Innal kamala bil ‘amal Wa laisa dzalika bil aqwal Fa’mal tanal ma fil amal Wala takun mahdal qawal

Dunyakumu malil maqar

Wa innnama hiya lil mamar Fa’mal bimal maulal amar Wala takun baqaraz zimar Lam ta’lamu man dawwaru Lam ta’qilu ma ghayyaru Aina intihai ma shayyaru Kaifa intihai ma shayyaru Am humu fihi saqakum Ila al madzabikhi dzabkhakum Am I’takum uqbakum Am yudimu a’bakum Ya ahlal ‘uqulis salimah Wa ahlal qulubis salimah Kunu bihimmatil aliyah Wala takun kas saimah

Terjemahan bebas;

Wahai bangsaku! Cinta tanah air itu bagian dari iman Cintailah tanah airmu Jangan kalian jadikan jajahan Semua itu menuntut perbuatan Tidak cukup dengan ucapan Berbuatlah demi cita-cita Jangan cuma bicara Dunia ini bukan tempat menetap Dunia hanya tempat lewat Bertindaklah karena perintah Tuhan Jangan seperti sapi tunggangan Kalian tidak tahu siapa yang bikin ulah Juga kalian tidak berfikir siapa yang membikin ulah Kapan perjalanan semacam ini berhenti Juga bagaimana suatu peristiwa akan usai Adakah mereka memberimu minum? Juga kepada ternakmu? Adakah mereka membebaskanmu dari beban? Atau malah membiarkanmu tertimbun beban Wahai bangsaku yang berfikir jernih Berperasaan halus Kobarkanlah semangatmu Janganlah jadi pembosan

Lagu ini karya KH. Wahab Hasbullah, salah satu pendiri NU. Lagu ini pernah dinyanyikan oleh Syaikhina Maimoen Zubair pada saat acara HIMMA (Himpunan Mutakharrijin Mutkharrijat Al Anwar) 2009

BACA JUGA :  Risalah Wanita
Artikulli paraprakPeran Pondok Pesantren Salaf Di Masyarakat
Artikulli tjetërMeneladani Sepuluh Muharam

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini