Keutamaan 10 hari pertama Dzulhijjah adalah salah satu anugerah besar yang Allah berikan kepada umat Islam. Pada masa ini, Allah membuka pintu pahala yang luas dan melipatgandakan balasan atas amal kebaikan. Ini adalah momentum emas untuk memperbanyak ibadah—karena hari-hari ini tidak datang setiap waktu. Dalam sepuluh hari awal bulan Dzulhijjah, segala bentuk ketaatan menjadi sangat bernilai di sisi Allah.

Dalam 10 hari awal Dzulhijjah, semua ketaatan dan kebaikan umat Islam menjadi ibadah yang pahalanya sangat besar.

Allah Swt, berfirman,

وَالْفَجْرِ وَلَيَالٍ عَشْرٍ

“Demi waktu fajar. Dan demi malam yang sepuluh.” [Al-Fajr: 1-2]

Banyak ahli tafsir menjelaskan bahwa makna “malam yang sepuluh” dalam ayat tersebut adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, dan Allah ta’ala bersumpah dengannya menunjukkan bahwa ia memiliki keutamaan.

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah menyebutkan dalam Tafsir beliau,

وَاللَّيَالِي الْعَشْرُ الْمُرَادُ بِهَا عَشَرُ ذِي الْحِجَّةِ كَمَا قَالَهُ ابْنُ عَبَّاسٍ وَابْنُ الزُّبَيْرِ وَمُجَاهِدٌ وَغَيْرُ وَاحِدٍ مِنَ السَّلَفِ وَالْخَلَفِ.

“Sepuluh malam yang dimaksud dalam ayat ini adalah sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah, sebagaimana Ibnu ‘Abbas mengatakan, Ibnuz Zubair, Mujahid dan banyak lagi ulama dari kalangan Salaf dan Khalaf yang berpendapat demikian.” [Tafsir Ibnu Katsir, 8/390]

baca juga: Keistimewaan Bulan Dzulhijjah.

Pahala Dilipatgandakan, Dosa Diperbesar

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata tentang firman Allah : “Janganlah kalian berbuat dzalim pada bulan bulan haram tersebut”:

لَا تَظْلِمُوا أَنْفُسَكُمْ فِي كُلِّهِنَّ، ثُمَّ اخْتَصَّ مِنْ ذَلِكَ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ فَجَعَلَهُنَّ حَرَمًا، وَعَظَّمَ حُرُمَاتِهِنَّ، وَجَعَلَ الذَّنْبَ فِيهِنَّ أَعْظَمَ، وَالْعَمَلَ الصَّالِحَ بِالْأَجْرِ أَعْظَمَ

“Janganlah kalian berbuat dosa pada semua bulan (bukan hanya pada 4 bulan suci), kemudian yang demikian itu dikhususkan pada 4 bulan suci, dijadikan sebagai bulan yang terlarang, dan diagungkan kesuciannya, dosa yang dilakukan padanya lebih besar, serta amal shalih yang dilakukan padanya lebih besar pahalanya.” [Tafsir Ibnu Katsir 4/130]

Keutamaan 10 Hari Pertama Dzulhijjah dalam Islam

BACA JUGA :  Dekadensi Moral Dan Pergeseran Pola Pikir Masyarakat Tentang Moral Islami

Termasuk keistimewaan bulan Dzulhijjah adalah keutamaan beramal shalih di sepuluh hari pertama. Syekh Muhammad Abdurrahman bin Abdurrahim Al-Mubarakfuri menyampaikan penjelasan ulama:

لِأَنَّهَا أَيَّامُ زِيَارَةِ بَيْتِ اللهِ وَالْوَقْتُ إِذَا كاَنَ أَفْضَلَ كاَنَ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيْهِ أَفْضَلُ  

Artinya, “Karena 10 hari awal Dzulhijjah tersebut menjadi hari berkunjung ke Baitullah, sementara suatu waktu apabila lebih mulia dari waktu yang lain, maka amal kebaikan di dalamnya juga lebih utama.” [Tuhfatu al-Ahwadi, 3/386]

Dalam lafadz yang lain:

مَا مِنْ عَمَلٍ أَزْكَى عِنْدَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَلَا أَعْظَمَ أَجْرًا مِنْ خَيْرٍ يَعْمَلُهُ فِي عَشْرِ الْأَضْحَى

“Tidak ada amalan yang paling utama menurut Allah ‘Azza wajalla, tidak juga lebih agung pahalanya daripada amalan pada sepuluh hari (pertama) bulan dzulhijjah.” [Jalaluddin As-Suyuthi, Jami’u al-Ahadis, 19/231]

Abu ‘Utsman An Nahdi rahimahullah berkata :

كَانُوْا يُعَظِّمُوْنَ ثَلَاثَ عَشَرَاتٍ الْعشْرُ الأَوَّلُ مِنَ الْمُحَرَّمِ وَالْعَشْرُ الْأَوَّلُ مِنْ ذِيْ الْحِجَّةِ وَالْعَشْرُ الْأَخِيْرُ مِنْ رَمَضَانَ

“Mereka (salafus shalih) mengagungkan sepuluh hari yang tiga, yaitu sepuluh hari pertama bulan muharram, sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah dan sepuluh malam yang akhir bulan Ramadhan.” [Ad Durul Mantsur Fit Tafsiril Ma’tsur 8/502]

Maka, jangan sia-siakan keutamaan 10 hari pertama Dzulhijjah ini. Jadikan setiap hari sebagai peluang untuk mendekat kepada Allah dengan amal terbaik: shalat, dzikir, puasa, sedekah, dan doa yang ikhlas.

Artikulli paraprakJangan Remehkan Kebaikan Sekecil Apa pun: Hikmah Besar di Balik Amal yang Tampak Sederhana
Artikulli tjetërKEMULIAAN DZULHIJJAH: DOA MUSTAJAB DI MALAM IDUL ADHA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini