Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā dengan hikmah dan kekuasaan-Nya telah memilih serta memuliakan sebagian makhluk-Nya di atas yang lain. Pemilihan tersebut bukan tanpa alasan, melainkan sebagai bentuk kemuliaan, keutamaan, dan tanda kebesaran-Nya agar manusia dapat mengenal nilai dari apa yang Allah agungkan. Di antara makhluk, waktu, tempat, dan amalan, terdapat perkara-perkara istimewa yang diberikan kedudukan lebih tinggi dibandingkan yang lainnya. Seperti halnya Allah Swt telah memilih para Rasul dari kalangan manusia, memilih zikir-Nya dari seluruh perkataan, memilih masjid-masjid dari seluruh tempat di bumi, memilih bulan Ramadan dan bulan-bulan haram dari seluruh bulan, memilih hari Jum’at dari seluruh hari, Dan Dia memilih malam Lailatul Qadar dari seluruh malam.

     Perlu kita ketahui bahwa dari mulai bulan ini sampai tiga bulan seterusnya seluruh Umat Islam di seluruh dunia sedang dan akan menempati bulan yang telah Allah Swt Muliakan. Sebagaimana Allah Swt berfirman di dalam Surat At-Taubah Ayat 36:

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌۗ ذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَافَّةًۗ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ ۝٣٦

Artinya: “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauh Mahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu), dan perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa.”

     Syaikh Ibnu Jarir At-Thabari di dalam kitab nya Tafsir At-Thabari dan Banyak Ulama Mufassirin menafsirkan redaksi  اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ sebagai bulan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Penafsiran tersebut merujuk pada hadis Nabi Muhammad Saw yang berbunyi:

BACA JUGA :  Mengucapkan Selamat Natal Dan Tahun Baru Bagi Umat Islam Haram Menurut Empat Madzhab

إِنَّ الزَّمَانَ قَدْ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللَّهُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ثَلَاثٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

Artinya: “Sesungguhnya waktu telah berputar sebagaimana mestinya, hal itu ditetapkan pada hari Allah menciptakan langit dan bumi. Dalam setahun ada dua belas bulan, diantaranya ada empat bulan yang mulia. Tiga darinya berturut-turut, yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab yang biasa diagungkan Bani Mudlar yaitu antara Jumadil Tsani dan Sya’ban.” (HR. Bukhari) .

1
2
3
Artikulli paraprakPersiapan Haji: Belajar dari Nabi Muhammad Saw

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini