Sambutan Syakhina  KH. Mohammad Najih MZ.

Dalam sambutan beliau menyampaikan; pertama menghaturkan puji syukur kepada Allah SWT, dan sholawat salam kepada baginda kita Muhammad SAW. lalu beliau memberi penghormatan kepada al-Syaikh Abu Mu’iz Abdul al-Hafidz al-Jazair al-Dimasqi yang sekarang tinggal di Austrlia sebagai Mufti Jaliyah di Autralia dan kepada al-Syaikh Ahmad bin Muhammad al-Ma’buth al-Jazair al-Dimasqi.

Beliau khirij dari Damaskus, murid Syekh Romadhon al-Buthi, al-Syekh Nuruddin al-Iter, dan tingkatan mereka berdua adalah al-fadil al-Alim al-Karim al-Ulama al-Ajila. Beliau menceritakan santri pondok pesantren al-Anwar 1 bahasa sehari-hari menggunakan bahasa jawa dan bahasa indonesia, tidak seperti pondok-pondok al-Azhar, tapi beliau bersyukur sebagaian santri ada yang berbahasa arab, ada yang belajar dengan melakukan kursus di internet, dan juga ada juga kursus di pondok lain seperti di Kediri, dan hanya sekadarnya agar mampu berbicara bahasa Arab.

Alhamdulilah, berkat anugrah Allah SWT. ta’lim kalian dalam fan Ushul dengan menggunakan bahasa Arab membuat kita semua senang dan terima kasih banyak semoga Allah SWT. membalasnya dengan sebaik-baik balasan.

Saya di Jawa, dan alhamdulilah ilmu-ilmu yang mengahantarkan kepada kita terkhusus fiqh, nahwu, dan shorof, dan itu sudah terkenal di pondok-pondok ajam, dan hal tersebut juga di kaji seperti di Turki, karena nahwu dan shorof adalah alat untuk mempelajari ilmu-ilmu lain yang berbahasa arab.

Belejar KH. Zubair Dahlan Kepada Para Ulama

Alhamdulilah yang menghantarkan kepada kita al-alim al-fiqh sebab barokah sebagian para masyayikh terdahulu yang belajar kepada al-Syakih Said al-Yamani Mekkah, beliau adalah kekek saya KH. Zubair Dahlan, kekek saya belajar Syarah Minhaj al-Tholibin yakni kitab al-Mahali kepada al-Syakih Said al-Yamani Mekkah (kekek Zaki Yamani).

al-Syakih Said al-Yamani Mekkah faqih dalam mazhab Syafi’i, bergelar Syafi’i Shoghir di Makkah. Memiliki putra al-Syaikh Hasan al-Yamani beliau juga al-Alim al-Faqih. Fasih dalam berbicara, dan mengajar, tidak berbicara kecuali menggunakan kalam yang fasihah, seperti Abuya Sayyid Alawi al-Maliki, beliau tidak berbicara kecuali menggunakan kalam yang lughot fusha. Putra al-Syaikh Hasan al-Yamani adalah wazir di Arab Saudi dekat dengan Malik Faishol.

BACA JUGA :  KEISTIMEWAAN NABI MUHAMMAD DAN SIKAP ULAMA TERHADAPNYA

Kesimpulanya kekek saya (KH Zubair Dahlan) belajar fiqih di Mekkah dan mengajar Fiqh, shorof, di Jawa. Ilmu-ilmu tersebut merupakan anugrah dari Allah SWT, dan beliau juga mengajar Fath al-Wahab, Minhaj al-Tholibin juga Syarah Mahalli,

Belejar KH. Maimoen Zubair Kepada Para Ulama

Ayah saya belajar di Mekkah sekitar setahun lebih, beliau belajar kepada al-Syaikh Yasin bin Isa al-Fadani di Madrasah al-Ulum. Terkadang di Masjidil Haram mengaji Hadis Riyadu al-Sholihin kepada al-Syaikh Amin Qutbi, belajar di Mekkah hanya sebentar akan tetapi mendapat ilmu banyak. Beliau mutholaah kitab tarikh karya Khudori Beik, dan Tarikh Tasyri’ Islami alhamdulilah juga dikaji Madrasah kita ini dan beliau juga mengajarnya di sini.

Yang dikenal di Jawa mencurahkan dalam belajar ilmu Nahwu, I’rab dan Balagoh, dsb. Tetapi di pondok pesantren al-Anwar 1 Sarang lebih dari belajar ilmu Nahwu, tetapi Tarikh dan Hadis juga. Syekh KH. Zubair Dahlan kalau bulan Ramadhan juga mengajar Sohih Bukhori dan Sohih Muslim. Ayah saya juga mengajar Tafsir Jalalain setiap hari Ahad untuk masyarakat umum. Alhamdulilah berkah sambung para ulama Sarang kita dengan ulama Mekkah. Kekek saya juga belajar kepada ulama habib al-Sinqithi, belajar kepada al-Syekh Baqir al-Jogjawi, dan  kepada Syekh Said Yamani dan Syekh Hasan Yamani.

Mushola ini temboknya dibangun oleh Syaikh Zubair Dahlan, dan bagian pondok oleh walidi Syaikh Maimon Zubair. Alhamdulilah tempat yang kita tempati ini adalah barokah dari Syaikh Zubair Dahlan dan Syaikh Maimon Zubair.

Alhamdulilah santri al-Anwar juga mengaji kitab Lubbul Ushul di Madrasah Ghozaliyah dan Muhadloroh, dan sebagian santri juga ada yang mengarang Hasiyah Lubbul Ushul.

1
2
3
4
Artikulli paraprakAJAKAN IMAM TASAWWUF MENGAPLIKASIKAN SYARIAH
Artikulli tjetërDEFINISI HIJRAH DI ZAMAN SEKARANG

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini