Karangmangu, Sarang – Peringatan Maulidiyyah Rasul Saw, dan Harlah ke-60 Pondok Pesantren Al-Anwar 1 diselenggarakan pada hari Kamis Malam Jum’at, 20 Agustus 2026 M. Diadakannya acara tersebut sebagai bentuk rasa syukur atas milad Pondok Pesantren Al-Anwar 1 ke-60 dan juga sekaligus peringatan hari lahir baginda Nabi Muhammad SAW.

Acara ini merupakan puncak dari rangkaian acara peringatan Harlah Pondok Pesantren Al-Anwar 1 ke-60 yang telah dimulai sejak satu pekan yang lalu. Rangkaian acara tersebut berupa Nadwah Fiqhiyyah ‘Anil Qodloya As-Syar’iyyah  mulai hari Sabtu sampai Ahad, tanggal 15 sampai 16 Agustus 2026, serta Musabaqoh Jasmani dan Rohani mulai malam Senin sampai malam Kamis, 16 sampai 19 Agustus 2026.

Banyak cabang musabaqoh (lomba) yang diperlombakan, seperti Musabaqoh Qiro’atil KutubMusabaqoh Tilawatil Qur’an, Khitobiyyah, Tarik Tambang, Balap Karung, Cerkas Tafsir, Cerkas Alfiyah, Cerkas Fiqh, Lomba Karya Tulis Ilmiah, Lomba Hadroh dan debat tematik yang menjadi ajang lomba baru pada tahun ini.

Kemudian dilanjutkan dengan acara HIMMA (Himpunan Mutakhorrijin Mutakhorrijat Al-Anwar) yaitu Halqoh Nasional dengan tema “Harokah Syaikhina Maimoen Zubair Dalam Berjam’iyyah Nahdlotul Ulama” pada Kamis paginya tepatnya jam 09:00 WIB, serta Ngaji Bareng dalam rangka peringatan Harlah PP. Al-Anwar 1 ke-60 & Maulidiyyah pada pukul 12:30 WIB.

Acara Maulidiyyah & Harlah Ke-60 PP. Al-Anwar 1 Sarang diisi dengan Mauidhoh Hasanah dan pembacaan Maulid Al-Diba’i. Nampak para santri bertumpah ruah memenuhi majelis. Banyak juga dari alumni yang ikut menghadiri acara tersebut. Mereka dengan seksama dan antusias menyimak dan mengikuti rangkaian acara. Acara ini dihadiri Syaikhina KH. Muhammad Najih MZ, Syaikhina KH. Abdul Ghofur MZ, Syaikhina KH. Ahmad Wafi MZ, Syaikhina KH. Muhammad Idror MZ, dan Durriyah Al-Magfurlah Syaikhina Maimoen Zubair. Hadir juga KH. Sa’id Abdurrohim, KH. Muslih Mahmud dan Camat Sarang, hingga Kapolsek Sarang serta para tamu undangan.

RANGKAIAN ACARA

Acara dimulai sekitar pukul 20.00 WIB bertempat di bagian selatan Musholla Pondok Pesantren Al-Anwar (Musholla K. Zubair Dahlan). Susunan acara meliputi, Pertama Pembukaan, dilanjutkan dengan Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an oleh sdr. Ilyas Ro’if kemudian dilanjutkan dengan sambutan atas nama Panitia Harlah Ke-60 oleh Ust. Ahmad Alasfihani sekaligus Pengumuman Libur Maulid, yakni mulai hari Jum’at, 8 Rabi’ul Awal 1448 H./21 Agustus 2026 M. sampai hari Jumat, 15 Rabi’ul Awal 1448 H./28 Agustus 2026 M.

BACA JUGA :  HAFLAH TASYAKKUR IKHTITAM PP. AL-ANWAR 1

Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Maulid Al-Diba’i dan Salawat yang dipimpin oleh HMA Al-Anwar (Hadroh Marawis Al-Anwar) dan Do’a Maulid oleh Syaikhina KH. Ahmad Wafi MZ. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Yasin yang dipimpin oleh Syaikhina KH. Muhammad Idror MZ. Dilanjut tahlil yang dipimpin oleh Syaikhina KH. Ahmad Wafi MZ, lalu Do’a Tahlil oleh KH. Sa’id Abdurrohim dan KH. Muslih Mahmud. Kemudian dilanjutkan acara puncak yaitu Mauidhoh Hasanah dan Doa oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar 1 beliau Syaikhina KH. Muhammad Najih Maimoen.

Pada kesempatan ini, beliau bercerita bahwa santri dulu saat ngantri jeding menyempatkan diri untuk buka kitab. Lalu beliau meyenandungkan sya’ir :

إذَا تَمَّ عَقْلُ المَرْءِ قَلَّ كَلَامُهُ …. وَأَيْقِنْ بِحُمْقِ المَرْءِ إِنْ كَانَ مُكْسِرًا

Beliau  menerangkan bahwa ketika seseorang sudah sempurna ilmunya maka sedikit omongannya. Begitu juga sebaliknya, jika seseorang banyak ngomong maka akalnya belum sempurna. Dan santri dulu mudah dalam menghapal yang kemungkinan ini dikarenakan mereka tidak terlalu banyak ngobrol.

Beliau bercerita bahwa Mbah Zubair meski عاش فقيرا ومات فقيرا (hidup fakir dan mati dalam keadaan fakir) namun Mbah Zubair itu isoan (bisa banyak hal) bahkan beliau bisa membiayai biaya mondok Mbah Mun dan keponakan-keponakannya. Beliau juga takjub padahal Mbah Zubair selalu menghabiskan waktunya untuk ngaji tapi bisa melakukan banyak hal. Dan banyak orang-orang besar yang mengaji kepada Mbah Zubair.

Beliau mengingatkan kita untuk patuh terhadap peraturan dan seregep (semangat) dalam belajar dan menuntut ilmu. Dan juga, Karena beliau akan melaksanakan ibadah umroh, beliau menitipkan pondok ini kepada para pengurus, dan kembali berpesan agar semuanya semangat, baik pengurus, guru maupun para murid pondok pesantren Al-Anwar. Lalu acara ditutup dengan doa yang beliau panjatkan dengan penuh harapan.

 

Artikulli paraprakNadwah Fiqhiyyah ke-52 Pondok Pesantren Al-Anwar 1 Sarang, Bahas 9 Problematika Aktual di Masyarakat

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini