Mauidhoh Hasanah kedua dan Do’a
Fadilah al-Syaikh Ahmad bin Muhammad al-Ma’buth al-Jazair al-Dimasqi, Pertama beliau sangat gembira, dengan kedatangan beliau di tengah kita semua, belaiu bercerita nikmat yang terbesar yang Allah SWT beri kepada kita adalah terutusnya rosulullah SAW, yang nikmat ini tidak dapat kita gambarkan, kecuali kita membandingkan keadaan manusia sebelum kedatangan beliau dan setelah kedatangan beliau SAW. Kita tidak bisa membayangkan jika Allah tidak mengutus nabi Muhammad SAW, sehingga semua ilmu yang ilmuan bahas hari ini sebenarnnya mengambil berkah nur baginda nabi Muhammad SAW.
Hari ini semua manusia kebingungan dalam menentukan apa itu akhlaq, maka jawabanya adalah apa yang ada dalam diri baginda Rosulullah SAW, itulah yang menjadi patokan mana akhlaq mana bukan akhlaq, maka keberkahan yang baginda nabi Muhammad SAW bawa bukan untuk umat Islam saja, bahkan orang di luar islam juga sebenarnya menikmatinya.
Ketiga, beliau menyampaikan secara umum, apa yang Rosulullah SAW bawa. Yaitu apa yang namanya Islam mencangkup tiga perkara dan kita sudah sama-sama paham di dalam hadis Jibril as,
Apa itu Islam? Iman? dan Ihsan? di akhir hadis Rosulullah SAW bertanya, wahai sahabatku ini jibril datang kepada kalian semua untuk mengajarkan Agama kalain. Kata- kata al-Din mencangkup tiga hal yaitu islam, iman, dan ihsan. Beliau mengatakan ulama-ulama terdahulu menyederhanakan tiga perkara ini dengan mengatakan baginda Rosulullah SAW. datang dengan membawa ilmu, amal, dan hal.
Al-Ilmu
Al-Ilmu, tidak mungkin seseorang itu bisa mengamalkan agama kecuali dengan ilmu, sebagaimana yang telah masyayikh kita sampaikan.
Al-Amal
Al-Amal, al-Syaikh Ahmad mengatakan, di dalam baginada Rosulullah SAW. Pekerjaan yang beliau lakukan itu menjadi sumber ilham bagi semua orang. Sehingga kepribadian baginda Rosulullah SAW bukan hanya satu arah, atau hanya khusus untuk satu orang saja. Akan tetapi semua orang bisa mengambil qudwah dari baginda Rosulullah SAW. Seorang jendral, pemimpin negara, tentara, apa bila ingin menjadi peimimpin yang baik. Maka akan bisa mengambil faidah dari siroh baginda Rosulullah SAW. Begitu juga seorang suami, jika ia ingin menjadi suami yang ideal. Maka sangat mudah bagi dia untuk mendapatkan kriteria ideal dengan cara melihat sejarah baginda Rosulullah SAW. Bagaimana beliau bergaul dengan istrinya, bagaiamana bergaul dengan anaknya, dengan para sahabat, dengan para masyarakat di sekitar beliau,
Al-Hal
Al-Hal, (keadaan) baginda Rosulullah SAW mewariskan Hal. Hal adalah kedadan qolbi seseorang kepada Allah SWT. Tawakalnya Rosulullah SAW. Menangisnya Rosulullah SAW. dan inilah yang menjadi warisan para sahabat. Baginda Rosulullah SAW telah mencetak para sahabat sehingga para sahabat mewarisi tiga perkara tersebut. Maka beliau mengatakan ketika para sahabat telah mengambil tiga perkara ini, langsung kepada sayyidina baginda Rosulullah SAW. Kemudian murid-murid beliau para tabi’in ambil. Sehingga sampai pada kita hari ini, itu dengan cara mujalasah dengan mereka, ini bedanya ilmu rosulullah dengan ilmu yang lain. Ilmu rosulullah harus tersampaikan dengan mujalasah, berkumpul langsung, bertemu langsung, dengan para al-Alim al-Ulama. Sehingga dengan kita bertemu dengan mereka, maka kamu akan mendapat tiga perkara: ilmu mereka, amal mereka, dan hal meraka.
Dan ulama terdahulu sudah mengatakan, Jangan mengambil ilmu al-Qur’an dari orang yang hanya bermodal mushaf saja. Dan jangan mengambil ilmu hadis dari orang yang hanya bermodal dari seorang sohafi (yang biasa buat koran/wartawan). Jadi ia mendapat modal untuk berbicara untuk meriwayatkan kepada orang lain, itu bedanya ilmu kenabian dengan ilmu yang lain.
Doa oleh Fadilah al-Syaikh Ahmad bin Muhammad al-Ma’buth al-Jazair al-Dimasqi memasuki acara terakhir dalam kesempatan ini.
Sekaligus pemberian kenang-kenangan untuk al-Fadilah al-Syaikh Abu Mu’iz Abdul al-Hafidz al-Jazair al-Dimasqi. & al-Syaikh Ahmad bin Muhammad al-Ma’buth al-Jazair al-Dimasqi. Penyerahannya langsung oleh Syakhina KH. Mohammad Najih MZ.


