Keempat, selain hal-hal yang telah disebutkan sebelumnya, pesantren menanamkan akhlak sebagai nilai paling utama yang harus dimiliki santri. Bahkan, pesantren lebih mengutamakan pembentukan akhlak daripada penguasaan ilmu semata.

Dalam kitab Hilyatul Awliyā’ bahwa Malik bin Anas pernah berkata:

تَعَلَّمِ الأَدَبَ قَبْلَ أَنْ تَتَعَلَّمَ العِلْمَ

“Pelajarilah adab sebelum engkau mempelajari ilmu.”

Sayyid Muhammad juga mengatakan:

أَنَا أُعَلِّمُ الأَخْلَاقَ وَالْمُرُوءَةَ قَبْلَ العِلْمِ وَالكِتَابِ

“Aku mengajarkan akhlak dan muru’ah sebelum mengajarkan ilmu dan kitab.”

Akhlak ini bertujuan untuk membangun hubungan yang baik antara santri dan kiai. Dalam pesantren, seorang guru memiliki kedudukan yang lebih mulia daripada orang tua sendiri.

Sebagaimana dalam kitab Al-Manhajus Sawi karya Al-Habib Zein bin Ibrahim bin Smith:

آبَاؤُكَ ثَلاثَةٌ: أَبُوكَ الَّذِي وَلَدَكَ، وَالَّذِي زَوَّجَكَ ابْنَتَهُ، وَالَّذِي عَلَّمَكَ، وَهُوَ أَفْضَلُهُمْ

“Ayahmu ada tiga: Pertama, yang melahirkanmu. Kedua, yang menikahkanmu dengan anak perempuannya. Ketiga, yang mengajarimu ilmu, dan dia adalah yang paling utama di antara mereka.”

Ini hanyalah sekelumit keutamaan yang ada di pondok pesantren. Tentu masih banyak lagi alasan mengapa mondok (nyantri) itu penting. Ada segudang pelajaran dan pengalaman berharga yang hanya bisa kita dapatkan melalui kehidupan di pesantren.

 

Sumber:

Imam Muslim, Sohih Muslim, juz 1, hlm 15
Isma’il Haqi, Ruhu al-Bayan, Juz 5, hlm 264
Imam an-Nawawi, Al-Majmu’ Syarh al-Muhazzab, Juz 1, hlm 20
Sayyid Bakri Al-Makki, Kifayatul Atqiya wa Minhajul Ashfiya, hlm 51
Abu Naim al-Asbihani, Hilyatu al-Auliya’, Juz 6, hlm 330

BACA JUGA :  ANCAMAN LIBERALISME, SALAFY-WAHABI, SEKULARISME TERHADAP EKSISTENSI AHLUSSUNNAH WAL JAMA'AH (BAGIAN V)
1
2
3
Artikulli paraprakMALAM TA’ARUF SANTRI PONDOK PESANTREN AL-ANWAR 1 SARANG
Artikulli tjetërKeterkaitan Alam Semesta dengan Nama nabi Muhammad SAW

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini