Karena itu, terkadang tertundanya doa bukan berarti Allah sedang menjauhkan kita dari kebaikan. Bisa jadi justru Allah sedang menjaga kita dari sesuatu yang tidak kita ketahui. Ketika Dosa Menjadi Penghalang

Di sisi lain, para ulama juga tidak mengajarkan seorang Muslim untuk hanya mengatakan, “Mungkin Allah belum memberi karena ada hikmah,” tanpa melakukan introspeksi. Seorang hamba tetap perlu melakukan muhasabah. Apakah masih ada dosa yang belum ditaubati? Apakah masih ada hak orang lain yang belum diselesaikan? Apakah makanan dan harta yang kita konsumsi sudah halal? Apakah kita masih memutus silaturahim? Apakah hati kita benar-benar bergantung kepada Allah atau justru hanya menginginkan pemberian-Nya?

Rasulullah ﷺ bersabda tentang seseorang yang berdoa sementara makanan, minuman, pakaian, dan penghidupannya berasal dari sesuatu yang haram:

ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ، أَشْعَثَ أَغْبَرَ، يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ: يَا رَبِّ، يَارَبِّ، وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ، وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ، وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ، وَغُذِّيَ بِالْحَرَامِ، فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ؟

Artinya: “Kemudian beliau menyebutkan seorang laki-laki yang melakukan perjalanan panjang, dalam keadaan rambutnya kusut dan tubuhnya berdebu. Ia menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berkata, ‘Wahai Rabbku, wahai Rabbku.’ Namun makanan yang dimakannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan ia diberi asupan dengan sesuatu yang haram. Maka bagaimana mungkin doanya dikabulkan?” (HR. Muslim)

Hadist di atas menunjukkan bahwa ada perkara-perkara yang dapat menjadi penghalang terkabulnya doa. Maka ketika doa belum kunjung mendapatkan jawaban, salah satu sikap yang tepat bukan hanya bertanya, “Kapan Allah akan memberikan apa yang saya minta?” Tetapi juga bertanya: “Apa yang harus saya perbaiki dari diri saya?”

Jangan Hanya Mengejar Jawaban, Perbaiki Hubungan dengan Allah

Doa tidak hanya dipandang sebagai sarana untuk mendapatkan sesuatu. Doa sendiri merupakan ibadah.

BACA JUGA :  BUBUR SURO DAN SEORANG YAHUDI

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ الدُّعَاءَ هُوَ الْعِبَادَةُ

Artinya : “Sesungguhnya Doa adalah ibadah.” (HR. Ibnu Majah)

Maka ketika seseorang berdoa, sebenarnya dia sudah mendapatkan sesuatu: kesempatan untuk menghadap Allah dan mengakui bahwa dirinya membutuhkan-Nya. Di sinilah terkadang kita keliru dalam memahami doa. Kita terlalu fokus kepada apa yang akan kita dapatkan setelah berdoa, tetapi lupa bahwa siapa yang sedang kita temui ketika berdoa jauh lebih penting. Karena itu, ketika doa belum terkabul, jangan sampai hubungan kita dengan Allah justru semakin jauh.

Jangan sampai ketika keinginan belum diberikan, shalat mulai ditinggalkan. Jangan sampai karena permintaan belum terwujud, kita berhenti tahajud. Jangan sampai karena doa belum mendapatkan jawaban, kita kemudian berkata, “Untuk apa saya berdoa lagi?” Justru di sinilah kesungguhan seorang hamba diuji.

1
2
3
4
Artikulli paraprakHukum Pelestarian Candi dan Penggalian Situs Sejarah Menurut Pandangan Fiqih

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini