Dalam rangka menyambut hari lahirnya Rasulullah saw. dan harlah pondok yang ke 42, PP. Al-Anwar mengadakan serangkaian acara yang dilaksanakan mulai tanggal 28 Shafar-11 Rabiul Awwal 1430 H. Rangkaian acara tersebut adalah :
1. Nadwah Fiqhiyyah yang ke 35
2. Khitanan Masal
3. Lomba Santri Al-Anwar
4. Maulidiyyah dan Peresmian PP. Al-Anwar 2 Gondan Rejo
Dalam peringatan Maulidiyyah kali ini juga diadakan pertemuan alumni PP. Al-Anwar dari seluruh penjuru nusantara sebagai mana tahun-tahun sebelumnya. Dan dalam pertemuan alumni tahun ini ada tiga forum yang masing-masing mencetuskan kebijakan-kebijakan dan keputusan sidang. Tiga forum tersebut adalah :
1. ILMUNA (Ikatan Alumni Al-Anwar Jawa Tengah)
2. HASALWA (Himpunan Alumni Santri Al-Anwar Jawa Timur)
3. HIMMA Al Anwar

NADWAH FIQHIYYAH YANG KE 35
Nadwah Fiqhiyyah adalah forum bahtsul masail (kajian permasalah fiqih yang terjadi di masyarakat) yang diikuti oleh perwakilan pondok-pondok dari jawa tengah dan jawa timur. Diantara delegasi yang dating adalah PP. Lirboyo Kediri, PP. Al-Falah Ploso Kediri, PP. Sidogiri Pasuruan, pondok-pondok Sarang dan pondok-pondok lainnya. Dalam nadwah kali telah berhasil memutuskan 6 jawaban dari 10 pertanyaan yang telah menjadi agenda. Alhamdulillah acara tersebut berjalan dengan lancar walaupun tentu saja tak lepas dari perang argumentasi antar delegasi. Saling menjatuhkan lawan pun sudah menjadi tradisi yang tidak bisa dielakkan lagi, namun karena menggunakan akal yang sehat maka perbedaan tersebut bukanlah menjadi halangan untuk mencetuskan hasil-hasil / fatwa seputar hukum fiqih yang sangat berguna bagi masyarakat awam. Acara tersebut berlangsung selama 2 hari yaitu tanggal 29 shafar dan 1 R. Awwal 1430 H.

KHITANAN MASAL
Seperti kebiasaan sebelumnya untuk memperingati Maulidiyyah dan Harlah Pondok, PP. Al-Anwar mengadakan acara Khitanan massal. Acara tersebut diikuti anak-anak sekitar pondok Al-Anwar yang tentunya menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat sarang. Khitanan massal kali ini diadakan pada hari senin tanggal 5 R. Awwal 1430 H, namun satu hari sebelumnya juga diadakan arak-arakan dan jalan sehat yang dimeriahkan dengan adanya door prize yaitu 3 sepeda dan alat-alat tulis. Marching Band juga tak mau ketinggalan untuk menghangatkan suasana tersebut. 40 personil dikerahkan untuk melantunkan lagu-lagu andalan marching. Suasana kota sarang pun menjadi gempar sehingga terjadi kemacetan di sepanjang jalur PANTURA. Adapun pembagian door prize dilaksanakan di pantai sarang yang notabene menjadi wisata santri Al-Anwar. Group Gambus INSAN MADINA pun didatangkan untuk memeriahkan pembagian door prize tersebut.

LOMBA SANTRI AL-ANWAR
Seperti tahun-tahun sebelumnya, untuk memeriahkan Maulidiyyah dan Harlah Pondok, panitia mengadakan kompetisi antar khos PP. Al-Anwar yang meliputi lomba jasmani dan lomba rokhani. Adapun lomba jasmani meliputi lomba pathol (gulat santri), tarik tambang, memasukkan paku dalam botol, dan makan kerupuk, sedangkan lomba rokhani meliputi lomba baca kitab salaf, karya ilmiyyah, pidato, cerkas dan dzibaiyyah. Pada tahun ini juara umum kembali diraih oleh khos Darus Shahihain.

ILMUNA (IKATAN ALUMNI AL-ANWAR JAWA TENGAH)
Acara ILMUNA ke-2 dilaksanakan tanggal 10 R. Awal 1430 H. Tamu yang datang ke lokasi langsung disodori poster dan buku nadwah fiqhiyyah seharga Rp. 25.000,- lalu dipersilahkan ke tempat jamuan makanan di gedung Auditorium. Jam telah menunjukkan pukul 14.00 WIS dan peserta dipersilahkan memasuki ruang acara di gedung putih MGS yang menghadap ke barat.
ILMUNA kali ini bertepatan dengan sosialisasi pencalonan DPD gus Aufal Marom. Acara pun diisi dengan sambutan yang disampaikan oleh KH. Muhammad Wafi MZ tentang pelantikan tim sukses Aufal Centre.

Setelah itu dilanjutkan dengan sambutan KH. Aufal Marom. Beliau mengatakan bahwa selama ini yang menyemangati dirinya adalah KH. Khalwani purworejo untuk maju kepencalonan DPD “bagaimana nasib bangsa ini kalau nggak ada Kyai yang berjuang melalui jalan pemerintahan padahal ketika KH. Khalwani masih menjadi DPD dari 130 DPD 32 adalah pendeta�. Gus Aufal kemudian mencontohkan perjuangan berat yang telah berhasil diusahakan oleh senior beliau KH. Khalwani yaitu soal KTP, ada yang usul agar di dalam KTP tidak perlu dicantumkan agama. Sadar akan dampak negatifnya (seperti anak-anak orang Islam menikah dengan orang non muslim, orang kafir bisa dimakamkan di pemakaman Islam dll) maka Kyai Khalwani tidak menyetujuinya.
Kebetulan tahun ini calon DPD Jawa Tengah tidak ada yang Kyai kecuali Gus Aufal. Sedikit sosialisasi dari KH. Aufal Marom diberikan kepada para alumni. Beliau berkata “dalam pemilihan ada yang menang dan ada yang kalah. Adapun kalau beliau menang semoga tidak menjadi orang yang sombong, takabbur, lupa daratan dan apabila kalah semoga tidak nggeblak.

Adapun dalam pencalonan beliau tidak memakai money politik tetapi murni dukungan dari Masyayikh. Seumpama saja masyarakat Jateng ini diberikan uang Rp.1000,- bisa menghabiskan uang 26 Milyar padahal uang Rp. 1000,- sekarang itu tidak seberapa.

Pemilihan DPD ini merupakan masalah yang besar karena daerah pemilihan DPD adalah seluruh Jateng berbeda dengan DPR pusat yang cuma empat kabupaten. Di kudus biarpun beda-beda partainya namun soal pencalonan DPD mereka kompak mendukung KH. Aufal Marom.
Setelah sambutan dari Gus Aufal, Mbah Maimun datang dan langsung disambut para alumni dan para panitia. Dalam Sambutannya KH. Maimun Zubair menjelaskan bahwa Al Anwar merupakan Iqtibas yang diambil dari nama mbah Anwar yaitu kakek Mbah Mun (KH. Dahlan) sebelum naik haji. Jawa Tengah itu menjadi pokok oleh karena itu B. Inggrisnya adalah Central Jawa.

Agama Hindu (kepercayaan Animisme, dinamisme) baru bisa berkembang pesat di Jawa Tengah dengan ditandai banyaknya candi-candi karena pertama kali di Jawa Barat (sebagai tempat asal mulanya agama Hindu) tidak bisa maju.

NU berdiri di Jawa Timur namun baru bisa berkembang setelah diadakan muktamar NU di Jateng, oleh karena itu Jawa Tengah adalah pokok.
Allah sudah menakdirkan bahwa pada akhir zaman, Islam akan ramai tapi bukan yang hijau melainkan Islam yang biru. Oleh karena itu perjuangkanlah hijau tapi jangan sekali-kali menentang yang biru kalau menentang biru sama dengan menentang arus.
Saikhina juga menjelaskan bahwa Hizbuttahrir adalah pemimpin karena mereka mempunyai gagasan mendirikan Khilafah Al Islamiyyah. Padahal pada saat ini kholifah sudah habis. Kholifah hanya ada 4:
1. Khulafaur Rosyidin
2. Khilafah bani Umayyah
3. Khilafah bani Abbasiyyah
4. Khilafah Utsmaniyyah

Jadi cita-cita hizbuttahrir untuk mendirikan kholifah hanyalah mimpi.
“ojo melu biru tapi ojo nentang� hijau adalah alamatnya ahli surga, karena orang mati syahid pada hakikatnya masih hidup di dalam paruhnya burung yang berwarna hijau.
orang Islam meskipun biru, hijau, kuning, merah tidak boleh dikafir-kafirkan. Islam makin lama makin ramai. Pada saat zaman Jepang orang Islam yang sholat Cuma 5% setelah proklamasi 15 % setelah G 30 S PKI yang sholat semakin ramai 25 % sekarang pada zaman reformasi tambah lebih ramai lagi 75 %. Inilah sambutan dan nasihat yang diberikan saikhina Maimun Zubair pada acara ILMUNA kali ini.

Dalam kesempatan ini tim reporter Web-Site juga berhasil mewawancarai bapak Khaidar (sekretaris ILMUNA). Berikut adalah petikannya :
IS : apa acara/agenda ILMUNA? Bagaimana operasionalnya?
SI : dibentuknya ILMUNA adalah untuk membantu mengembangkan Al Anwar dan meng counter isu-isu miring tentang Anwar dan mensosialisasikan santri.
IS : menurut kabar yang kami dengar apa benar sudah ada dari alumni yang dikirim ke Irian Jaya untuk berdakwah?
SI : iya memang ada rencana seperti itu, namun sampai sekarang kami belum ada rencana definitive. Untuk merealisasikan sikap program tersebut tentunya butuh pembiayaan yang tidak sedikit. Oleh karena itu, tadi saya sudah ngomong-ngomong sama Gus Wafi tentang wacana kami yaitu membentuk organisasi skala Nasional, agar ada sinkronisasi antara HASALWA dan ILMUNA.
IS : apa nggak repot kalau sampai digabung ?
SI : Ya….kita sudah membentuk KORDA-KORDA di masing-masing daerah. Sebenarnya dari mbah Mun menghendaki kegiatan pertemuan Yasin Fadlilah dan Rothibul Haddad, tapi ternyata sulit direalisasikan. Namun sekarang sudah ada yang jalan, misalnya di Tegal, Pekalongan, Banyumas. Dan nantinya kalau jadi digabung programnya bukan kok ngumpulake santri. Tapi lebih ke mensosialisasikan pondok Anwar.
IS : Trus, bagaimana tanggapan Gus Wafi tentang rencana itu?
SI : beliau oke. Nanti setelah maghrib rencananya membahas ini.

HASALWA (HIMPUNAN ALUMNI SANTRI AL-ANWAR JAWA TIMUR)
Program dari HASALWA ini tidak beda jauh dengan ILMUNA yaitu melebarkan sayap-sayap da’wah Al Anwar tapi sayang HASALWA yang masih terlalu muda yaitu baru berumur 3 tahun belum mempunyai AD ART yang jelas, jadi programnya masih ngambang sementara ini yang berjalan adalah silaturrahim dari para alumni pada para masyayeh tiap ada even-even penting seperti harlah Al Anwar, haul simbah KH. Zubair dahlan dll. KH. Irfan Shodik berharap pada malam ini dengan adanya reformasi kepengurusan HASALWA bisa membentuk AD ART dan beliau mengusulkan agar ketuanya dari kalangan muda.

HIMMA AL ANWAR
Dari para alumni ada sebuah gagasan yang sangat urgen pada pertemuan kali ini yaitu membentuk organisasi alumni PP. Al-Anwar yang berskala nasional. Sebelum disepakati nama HIMMA Al Anwar sempat terjadi perdebatan sengit mengenai apasih nama yang pantas untuk persatuan seluruh alumni Al Anwar dalam skala Nasional tersebut. Pada hakikatnya semua alumni setuju untuk disatukan dalam satu wadah tanpa terembel-embeli Jawa Tengah dan Jawa Timur. Tapi yang namanya santri Al Anwar sudah terbiasa dengan musyawarah perdebatan dan akhirnya dapat diputuskan dengan disetujuinya nama HIMMA Al Anwar (himpunan mutakhorrijin mutakhorrijat Al Anwar) se- Indonesia. Sebelumnya diusulkan 4 nama:
1. IKA Al Anwar (ikatan alumni Al Anwar)
2. IKBAL Al Anwar (ikatan keluarga besar Alumni Al Anwar)
3. HIASAN Al Anwar (himpunan santri Al Anwar)
4. HIMA Al Anwar (himpunan manusia Al Anwar)

Tapi yang disetujui adalah HIMMA Al Anwar. Ketua umum langsung diserahkan kepada Ust. Ahmad Kholid Suyuti. Dan HIMMA Al Anwar dideklarasikan pada acara Maulidiyyah dan Harlah Al Anwar ke-42 yang bertempat di MA Gondanrejo yang dihadiri Menteri Komunikasi dan Informatika. Bapak Prof. Dr. Ir. H. Muhammada Nuh DEA.

MAULIDIYYAH DAN PERESMIAN PP. AL-ANWAR 2 GONDAN REJO
1. Persiapan Acara Peresmian Al Anwar 2 di Gondanrejo.
Pada jam 16.30 WIS konser marching band membuat suasana desa Gondan Rejo menjadi gembar bak perang palestina. Para panitia pengangkut snack untuk acara menjadi pemandangan pada sore tersebut. Dekorasi sudah jadi 80 %, kursi sudah tertata rapi dan antara laki-laki perempuan dipisah satir dengan tinggi 2.5 m. Laki-laki sebelah barat, putri sebelah timur. Panggung menghadap ke selatan dengan dekorasi miniatur gerbang taj mahal pun tak kalah menariknya. Sementara mobil jip hijau lengkap dengan pengeras suara telah siap untuk mengajak warga menghadiri acara tersebut.

BACA JUGA :  Dauroh Ilmiyyah Al-Habib Abdurrahman bin Husain Al-Habsyi

Dalam acara maulidiyyah kali ini juga diadakan bazaar yang diantaranya menjual poster syaikhina, hasil nadwah fiqhiyyah PP Al Anwar yang baru saja berlangsung seminggu sebelumnya, dan kaset DVD kunjungan Syaikh Rojab Dib dari Syiria.

Acara ini diikuti oleh beberapa personil antara lain MTs, MA putra-putri Al Anwar, santri putra-putri Al Anwar dan masyarakat setempat. Ternyata acara ini tidak hanya melibatkan pengurus PP. Al Anwar tapi juga melibatkan pengurus Madrasah Al Anwar Gondanrejo. Tepat pukul 20.00 WIS bapak menteri datang dikawal dengan 3 mobil polres Rembang, sedangkan beliau sendiri datang dengan mobil hitam berplat nomor RI 43 bemerek alphard M, dengan meriah menteri disambut oleh KH. Maimoen Zubair di depan ndalem KH. Abdullah Ubab MZ (putra KH. Maimoen Zubair). Sekitar pukul 20.40 WIS bapak menteri dijamu dengan makan malam di rumah KH. Abdullah Ubab MZ, dan tak lama kemudian (pukul 21.30 WIS) bapak menteri beserta rombongan menuju lokasi pengajian dan didampingi oleh Syaikhina Maimoen Zubair. Tampak antusias dari para santri putra maupun putri dalam menyambut kedatangan bapak menteri yang juga bisa berloghat jawa tersebut.

2. Acara Maulidiyyah dan peresmian PP. al-Anwar 2 Gondan Rejo
Baru pertama kali ini acara Maulidiyyah dan harlah PP. Al Anwar dilaksanakan di luar komplek PP. Al Anwar desa karangmangu. Pada tahun ini kegiatan tersebut diadakan dikomplek MTs atau MA Al Anwar yang nantinya akan diresmikan menjadi Pondok Al Anwar 2. Antusias penduduk sekitar sangat tinggi untuk mengikuti acata tersebut. Mereka berbondon-bondong mendatangi lokasi pengajiian sehingga jumlah tempat duduk yang disediakan panitia kurang karena sebagiannya telah diisi oleh para santri dan alumni. Sebelum acara dimulai didahului dengan penampilan Grup rebana Al Anwar dengan menyenandungkan beberapa bacaan sholawat Nabi. Acara tersebut dibuka oleh ketua panitia yaitu Ust. Indy Nayyiron. Menurut ketua panitia acara malam ini adalah rangkaian dari peringatan Maulid Nabi dan Harlah Pondok. Sebelumnya juga telah dilaksanakan nadwah fiqhiyyah, khitanan massal dan lomba santri.

Selanjutnya adalah sambutan dari bupati Rembang H. M. Salim. Dalam sambutannya beliau membicarakan tentang kebijakan-kebijakan Pemda Rembang untuk memajukan kota Rembang misalnya adanya proyek PLTU pada tahun 2009 ini. Beliau juga mengajak kita untuk berfikir bersih, tidak saling hasut sehingga akhirnya dapat membangun umat. Pada tahun ini Rembang berusaha untuk meningkatkan kemajuan yang sebelumnya termasuk daerah tertinggal bersama Wonogiri dan Banjar Negara.

Acara selanjutnya diisi oleh kepala dari Kakanwil depag Jateng. Dalam pidatonya beliau menyampaikan bahwa pesantren merupakan lembaga tertua yang banyak berpartisipasi dalam bidang pendidikan. Adanya MTQ oleh depag RI menjadi suatu bukti eksisnya pesantren. Dalam MTQ tersebut duta dari Jateng diantaranya adalah santri sarang yang akhirnya kontingen Jateng bisa masuk dalam tiga besar. Beliau menyampaikan adanya tiga program kebijakan dari depag yaitu:
1. Pengakuan terhadap produk pendidikan pesantren.
2. Kesetaraan pendidikan pesantren.
3. Mu’adalah yaitu kesetaraan lulusan pesantren dengan SMA.
Adapun program mu’adalah telah dilaksanakan di empat pesantren yaitu :
1. PP. Pabelan Magelang.
2. PP. Ta’mirul Islam Surakarta.
3. PP. Matholi’ul Falah Pati
4. PP. Al Anwar Sarang

Depag juga mengadakan program beasiswa bagi santri yang ingin melanjutkan ke universitas terkemuka semisal ITB, UIN Walisongo Semarang dll.
Pembacaan hasil pembentukan himpunan Mutakhorijin Mutakhorijat Al Anwar (HIMMA) oleh Ust. Muhsinin dari Irian Jaya menempati acara selanjutnya.

Acarapun dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan alumni dan wali santri oleh KH. Nasiruddin Qodir dari senori Tuban Jatim. Beliau mengharapkan agar lulusan santri Al Anwar bisa seperti salah satu di antara Syaikhina Maimoen Zubair atau bapak menteri komunikasi dan informatika Prof. Dr. Ir . H. Muhammad Nuh DEA. Menurut beliau bapak menteri adalah gambaran santri yang intelek. Bapak menteri pernah berkata : NU merupakan jam’iyyah Islam terbesar di dunia. Pendiri NU adalah jebolan Pesantren sehingga basis NU juga di pondok pesantren. Beliau juga menukil ucapan dari bapak menteri saat ceramah di kepengurusan NU Jatim, di antaranya: “reformasi tahun ini sangat besar sekali tetapi rakyatnya kurang siap menghadapinya. Ibarat ingin membuat rumah gedung tapi kunci pintunya masih memakai gembok cantol (kunci zaman kuno)�. Dalam perkembangan Islam di Indonesia bapak menteri pernah menyampaikan bahwa di salah satu museum CIna ada sebuah batu bertuliskan “Toghi� yang maknanya Al Jama’ah Al Islamiyyah yang ditemukan di Aceh tertulis angka 929 M. Dari bukti ini bisa disimpulkan bahwa Islam sudah masuk di Indonesia pada awal penyebaran Islam.
Acara selanjutnya disampaikan oleh Syaikhina Maemoen Zubair. Syaikhina berkata bahwa:

?¹?„?‰ ?¹?§?‚?„ ?§?† ???ƒ?ˆ?† ?¹?§?±?‚?§ ?¨?²?…?†?‡.

Maksudnya. Kita harus punya akal dan wawasan yang luas serta tahu tentang keadaan zaman. Beliau memberikan contoh hadits : ?§?„?†?§?³ ?´?±?ƒ?§?? ???? ?«?„?§?«?© ?§?„?…?§?? ?ˆ?§?„?…?„?­ ?ˆ?§?„?­?´???´ yang mana ?§?„?…?§?? yang zaman dulu adalah sebagai sumber kehidupan karena orang lahir dimandikan dengan air dan matipun dimandikan dengan air. Namun pada zaman sekarang ?§?„?…?§?? bisa diartikan sebagai tenaga medis karena manusia sangat membutuhkan mereka. ?§?„?…?„?­ pada zaman dulu diartikan sebagai garam yang merupakan pokok dari kesehatan namun pada zaman sekarang bisa diartikan sebagai obat-obatan. Sedangkan ?§?„?­?´???´ diartikan sebagai rumput dan pada zaman sekarang arti tersebut berubah menjadi BBM. Hal ini tak lain karena rumput merupakan bahan makan transportasi zaman dahulu yaitu kuda, Onta, keledai, dll. Oleh karena itu pada zaman sekarang ?§?„?­?´???´ bisa diartikan BBM karena sebagai bahan bakar transportasi.

Beliau juga menyampaikan seputar perkembangan Islam di Indonesia. Menurut beliau Islam sudah ada pada zaman shahabat. Soalnya setelah perang siffin ada sebagian shahabat yang pro Mu’awiyah dan pro sayyidina Ali dan ada juga yang tidak pro keduanya. Kelompok terakhir ini yang kemudian berlayar untuk menyebarkan Islam yang salah satunya sampai di Medan dengan bukti adanya banyak maqom sepanjang Medan ke Padang Panjang dikenal maqam anak perahu.
Beliau juga berpesan bahwa April yang nanti akan diadakan pemilu adalah bulan yang baik karena Rosulullah dilahirkan bulan Rabi’ul Awal yang bertepatan dengan bulan April. Orang yang pada bulan April kaya maka dalam satu tahun orang itu akan kaya. Dan juga pemilu nanti jatuh pada tanggal 9 yang menurut beliau angka 9 adalah angka yang baik juga, soalnya angka 9 dikalikan bilangan apapun jumlahnya tepap 9 contoh 9X9 = 81, 8+1 = 9. orang yang umur 18 namun masih goblok (bento) akan bento selamanya. Orang umur 81 belum sholat, maka sulit kalau disuruh sholat.

SAMBUTAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
Dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa kita harus yakin bangsa Indonesia yang besar ini akan punya makna yang besar karena adanya beberapa indikator:

  1. Tidak ada Negara yang mayoritas penduduknya Islam Kecuali Indonesia oleh karena itu baik buruknya bangsa Indonesia tergantung umat Islam.
  2. Tidak ada Negara yang NU nya besar kecuali bangsa Indonesia. Oleh karena itu baik buruknya umat Islam tergantung pada NU. Sebagai perumpamaannya jika ada orang Indonesia hidup di Indonesia tetapi dia tidak berjuang untuk Indonesia maka ketika dia mati dan dikubur di tanah Indonesia tanah itu akan bergumam “aku tahu kau lahir di Indonesia tetapi tidak memperjuangkan bangsa Indonesia maka carilah Negara lain selain Indonesia�.
  3. Adanya bonus demografi, keadaan Negara Indonesia yang rata-rata rakyatnya mempunyai umur 64 th dengan usia produktif 20-40 tahun mempunyai keunggulan tersendiri dibanding dengan luar Indonesia yang mempunyai masa 80 tahun dengan usia produktif 40-60 tahun. Maka pantas jika Indonesia masuk ke dalam Negara G20 dan tidak mungkin dunia bergerak tanpa Indonesia. Tentunya hal ini akan menarik simpati Negara luar Indonesia (iri hati). Sebagai salah satu contohnya adalah PP. Al Anwar yang mengambil usia 20-45 tahun (usia produktif) untuk menambah wawasan ilmu yang bertujuan baik dalam kalangan pesantren atau nasional yang mestinya ada dua syarat yang harus dipenuhi : 1. pintar; 2. sehat.

Dalam satu perumpamaan ketika orang pintar tapi tidak sehat maka prosesnya pun akan terganggu begitu pula sebaliknya jika orang tidak pintar tetapi orang ini sehat maka bagaimana mungkin orang ini akan menjadi orang yang maju yang mana tujuannya tidak lain adalah :

  1. Memiliki wawasan luas
  2. Memiliki teknis tinggi dalam menghadapi suatu permasalahan.

Perlu diketahui bahwa pondok pesantren adalah benteng akhlak, moral dan nasionalisme. Oleh karena itu pemerintah tidak boleh mendiskriminasi antara pendidikan nasional dan pendidikan non nasional.

Untuk menjadi manusia yang maju santri harus :
1. Menjauhi penyakit rendah diri (malu-malu dalam bertindak)
2. Mengambil manfaat dari kondisi apapun.

Maka akan timbul suatu pertanyaan : �bagaimana caranya?� tentunya hal ini mengundang banyak pemikiran antara lain:

  1. Santri harus punya impian besar yang memerlukan perenungan-perenungan yang berdasar wahyu Ilahi.
  2. Faham terhadap permasalahan.
  3. Kemampuan memanagement.
  4. Nilai dari hasil yang diukur dari niat dan keikhlasan, dan yakinlah bahwa pondok pesantren mempunyai ruh kepemimpinan yang mampu meningkatkan kualitas diri pribadi.

Jika seseorang yang sudah terjerat perceraian atau hal-hal yang tidak baik maka pikirannya akan beralur negatif, begitu sebaliknya jika seseorang berfikir positif maka ketika dia dihadapkan dengan suatu masalah maka tanggapannya pun positif misal jika dia menikah dengan orang gemuk ketika ditanya kenapa istrimu gemuk? Jawabnya istriku tidak gemuk tapi segar, jika dia menikah dengan orang yang kurus maka ketika ia ditanya kenapa istrimu kurus? Jawabnya istriku tidak kurus tapi langsing, jika ia menikah dengan orang yang pendek, ketika ia ditanya kenapa istrimu pendek? Jawabnya istriku tidak pendek tetapi efisien.

Di akhir pidato, bapak menteri mengucapkan selamat ulang tahun ke-42 untuk pondok pesantren Al-Anwar dan diakhiri dengan penandatanganan prasasti sebagai wujud peresmian pondok pesantren Al Anwar 2 dan penyerahan cinderamata oleh KH. Maimoen Zubair dan ditutup dengan do’a, oleh KH. M. Subkhi (ketua Depag Rembang).

Tim Reporter : Dzikri Fauqi, Jamaluddin, Farid Hamzah, M. Mutohhar, Azka

Artikulli paraprakHIKMAH 40 : Husnuzh Zhan
Artikulli tjetërISLAM DAN EKONOMI

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini