Alhamdulillah, kita semua masih dipanjangkan umurnya sehingga bisa berjumpa dengan dua malam yang dimuliakan oleh Allah Swt, yaitu malam Tarwiyah dan malam Arafah. Pada malam-malam ini Allah Swt menjamin surga bagi siapapun yang menghidupkannya dengan ibadah dan amal-amal shaleh lainnya.

Disebutkan dalam kitab At Targhib Wat Tarhib karya Imam Al Mundziri, satu hadits yang diriwayatkan oleh Sayyidina Mu’adz bin Jabal, bahwa Nabi Muhammad Saw bersabda:

 من أحيا الليالي الخمس وجبت له الجنة: ليلة التروية وليلة عرفة وليلة النحر وليلة الفطر وليلة النصف من شعبان

Artinya: Barangsiapa yang menghidupkan lima malam ini (dengan ibadah), maka dia pasti masuk Surga, yaitu: 1) Malam Tarwiyah 2) Malam Arafah 3) Malam Idul Adha 4) Malam Idul Fitri 5) Malam Nishfu Sya’ban.”

Dalam riwayat yang lain mengenai keutamaan malam Arafah, Rasulullah Saw bersabda:

 ما من يوم أفضل عند الله من يوم عرفة ، ينـزل الله تعالى إلى السماء الدنيا، فيباهي بأهل الأرض أهل السماء، فيقول: انظروا إلى عبادي، جاؤوني شعثا غبرا ضاحين، جاؤوا من كل فج عميق، يرجون رحمتي، ولم يروا عقابي، فلم يُرَ يوما أكثر عتقا من النار ، من يوم عرفة.

Artimya: “Tidaklah ada hari yang lebih utama di sisi Allah daripada hari Arafah, Allah Swt menurunkan rahmat ke langit dunia, kemudian membanggakan penduduk bumi kepada penduduk langit seraya berkata: Perhatikan para hamba-hamba-Ku, mereka datang pada-Ku dalam keadaan tidak terawat, berdebu dan terkena matahari, mereka datang dari setiap penjuru, mereka berharap rahmat-Ku, padahal mereka tidak melihat siksa-Ku, maka tidak diketahui hari yang lebih banyak hamba yang terbebas dari neraka melebihi hari Arafah.” (HR. Ibnu Hibban)

Salah satu amalan yang dianjurkan pada malam-malam ini adalah memperbanyak dzikir, hal ini sebagaimana dijelaskan Imam An-Nawawi dalam kitab “al-Adzkar”;

  واعلم أنه يستحب إكثار من الأذكار في هذا العشر زيادة على غيره ويستحب من ذلك في يوم عرفة أكثر من باقى العشر  

Artinya: “Ketahuilah bahwa disunnahkan memperbanyak dzikir pada sepuluh awal Dzulhijjah dibanding hari lainnya. Dan di antara sepuluh awal itu memperbanyak dzikir pada hari Arafah sangat disunnahkan.”

Dalam hadits riwayat Imam Ahmad disebutkan:

 مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمُ عِنْدَ اللَّهِ وَلَا أَحَبُّ إِلَيْهِ الْعَمَلُ فِيهِنَّ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ فَأَكْثِرُوا فِيهِنَّ مِنْ التَّهْلِيلِ وَالتَّكْبِيرِ وَالتَّحْمِيدِ

Artinya: “Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal shaleh di dalamnya lebih dicintai oleh-Nya daripada hari yang sepuluh (sepuluh hari pertama dari Dzulhijjah), karenanya perbanyaklah tahlil, takbir, dan tahmid di dalamnya.” (HR Ahmad).

Amalan kedua yang sebaiknya dilakukan adalah puasa; Tarwiyah dan Arafah. Sebagaimana yang diriwayatkan Ibnu Abbas bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

BACA JUGA :  Lagu Patriotik Nahdlatul Wathan

 صَوْمُ يَوْمِ التَّرْوِيَةِ كَفَّارَةُ سَنَةٍ وَصَوْمُ يَوْمِ عَرَفَةَ كَفَّارَةُ سَنَتَيْنِ

Artinya : “Puasa hari Tarwiyah menghapus dosa setahun dan Puasa Arafah menghapus dosa dua tahun.” (HR Ibnu Hibban dan Ibnu an-Najjar)

Dalam hadits yang lain diriwayatkan:

 من صام يوم عرفة غفر له سنة أمامه وسنة خلفه، ومن صام عاشوراء غفر له سنة. رواه الطبراني في الأوسط 

Artinya: “Barangsiapa yang berpuasa di hari Arafah, maka dia diampuni (dari dosanya) setahun setelah dan sebelumnya. (sedangkan) barangsiapa yang berpuasa pada hari Asyura, maka ia diampuni (dari dosa) setahun.” (HR. Thabrani).

Lantas apa hikmah disyariatkannya puasa Arafah?

فائدة : قال ابن عباس رضي اللّٰه عنهما : و هذه بشرى بحياة سنة مستقبلة لمن صامه، إذ هو صلى اللّٰه عليه وسلم بشر بكفارتها، فدل لصائمه على الحياة فيها، إذ هو صلى اللّٰه عليه وسلم لا ينطق عن الهوى إن هو إلا وحي يوحى

Faidah: “Berkata Ibnu Abbas RA, ini adalah kabar gembira dengan dipanjangkan umurnya sampai tahun yang akan datang bagi orang-orang yang berpuasa di hari Arafah, karena Nabi Muhammad Saw memberi kabar gembira dengan dihapus dosa-dosanya. Maka ini menunjukan bagi orang yang berpuasa akan hidup pada tahun yang akan datang. Karena Nabi Muhammad SAW tidaklah berbicara dengan hawa nafsu dan tidaklah turun wahyu kecuali kepada beliau.” (I’anah at-thalibin juz 2 hal 442)

Dalam riwayat lain Rasulullah Saw menyebutkan:

قال رسول اللّٰه صلى اللّٰه عليه و سلم صوم يوم عرفة يكفر سنتين ماضية ومستقبلة وصوم يوم عاشوراء يكفر سنة ماضية ( رواه مسلم )

Artinya, “Puasa hari Arafah dapat menghapuskan dosa dua tahun yang telah lalu dan yang akan datang, dan puasa Asyuro (tanggal 10 Muharram) menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim).

Lantas apa yang membedakan diantara keduanya?

 فائدة : الحكمة في كون صوم يوم عرفة بسنتين عاشوراء بسنة، أن عرفة يوم محمدي يعنى أن صومه مختص بأمة محمد صلى اللّٰه عليه وسلم، و عاشوراء موسوي، و نبينا أفضل الأنبياء صلوات اللّٰه عليهم أجمعين فكان يومه بسنتين

Faidah: “Hikmah di dalam puasa Arafah dengan dihapus dosa-dosanya dua tahun dan puasa hari Asyuro satu tahun, karena sesungguhnya Arafah adalah hari Nabi Muhammad Saw, dengan artian sesungguhnya puasa Arafah khusus untuk umat Nabi Muhammad Saw. Sedangkan hari Asyuro adalah harinya Nabi Musa AS. Dan Nabi kita Muhammad Saw lebih mulia dari Nabi-nabi yang lain, maka puasa Arafah bisa menghapus dosa dua tahun.”

Semoga kita semua senantiasa diberikan taufiq oleh Allah Swt agar senantiasa melakukan amal ibadah yang bisa mendekatkan kita kepada Allah Swt untuk meraih surga-Nya. Amiin

Artikulli paraprakTahlil & Kirim Doa Memperingati Haul KH. Maimoen Zubair Ke-4 di Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang
Artikulli tjetërBEBERAPA KESUNNAHAN YANG DAPAT DILAKUKAN PADA HARI RAYA IDUL ADHA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini