شعاع البصيرة يشهدك قربك منه وعين البصيرة يشهدك عدمك لوجوده وحق البصيرة يشهدك وجوده لا عدمك ولا وجودك

“Sinar mata hati (Cahaya akal) menunjukkan betapa dekatnya Allah denganmu, Mata hati (Cahaya ilmu) menunjukkan tiadanya dirimu karena wujudnya Allah, kebenaran mata hati (Cahaya ilahi) hanya menunjukkan wujudnya Allah, bukan ketiadaanmu ataupun wujudmu”.

                Ihsan adalah derajat penghambaan yang sangat tinggi karena seorang hamba merasa sangat dekat dengan tuhannya (Allah). ini sesuai dengan hadist nabi:

اْن تعبد الله كاْنك تراه و إن لم تكن تراه فإنه يراك

Ihsan mempunyai 3 tingkatan :

1.شعاع البصيرة  

                Yaitu ilmu yang didapatkan oleh akal dalam tingkatan ini kamu akhirnya bisa mengetahui Allah dan tahu hakikat wujudnya dunia ini. Akal adalah media untuk mendekatkan diri kepada Allah dan merupakan hal yang sangat penting, Allah berfirman:

وتلك الاْمثال نضربها للناس لعلهم يتفكرون

oleh karena itu jangan kamu gunakan untuk hal-hal yang tidak ilmiah karena nanti ada hisabnya, Allah menyiksa orang-orang yang tidak menggunakan akalnya, Allah berfirman:

أولئك كالاْنعام بل هم اْضل

                Dalam tingkatan ini ilmu yang paling penting adalah ilmu Wahdaniyah (ilmu Tauhid) karena kalau orang tahu sifat Wahdaniyah maka dia merasa bahwa Allah sangat dekat, Allah berfirman:

اْينما تولوا وجوهكم فثم وجه الله

dan bisa membuat kita merasa sungkan dan mendorong kita untuk melakukan hal baik karena kita selalu merasa diawasi oleh Allah SWT

2.عين البصيرة  

                Adalah orang yang beramal shalih secara terus-menerus sehingga Islam telah menjadi bagian tubuhnya dan tidak ada keraguan sama sekali. Ketika seorang hamba berada ditingkatan ini maka dimatanya dunia ini sudah tidak ada lagi yang diingat hanya Allah SWT, ketika dia diberitahu tentang sifat-sifat Allah dia akan meyakininya dengan sungguh-sungguh tanpa harus berangan-angan dulu bagaiman dalil aqli dan naqlinya, ia merasa sudah tidak bisa melakukan apa-apa kecuali dikehendaki oleh Allah SWT.

BACA JUGA :  HIKMAH KE-58 Pangkal Dari Kehinaan

 

3. حق البصيرة

                Sebenarnya tingkatan ini sama dengan tingkatan yang ke-2, akan tetapi tingkatan ini benar-benar sempurna, ketika hamba berhasil mencapai tingkatan ini maka ia tidak akan mengingat apapun, tiada yang dia ingat kecuali Allah SWT , bahkan ia sampai lupa dirinya sendiri, lupa segala-galanya, ketika dia ditanya siapa kamu dia hanya bisa menjawab “ALLAH” karena tiada yang diingatnya kecuali Allah SWT.

                Perbedaan derajat ini dengan derajat yang ke-2 adalah kalau derajat yang ke-2 itu masih berhubungan dengan urusan dunia beda halnya dengan derajat ke-3, akan tetapi kedua derajat ini sama-sama disebut dengan وحدة الوجود

 

Semoga kita diberi nikmat oleh Allah termasuk orang-orang yang dekat denganNya Amin…

Artikulli paraprakPuasa Tarwiyah dan Arafah
Artikulli tjetërMembaca Doa Saat Wudhu di Kamar Mandi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini