Setelah melakukan perundingan panjang, akhirnya terjadi kesepakatan antara kaum Muslimin dan Quraisy, yang dikenal dengan Perjanjian Hudaibiyah.

Beberapa isi penting Perjanjian Hudaibiyyah antara lain:

  1. Gencatan senjata selama 10 tahun antara kedua pihak.
  2. Umat Islam tidak jadi umrah tahun itu, tetapi boleh datang tahun berikutnya dan tinggal di Makkah selama tiga hari saja.
  3. Siapa pun dari Quraisy yang datang ke Madinah tanpa izin walinya harus dikembalikan ke Makkah, tetapi jika ada orang dari pihak Muslim yang membelot ke Quraisy, tidak harus dikembalikan.
  4. Suku-suku Arab bebas memilih untuk bergabung dengan pihak Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam atau Quraisy.

    Sebagian sahabat merasa isi perjanjian tampak merugikan kaum Muslimin . Tetapi Nabi Muhammad Saw menerimanya karena melihat hikmah dalam jangka panjang.

Sikap Para Sahabat

    Sebagian sahabat, terutama Umar bin Khattab Radhiallahu ‘Anhu merasa berat dengan isi perjanjian itu karena tampak merugikan pihak Muslimin. Namun Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menandatangani perjanjian itu dengan sabar, karena beliau melihat hikmah besar di balik perjanjian tersebut.

  Abu Bakar Radhiallahu ‘Anhu meyakini langkah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sudah tepat, lalu Beliau meyakinkan sahabat-sahabat lainnya termasuk Umar Radhiyallahu ‘Anhu.

Hikmah Dan Dampak Peristiwa Hudaibiyah

  1. Menjadi Kemenangan yang Nyata

    Allah Ta’ala menamakan perjanjian ini sebagai “fathan mubinan”, kemenangan yang nyata. Allah swt berfirman :

 اِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُّبِيْنًا

Artinya:

“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata.” (QS. Al-Fath: 1).

    Karena dari sinilah pintu dakwah dan penyebaran Islam semakin terbuka. Berbondong-bondong orang kafir masuk Islam.

  1. Menguji Ketaatan Para Sahabat
BACA JUGA :  HIKMAH KE 75 : MINTALAH MENURUT ALLAH

    Perjanjian ini menjadi ujian besar bagi sahabat, apakah mereka akan taat kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam meskipun keputusan beliau tampak tidak menguntungkan, Mereka akhirnya tunduk dan patuh, yang menunjukkan kekuatan iman mereka.

  1. Menunjukkan Kebijaksanaan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

    Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengutamakan damai, sabar, dan strategi jangka panjang, bukan emosi. Beliau tahu bahwa perdamaian ini akan membuka peluang dakwah yang lebih luas.

  1. Membuka Jalan Dakwah yang Lebih Luas

    Setelah Perjanjian Hudaibiyyah, hubungan antara kaum Muslimin dan Quraisy menjadi lebih tenang, sehingga banyak orang Arab yang akhirnya mengenal Islam tanpa rasa takut terhadap perang.

1
2
3
Artikulli paraprakSemarak Idul Adha 1447 H di Pondok Pesantren Al-Anwar 1 Sarang

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini