Tradisi Bagi-Bagi Ketan

Setelah melaksanakan rangkaian sholat Idul Adha, seluruh santri PP. Al-Anwar 1 Sarang dengan antusias menantikan sebuah tradisi yang selalu hadir setiap hari raya Idul Adha. Usai salat Id, para santri berebut menuju kediaman keluarga ndalem KH. Maimoen Zubair untuk mengikuti tradisi Bagi-Bagi Ketan. pembagian ketan berada  di depan ndalem al-Magfurlah Syaikhina KH. Maimoen Zubair setelah sholat Idul Adha selesai.

Para santri bahkan sampai harus berdesak-desakan agar bisa mendepatkan ketan usai sholat Idul Adha. Ketannya memang tidak seberapa, tetapi pemberian keluarga ndalem serta harapan untuk mendapatkan barokah beliaulah yang membuat para santri memperjuangkannya.“Bukan soal banyaknya, tapi ini soal rasa cinta kami kepada guru-guru kami. Ada harapan barokah dan keberkahan dari setiap suapan ketan ini,” ujar salah satu santri.

Tradisi bagi-bagi ketan ini sudah berlangsung bertahun-tahun dan menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Idul Adha di PP Al-Anwar 1. Ia bukan hanya sekadar pembagian makanan, melainkan juga sarana mempererat ikatan emosional antara santri dan keluarga pengasuh.

Penyembelihan Hewan Kurban

Usai menggelar sholat Idul Adha, Pondok Pesantren Al-Anwar 1 melaksanakan penyembelihan hewan kurban. penyembelihan hewan kurban dilakukan di perak. Tepatnya di depan musholla Asy-Syafi’iyyah yang bertempat di desa Temperak

Tahun ini PP. Al-Anwar 1 menyembelih 7 ekor sapi dan 2 ekor kambing. Sapi dan kambing berasal dari para Masyayikh dan beberapa tokoh masyarakat lainnya. Ada yang dari beliau sendiri Syaikhina KH. Muhammad Najih Maimoen, dari muhibbin dan dari beberapa tokoh masyarakat dan instansi. Untuk kambingnya sendiri berasal dari Gus Umam dan satu kambing lainnya dari wali santri yang ingin berkurban di Pondok Pesantren Al-Anwar 1. Banyak partisipan yang terdiri dari asatidz, pengurus, dan masyarakat sekitar yang sudah berpengalaman melaksanakan proses pemotongan hewan kurban.”

BACA JUGA :  Rangkaian Acara Maulidiyyah dan Harlah XLII Pondok Pesantren Al-anwar

Panitia kurban akan membagikan daging hewan kurban kepada masyarakat sekitar dan seluruh santri PP. Al-Anwar 1. Masyarakat menerima daging dalam kondisi mentah. Sementara itu, panitia membagikan daging kepada para santri dalam dua bentuk: sebagian sudah dalam keadaan matang untuk dinikmati bersama, dan sebagian lainnya dalam kondisi mentah kepada para pengurus yang ingin memasaknya sendiri. Hari Raya Idul Adha pun terasa kurang lengkap tanpa acara bakar-bakar ala santri

Rangkaian kegiatan Idul Adha di PP Al-Anwar 1 Sarang bukan hanya menjadi ajang ritual, tetapi juga pendidikan karakter. Semangat pengorbanan, kedisiplinan, kebersamaan, serta semangat melayani umat tercermin jelas dalam setiap aktivitas.

Tradisi di pondok Al-Anwar ini ini menjadi bukti bahwa pesantren bukan sekadar tempat belajar agama, tetapi juga pusat pembentukan akhlak dan budaya Islam yang membumi.

1
2
Artikulli paraprakKH. Maimoen Zubair dan Makna Hadis “Hatinya Tidak Akan Mati Pada Saat Hati Manusia Banyak Yang Mati”
Artikulli tjetërNabi Muhammad SAW Menjual Surga, Sayyidina Utsman Membelinya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini