Abu Muslim al-Khaulani saat ia diceburkan ke dalam api

  • Karomah seperti di muka juga terjadi pada Abu Muslim al-Khaulani saat ia diceburkan ke dalam api. Ceritanya ketika ia bersama teman-teman pasukannya berjalan di atas sungai Tigris. Dari bentangannya sungai itu melemparkan lalu Abu Muslim menoleh kepada teman-temannya. “Periksalah barang-barang kalian hingga aku berdo’a kepada Allah !” perintahnya. “Saya kehilangan keranjang rumput,” kata sebagian temannya. “Ikuti saya,” kata Abu Muslim. Teman yang kehilangan keranjang rumput pun mengikutinya dan menemukan keranjang itu menyangkut pada sesuatu lalu memungutnya. Al-Aswad al-‘Ansi ketika mengklaim sebagai Nabi, mencari Abu Muslim.

“Apakah kamu bersaksi bahwa aku adalah utusan Allah?” tanya al-Aswad kepada Abu Muslim.

 “Saya tidak bisa mendengar,” jawab Abu Muslim

“Apakah kamu bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah?”

“Betul.”

Akhirnya al-Aswad menyuruh Abu Muslim dimasukkan ke dalam api. Ia akhirnya dimasukkan kedalam api namun mereka melihat Abu Muslim sedang shalat di tengah kobaran api itu. Api telah menjadi dingin dan menyelamatkan baginya.

Setelah Nabi wafat Abu Muslim datang ke Madinah. “Umar menyuruhnya duduk antara dirinya dan Abu Bakar Al Shiddiq. “Segala puji bagi Allah yang tidak mematikanku sampai aku melihat dari ummat Muhammad seseorang yang diperlakukan sebagaimana Ibrahim kekasih Allah.” Kata ‘Umar.

Seorang budak wanita memasukkan racun pada makanannya dan racun itu tidak membahayakannya.

Seorang perempuan menipu istrinya. Akhirnya perempuan itu ia kutuk dan akhirnya menjadi buta. Perempuan itu lalu datang dan bertaubat. Abu Muslim pun akhirnya mendo’akannya hingga Allah mengembalikan kembali penglihatannya.

Sa’id ibn al-Musayyib

  • Sa’id ibn al-Musayyib dalam peperangan pada era Yazid ibn Mu’awiyah mendengar adzan dari kuburan Rasulullah pada waktu-waktu shalat padahal masjid telah sepi tidak ada orang lain selainya.
  • ‘Umar ibn ‘Uqbah ibn Farqad suatu hari shalat di siang hari yang sangat panas lalu mendung pun memayunginya. Binatang buas melindunginya saat ia mengawasi kereta-kereta teman-temannya, karena ia disyaratkan untuk membantu mereka waktu perang.
  • Mutharrif ibn ‘Abdillah ibn Syikhkhir jika masuk rumah maka wadah-wadah miliknya ikut bertasbih bersamanya. Ia dan temannya pernah berjalan berdua dalam kegelapan kemudian ujung cambuknya menerangi keduanya.
BACA JUGA :  "Mengapa Belajar Tak Cukup Hanya di Kelas? Inilah Rahasianya!"     

Duduknya Nabi SAW Di Atas ‘Arsy

Al-Imam al-‘Allamah Syaikhul Islam Ibnul Qayyim telah mengutip keistimewaan yang aneh dan langka dan ia nisbatkan kepada banyak para imam salaf, yaitu ucapannya sebagai berikut :

(Faidah) al-Qadli berkata : “al-Marwazi telah menyusun sebuah kitab tentang keutamaan Nabi SAW. Di dalamnya ia menyebutkan didudukkannya Nabi di atas ‘arsy. Kata al-Qadli, “Didudukkannya Nabi di atas ‘arsy ini adalah pendapat Abu Dawud, Ahmad ibn Ashram, Yahya ibn Abi Thalib, Abi Bakr ibn Hammad, Abi Ja’far al-Dimasyqi, ‘Iyasy al-Dawri, Ishaq ibn Rahawiah, ‘Abdul Wahhab al-Warraq, Ibrahim al-Ashbihani, Ibrahim al-Harbi, Harun ibn Ma’ruf, Muhammad ibn Isma’il al-Salami, Muhammad ibn Mush’ab al-‘Abid, Abi Bakr ibn Shadaqah, Muhammad ibn Bisyr ibn Syuraik, Abi Qilabah, Ali ibn Sahl, Abi Abdillah ibn Abdinnur, Abi ‘Ubaid, al-Hasan ibn Fadhl, Harun ibn al-‘Abbas al-Hasyimi, Ismail ibn Ibrahim al-Hasyimi, Muhammad ibn ‘Imran al-Farisi al-Zahid, Muhammad ibn Yunus al-Bashri, Abdullah ibn al-Imam Ahmad al-Marwazi dan Bisyr al-Hafi.

Syaikh Ibnul Qayyim berkata, “Saya katakan bahwa duduknya Nabi SAW di atas ‘arsy adalah pendapat Ibnu Jarir al-Thabari, Imam dari semua ulama di atas yakni  Mujahid Imamu al-Tafsir, dan juga pendapat Abu al-Hasan al-Daruquthni. Salah satu syair dari al-Daruquthi mengenai duduknya Nabi di atas ‘arsy adalah sebagai berikut :

Hadits tentang syafaat dari Ahmad

Sanadnya sampai Ahmad al-Mushthafa

Ada hadits tentang dudukkanya beliau

Di atas ‘arsy , maka kita tidak boleh mengingkarinya

Pahamilah hadits sesuai teksnya

Janganlah memasukkan sesuatu yang merusak maknanya

Jangan kalian ingkari bahwa Nabi itu duduk

Dan jangan kalian engkari bahwa Allah telah mendudukkannya

 

[Sumber; Mafahim Yajibu An Tushohhah, Karya Sayyid Muhammad Bin Alawi Al Maliki]

1
2
3
Artikulli paraprakMAULIDIYYAH & HARLAH KE-58 PP. AL-ANWAR 1 SARANG
Artikulli tjetërBentuk Tawassul Yang Disepakati Ulama

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini