Islam Masuk Indonesia
Islam masuk Indonesia menurut pendapat mashur dibawa oleh Sunan Wali Songo, secara hakikat Islam masuk Indonesia sebelum Wali Songo, tapi Islam berkembang dan terkenal pada zaman Wali Songo. Ini adalah sejarah yang mashur menurut Dr. Habib Nagib al-Athos Malaysia dan KH. Abdullah bin Nuh Cianjur, Wali Songo kebanyakan sulalah Ba’alawi, sedangkan Sunan Kalijogo dan Sunan Muria mereka berdua dari indonesia. ada yang berpendapat dari Abasiah.
Di sini juga ada al-Alim beliau adalah Syekh Abu Fadhol al-Senori, kakeknya adalah pendiri pondok Sarang, Syekh Abu Fadhol al-Senori beliau adalah ulama Jenius, memiliki banyak karangan, termasuk Syarh Uqudul Juman, Syarah alfiyah ‘iqdu al-Farid mamduh di Yaman, Ayahnya adalah Syaikh Abu Syakur, alumni Mekkah, beliau belajar kepada ayahnya, belajar kepada Mbah Hasyam Asyari sekitar satu bulan.
Terima kasih banyak, semoga Allah SWT. membalas dengan sebaik-baik balasan, dan Semoga barokah pada diri kalian, pondok kalian di Astralia dan di Jazair.
Mauidhoh Hasanah Pertama
Fadilah al-Syaikh Abu Mu’iz Abdul al-Hafidz al-Jazair al-Dimasqi sangat bergembira, sangat senang, dan terharu di Pondok Pesantren al-Anwar ini, karena sering berkunjung kesini, kerena wafa kepada mbh Moen, beliau sangat terharu, di sini beliau merasakan barokah-barokah miros nabawi warisan dari Rosulullah SAW, yang Allah SWT berikan melalui mbah Moen, dan Aslafna, dan para masyayikhinya beliau merasakan.
Mari kita benar-benar mencari ilmu karena Allah SWT, kerena miros nabawi, kita mendapatkan agama Islam harus pakai ilmu.
Karena Allah SWT berfirman,
اَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ
“Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Apabila dikatakan, “Berdirilah,” (kamu) berdirilah. Allah niscaya akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS; Mujadalah, 11)
Islam Harus Pakai Ilmu
Kita mengamalkan Islam harus pakai ilmu, kita mendapat derajat dekat dengan Allah SWT itu pakai ilmu, jalannya ilmu di samping mengamalkan sebisanya, tapi ilmu itu dengan kalian ngaji, mengajar, mendiklat anak, punya generasi yang baik itulah adalah meningkatkan derajat-derajat di sisi Allah SWT, jangan kita mencari derajat-derajat Dunia di sisi masyarakat, tapi yang kita cari derajat di sisi Allah SWT.
Semoga kita menjadi orang-orang yang seperti mbh Moen dekat dengan Allah SWT, semuanya amalnya untuk Allah SWT, bukan untuk manusia dan bukan untuk dunia.
Kesimpulan
Poinya: Islam harus pakai ilmu, mendapatkan waris nabawi itu paling hebat adalah ilmu, kerena kenjeng nabi tidak mewariskan dirham dan dinar, akan tetapi mewariskan ilmu.
عَنْ أَبِيْ الدَّرْدَاءِ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَطْلُبُ فِيهِ عِلْمًا سَلَكَ اللَّهُ بِهِ طَرِيقًا مِنْ طُرُقِ الْجَنَّةِ وَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ وَإِنَّ الْعَالِمَ لَيَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ وَالْحِيتَانُ فِي جَوْفِ الْمَاءِ وَإِنَّ فَضْلَ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ وَإِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ وَإِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ (رواه أبو داود)
“Abu Darda berkata, aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa meniti jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan mempermudahnya jalan ke surga. Sungguh, para malaikat merendahkan sayapnya sebagai keridhaan kepada penuntut ilmu. Orang yang berilmu akan dimohonkan ampunan oleh penduduk langit dan bumi hingga ikan yang ada di dasar laut. Kelebihan seorang alim dibanding ahli ibadah seperti keutamaan rembulan pada malam purnama atas seluruh bintang. Para ulama adalah pewaris para nabi, dan para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, mereka hanyalah mewariskan ilmu. Barangsiapa mengambilnya maka ia telah mengambil bagian yang banyak” (Riwayat Abu Dawud)
Semoga kita tetap isthighol bi al-Ilmi, ilm al-Din al-Syar’iyah, itu adalah minhaj atau warisan nabawi, semoga kita menetapi iman dan islam, tidak senang dengan sistem non islam tapi harus tau suasana, kita jangan radikal, jangan memaksakan kehendak, ana urid wa anta turid, wa Allahu yaf’alu ma yurid.


