Kedua, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi untuk mencari dan menemukan kebenaran atas dasar ilmu pengetahuan serta keyakinan. Artinya, seorang pemuda yang baik tidak pernah berhenti belajar dan menuntut ilmu.

Ketiga, selalu berusaha untuk menjaga akhlak dan kepribadian sehingga tidak terjerumus pada perbuatan yang dilarang oleh syari’at. Hal ini seperti kisah Nabi Yusuf dalam surah Yusuf [12] ayat 22-24. Kisah Nabi Yusuf tersebut sangat layak menjadi pegangan para pemuda. Di usia yang masih muda belia, Yusuf berhasil menjadi pujaan wanita di zamannya karena ketampanan wajahnya yang menyihir. Berbagai godaan dan rayuan mesra ia tampik sembari berlindung kepada Allah.

Keempat, tidak pernah menyerah dengan rintangan dan hambatan. Hal itu telah Muhammad muda contohkan. Beliau menjadikan tantangan sebagai peluang hingga ia menjadi pemuda yang bergelar Al-Amin (terpercaya) oleh masyarakatnya. Sejak kecil, Nabi Muhammad telah bekerja dengan kedua tangannya, membanting tulang memeras keringat sebagai ikhtiyar mencari karunia Allah yang terhampar di muka bumi.

Beliau tidak duduk manis, berpangku tangan menunggu uluran tangan orang lain. namun justru beliau membantu mengurangi beban penderitaan orang lain. Sosok pemuda seperti Nabi Muhammad yang seharusnya menjadi teladan para pemuda kita, sehingga mempunyai etos kerja dan usaha yang profesional, yang baik dan mumpuni. Lewat etos kerja dan usaha itulah, dalam usia yang sangat muda gemblengan Rasulullah telah mampu memberikan kontribusi yang luar biasa terhadap Islam dan umat Islam.

Pentingnya Eksistensi Pemuda

Dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober, kita berharap sosok pemuda ideal yang terdapat dalam diri tokoh-tokoh di atas bisa menjadi inspirasi bagi para pemuda Indonesia. Eksistensi pemuda memang sangat penting. Jatuh bangunnya sebuah peradaban tergantung pada potensi yang para pemuda miliki. Tidak heran jika Sayyidina Abdullah bin Abbas suatu saat pernah berkata,

BACA JUGA :  JANGAN KAU JADIKAN DIRIMU HAMBA DUNIA

عن ابن عباس قال : ما بعث الله نبيا إلا شابا ، ولا أوتي العلم عالم إلا وهو شاب

“Tidaklah Allah mengutus seorang Nabi kecuali ia seorang pemuda. Dan tidak pula seseorang diberi ilmu oleh Allah kecuali ia adalah pemuda.”

Sebuah syair mengatakan,

شبان اليوم رجال الغد و بنات اليوم امهات الغد

“Pemuda-pemuda saat ini adalah pemimpin masa depan. Dan pemudi-pemudi saat ini adalah ibu pertiwi untuk masa depan.”

Syaikh Musthofa Al-Gholayaini berkata:

إن فى يد الشباب أمرُ الأمة و في أقدامهم حياتنا

“Sesungguhnya di tangan para pemudalah urusan umat. Dan pada kaki-kaki merekalah terdapat kehidupan umat.”

1
2
Artikulli paraprakMakna Filosofis “Jihad Santri Jayakan Negeri”
Artikulli tjetërHukum Memboikot Produk Israel

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini