Bahaya Meremehkan Dosa-Dosa Kecil

Sebagaimana kebaikan kecil tidak boleh diremehkan, dosa-dosa kecil pun demikian. Rasulullah ﷺ memperingatkan:

“Awaslah kalian dari dosa-dosa kecil yang biasa diremehkan, sebab dosa-dosa itu bisa terkumpul hingga membinasakan pelakunya.”
(HR. Ahmad)

Imam Ibnul Mubarak berkata dengan sangat mendalam:

رُبَّ عَمَلٍ صَغِيرٍ تُعَظِّمُهُ النِّيَّةُ ، وَرُبَّ عَمَلٍ كَبِيرٍ تُصَغِّرُهُ النِّيَّةُ

“Berapa banyak amalan kecil yang menjadi besar karena niat pelakunya, dan berapa banyak amalan besar yang menjadi kecil karena niatnya.”

Maka niat menjadi penentu nilai amal di sisi Allah. Kebaikan yang tampak sepele namun dilakukan dengan ikhlas, bisa menjadi sebab seseorang mendapatkan derajat tinggi atau bahkan masuk surga.

Dosa Kecil yang Terulang Bisa Membinasakan

Ibnu Baththol rahimahullah menambahkan:

الْمُحَقَّرَاتُ إِذَا كَثُرَتْ صَارَتْ كِبَارًا مَعَ الْإِصْرَار

“Dosa yang kamu anggap remeh bisa menjadi dosa besar jika dilakukan terus-menerus.”

Ungkapan ini memperkuat pentingnya menjaga diri dari dosa kecil, karena jika kamu anggap remeh, ia bisa menjadi bencana besar di akhirat kelak.

 

Banyak orang terjebak dan merasa aman dengan amal kebaikan yang besar, padahal ia sering meremehkan dosa-dosa kecil. Imam Ahmad meriwayatkan perumpamaan yang menggugah hati:

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِيَّاكُمْ وَمُحَقَّرَاتِ الذُّنُوبِ فَإِنَّمَا مَثَلُ مُحَقَّرَاتِ الذُّنُوبِ كَقَوْمٍ نَزَلُوا فِي بَطْنِ وَادٍ، فَجَاءَ ذَا بِعُودٍ، وَجَاءَ ذَا بِعُودٍ حَتَّى أَنْضَجُوا خُبْزَتَهُمْ، وَإِنَّ مُحَقَّرَاتِ الذُّنُوبِ مَتَى يُؤْخَذْ بِهَا صَاحِبُهَا تُهْلِكْهُ.

“Berhati-hatilah dari dosa-dosa yang dianggap remeh, karena permisalan dosa-dosa yang dianggap remeh ibarat suatu kafilah safar yang bermalam di sebuah lembah, setiap orang mengumpulkan sebuah  kayu bakar hingga mereka dapat memasak roti mereka. Sesungguhnya dosa-dosa yang dianggap remeh itu dapat membinasakan pelakunya jika ia dihisab.” (HR. Ahmad)

BACA JUGA :  KEMULIAAN DZULHIJJAH: DOA MUSTAJAB DI MALAM IDUL ADHA

Abu Ayyub Al Anshori berkata,

إِنَّ الرَّجُل لَيَعْمَلُ الْحَسَنَةَ فَيَثِقُ بِهَا وَيَنْسَى الْمُحَقَّرَاتِ فَيَلْقَى اللَّهَ وَقَدْ أَحَاطَتْ بِهِ ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَعْمَلُ السَّيِّئَةَ فَلَا يَزَالُ مِنْهَا مُشْفِقًا حَتَّى يَلْقَى اللَّه آمِنًا

“Sesungguhnya seseorang melakukan kebaikan dan terlalu percaya diri dengannya dan meremehkan dosa-dosa, maka ia akan bertemu dengan Allah dalam keadaan ia penuh dengan dosa. Sesungguhnya seseorang melakukan kejeleken dalam keadaan terus merasa bersalah, maka ia akan bertemu dengan Allah dalam keadaan aman.”

Walhasil, Islam tidak hanya memandang besar kecilnya amal dari bentuknya, tapi dari niat, keikhlasan, dan keberlanjutannya. Maka dari itu, jangan pernah meremehkan kebaikan sekecil apa pun. Bisa jadi, di mata manusia itu kecil, namun di sisi Allah, ia lebih berat dari gunung.

Jangan pernah meremehkan kebaikan, bisa jadi seseorang itu masuk surga bukan karena puasa sunnahnya, bukan karena shalat malamnya tapi bisa jadi karena perbuatan kecilnya.

Allah tidak akan menyia-nyiakan amal kebaikan sekecil zarrah (atom) sekalipun.

Allah Swt berfirman;

فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَه

Siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya.” (QS. Az-Zalzalah:7)

 

Referensi:
Imam Muslim, Sohih Muslim, juz 8, hlm 37
Ibnu Abdi al-Bar, at-Tamhid, juz 13, hlm 539
Abdur Rouf al-Munawi, At-Taysiir bi Syarh al-Jaami’ as-Shoghiir, juz 1, hlm 25
Ibnu Rojab Al-Hanbali, Jamiu al-Ulum wa al-Hikam, juz 1, hlm 69
Ibnu Hajar al-Asqolani, Fathu al-Bari, juz 11, hlm 330
Imam Ath-Thobarani, al-Mu’jam al-Kabir, juz 6, hlm 165

1
2
3
Artikulli paraprakRESENSI KITAB SYARI’ATULLAH AL-KHOLIDAH KARYA SAYYID MUHAMMAD
Artikulli tjetërMEMETIK KEMULIAAN DI SEPULUH HARI PERTAMA DZULHIJJAH

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini