Al-Malik di Antara Hamba-Hamba Nya

Adapun “al-Malik” (raja) dari hamba-hamba Allah adalah yang tidak membutuhkan apa pun selain Allah, dan meskipun Ia memiliki kerajaan dan tentaranya, semuanya tunduk kepada kehendak-Nya. Maka, apabila seorang hamba memiliki kerajaan, tentara, dan kekuatan lainnya, tetapi dia tidak bergantung pada itu semua dan hanya bergantung kepada Allah, maka dia telah mencapai derajat al-malik.

Apabila telah sampai pada tingkat ini, maka ia telah menjadi seperti raja yang tidak memerlukan siapa pun dalam kehidupan dunia maupun akhirat, seperti yang terjadi pada para nabi dan wali Allah. Mereka sepenuhnya bersandar hanya kepada Allah dan tidak memerlukan bimbingan dari selain-Nya.

Beberapa ahli makrifat telah mengungkapkan kisah bahwa seorang wanita bertanya kepada salah seorang ulama. “Beritahukan kepadaku, siapa yang sebenarnya menjadi tuan dari siapa: Anda kepada para pelayan anda atau mereka kepada anda?” Ulama tersebut menjawab, “Jika aku memutuskan keterikatanku kepada hasrat duniawi dan keinginanku, maka aku adalah tuan atas mereka.” 

Seorang ulama lainnya mendapat pertanyaan, “Bagaimana agar menjadi raja di dunia dan akhirat?” Ia menjawab, “Hiduplah dengan kezuhudan, jauhilah dunia, dan tinggalkan hasratmu terhadapnya.” Maksudnya adalah: potonglah keterikatanmu terhadap dunia dan nafsumu, maka engkau akan menjadi bebas dari kebutuhan duniawi dan kekuasaan yang fana.

Derajat ini mendekatkan hamba kepada sifat-sifat para malaikat dan membuat mereka semakin dekat kepada Allah. Itulah pemberian dari Allah yang sejati kepada seorang hamba, yaitu kebebasan sejati dari segala bentuk keterikatan kecuali kepada-Nya.

BACA JUGA :  Klarifikasi Terkait Berita di Tabloid Obor Rahmatn lil Alamin
1
2
Artikulli paraprakHUKUM MENGUCAPKAN SELAMAT NATAL
Artikulli tjetërPERAYAAN TAHUN BARU DALAM PANDANGAN ISLAM

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini