Keutamaan Bulan Asyhurulhurum

  • Dosa dan kemaksiatan yang dilakukan di dalamnya memiliki tingkat dosa yang lebih besar dibanding bulan-bulan lainnya. Ibnu Katsir ketika menafsirkan firman Allah Swt, “فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ” menjelaskan bahwa larangan tersebut menunjukkan kemaksiatan pada bulan-bulan haram lebih berat dan lebih besar dosanya dibanding waktu lainnya. Sementara itu, Imam Qurthubi di dalam Tafsirnya menjelaskan bahwa Allah Swt secara khusus menyebut empat bulan haram dan melarang perbuatan zalim di dalamnya sebagai bentuk pemuliaan terhadap bulan-bulan tersebut, walaupun larangan berbuat zalim berlaku di setiap waktu seperti halnya Firman Allah Swt dalam surah Al-Baqarah ayat 197

 “ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ ”.

  • Pada bulan-bulan haram juga terdapat sepuluh hari pertama Dzulhijjah yang disebut sebagai hari-hari paling utama untuk beramal saleh. Nabi Muhammad Saw bersabda:

عن ابن عباس – رضي الله عنهما – أن النبي – ﷺ – قال: «مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهِنَّ أَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ الْعَشْرِ»، فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ! وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللهِ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ – ﷺ -: «وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللهِ، إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ»

  • Bulan-bulan haram juga memiliki keutamaan berupa anjuran berpuasa di bulan Muharram. Dalam hadis riwayat Muslim, Nabi Muhammad SAW bersabda:

عن أبي هريرة -رضي الله عنه- أن النبي – ﷺ – قال: «أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ»

      Dari uraian diatas dapat kita simpulkan bahwa Bulan-bulan haram atau Asyhurul Hurum bukan sekadar bagian dari penanggalan Islam, melainkan waktu-waktu istimewa yang dimuliakan langsung oleh Allah Swt. Kemuliaan tersebut menjadi pengingat bagi setiap Muslim agar lebih menjaga diri dari perbuatan dosa, memperbanyak amal saleh, serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. Pada bulan-bulan ini, umat Islam diajak untuk lebih menghormati nilai-nilai perdamaian, menjaga kehormatan sesama, dan memanfaatkan waktu dengan ibadah yang terbaik.

BACA JUGA :  MISKONSEPSI DALAM PEMUJAAN

     Keutamaan yang terdapat di dalamnya, seperti pahala amal yang dilipatgandakan, anjuran berpuasa di bulan Muharram, hingga kemuliaan sepuluh hari pertama Dzulhijjah, menunjukkan bahwa Allah Swt memberikan kesempatan besar bagi hamba-Nya untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Karena itu, sudah sepatutnya bulan-bulan haram dijadikan momentum untuk memperbaiki diri, memperkuat hubungan dengan Allah Swt, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

     Semoga dengan memahami makna dan kemuliaan Asyhurul Hurum, kita dapat lebih menghargai waktu-waktu yang telah Allah Swt muliakan, serta mampu mengisinya dengan amal-amal yang membawa keberkahan di dunia dan keselamatan di akhirat.

1
2
3
Artikulli paraprakPersiapan Haji: Belajar dari Nabi Muhammad Saw

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini