Nawawi, Roudhatu ath-Tholibin, juz 2, hlm 75
Abdul Hamid Al-Makki, Kanzun Najâh was Surûr, hlm 279-284

Artikulli paraprakMEMETIK KEMULIAAN DI SEPULUH HARI PERTAMA DZULHIJJAH
Artikulli tjetërKH. Maimoen Zubair dan Makna Hadis “Hatinya Tidak Akan Mati Pada Saat Hati Manusia Banyak Yang Mati”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini