Pernahkah kita memanjatkan doa untuk sesuatu yang begitu kita inginkan, tetapi setelah sekian lama, apa yang kita harapkan belum juga terlihat hasilnya? Kita sudah berdoa selepas shalat, di sepertiga malam, ketika sujud, bahkan berkali-kali mengulang doa yang sama. Namun, apa yang dinanti seakan belum juga datang. Dari sinilah terkadang muncul pertanyaan dalam hati seorang hamba: “Mengapa doa saya belum dikabulkan? Apakah Allah tidak mendengar? Atau jangan-jangan doa saya ditolak?”

Pertanyaan-pertanyaan seperti ini jangan sampai membuat kita berburuk sangka kepada Allah hingga akhirnya menjauh dari Dzat yang selama ini menjadi tempat kita menyandarkan segala doa dan harapan. Jika sampai demikian, mungkin ada yang perlu kita benahi dalam cara kita mengenal Allah. Sebab boleh jadi, selama ini kita terlalu sibuk menunggu apa yang kita minta, tetapi lupa untuk bermuhasabah dan bertanya kepada diri sendiri: “Apakah doa yang saya panjatkan memang pantas untuk dikabulkan?”

Maka dalam kajian kali ini, kita akan mencoba melihat kembali persoalan tersebut melalui Al-Qur’an, hadis Nabi ﷺ, serta penjelasan para ulama. Bukan sekadar untuk mencari tahu mengapa sebuah doa belum dikabulkan, tetapi juga untuk memahami bagaimana seharusnya seorang hamba bersikap ketika jawaban dari doanya belum kunjung datang.

Allah Menjanjikan Jawaban atas Doa

Sebelum membahas mengapa doa belum dikabulkan, ada satu hal yang harus kita yakini terlebih dahulu: Allah tidak pernah lalai mendengar doa hamba-Nya.

Allah ﷻ berfirman:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ

Artinya: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku.” (QS. Al-Baqarah: 186)

BACA JUGA :  MEMETIK KEMULIAAN DI SEPULUH HARI PERTAMA DZULHIJJAH

Ayat di atas menunjukkan betapa dekatnya Allah dengan hamba-Nya. Bahkan ketika seorang hamba berdoa, dia tidak membutuhkan perantara untuk menyampaikan permohonannya kepada Allah.

Hal yang sama juga ditegaskan dalam firman Allah:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

Artinya: “Dan Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku mengabulkannya bagimu.’” (QS. Ghafir: 60)

Redaksi أَسْتَجِبْ لَكُمْ menunjukkan adanya janji Allah terhadap doa hamba-Nya. Namun, yang perlu diperhatikan adalah: ayat tersebut menjanjikan pengabulan, tetapi tidak menentukan bahwa pengabulan harus selalu berbentuk persis seperti apa yang kita minta dan pada waktu yang kita tentukan.

Di sinilah sering kali terjadi kesalahpahaman. Kita terkadang mengira bahwa doa yang dikabulkan adalah ketika sesuatu yang kita minta datang tepat sesuai keinginan. Padahal, pengabulan doa mempunyai bentuk yang lebih luas.

1
2
3
4
Artikulli paraprakHukum Pelestarian Candi dan Penggalian Situs Sejarah Menurut Pandangan Fiqih

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini