Solusi Terbaik bagi Kemerdekaan

Bangsa Indonesia memiliki satu hari yang bersejarah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Yaitu lahirnya pertemuan para pemuda dari berbagai daerah. Mereka mencari solusi terbaik bagi kemerdekaan Republik Indonesia. Hari itu kita kenal sebagai Hari Sumpah Pemuda yang jatuh tiap tanggal 28 Oktober. Penting juga untuk kita ketahui bersama bahwa guru kita al-Maghfurlah Syaikhina KH. Maimoen Zubair juga lahir pada tanggal yang sama, yaitu 28 Oktober bertepatan dengan lahirnya sumpah pemuda pada tahun 1928.

Sumpah pemuda merupakan sebuah ikrar yang diucapkan oleh para pemuda Indonesia. Ikrar ini berisi janji untuk bersatu sebagai satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa. Sumpah pemuda juga memiliki arti penting terhadap perjuangan mewujudkan Indonesia merdeka. Karena pemuda merupakan kunci kemajuan dan kesejahteraan bangsa. Karena di tangan para pemuda lah, masa depan bangsa ini berada.

Untuk meraih kemerdekaan, semangat juang para pemuda dalam perjuangannya patut kita acungi jempol. Dengan keadaan yang serba darurat dan fasilitas yang minim, tidak mengendorkan semangat berkorban yang berkobar di dada. Namun jauh sebelum itu semua, telah lahir dari rahim sejarah Islam, pemuda-pemuda ideal, sehingga Rasulullah SAW pernah bersabda, “Para pemuda bersekutu denganku dan orang tua memusuhiku”.

Pemuda di Zaman Rasulullah Saw

Perjuangan dakwah Rasulullah tidak bisa lepas dari dukungan para pemuda. Di sana muncul babu al-‘ilmi (pintu ilmu) Sayyidina Ali bin Abi Thalib, Sayyidina Usamah bin Zaid, Sayyidina Abdullah bin Abbas dan masih banyak lagi. Ali misalnya, ia menjadi pahlawan di beberapa peperangan. Bahkan, Perang Khaibar menjadi saksi bisu atas kepahlawanannya.

Pernah diriwayatkan bahwa beliau berkata, “Demi jiwa anak Abu Thalib yang berada di tangan-Nya, seandainya aku terkena seribu hantaman pedang, hal itu lebih ringan ketimbang aku harus mati di atas ranjang.” Lain pula dengan Usamah bin Zaid. Dia dipercaya sebagai panglima pasukan yang diutus melawan negara super power saat itu, Romawi. Begitu juga dengan Abdullah bin Abbas. Kedalaman ilmu dan ketajaman pikirannya menjadikan sosok sahabat yang satu ini begitu terasa istimewa.

BACA JUGA :  MENYAMBUT TAHUN BARU ISLAM 1446 H

Terkait dengan Hari Sumpah Pemuda, maka yang perlu kita lakukan sekarang adalah berusaha menjadi pemuda sebagaimana sabda Rasulullah SAW;

شُبَّانُ الْيَوْمِ رِجَالُ الْغَدِ

“Masa depan sebuah bangsa akan ditentukan oleh pemudanya masa kini.”

Karakter Pemuda Penerus Bangsa

Lantas apa saja ciri-ciri pemuda yang ada dalam hadis di atas. Setidaknya ada beberapa karakteristik yang harus kita miliki. Pertama, memiliki keberanian. Pemuda ideal adalah individu yang berani mengungkapkan kebenaran dan menentang kesalahan. Mereka juga siap untuk bertanggung jawab serta menerima risiko saat mempertahankan keyakinan mereka. Contohnya adalah pemuda bernama Nabi Ibrahim yang menghancurkan berhala-berhala kecil, lalu menggantungkan kapaknya di leher berhala yang paling besar, untuk memberikan pelajaran kepada kaumnya bahwa menyembah berhala (Tuhan selain Allah) sama sekali tidak ada manfaatnya.

1
2
Artikulli paraprakMakna Filosofis “Jihad Santri Jayakan Negeri”
Artikulli tjetërHukum Memboikot Produk Israel

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini