kemulian Masjid Nabi

Allah SWT lebih mengunggulkan Masjid nabi Muhammad SAW dari pada Masjid al-Aqso kerena Majid al-Aqso adalah masjidnya para nabi-nabi sedangkan masjidnya Nabi adalah masjidnya nabi Muhammad SAW yang mana nabi Muhammad SAW ikut secara langsung dalam pembangunan, sholat didalamnya, dan dikebumikan di Masjid Nabi, jadi Allah SWT menghubungkan tiga masjid yang mulia ini.

Kemudian Allah SWT menghubungkan nabi Muhammad SAW dan nabi Musa AS tentunya itu sebagai isyarah yang mana Allah SWT memberikan anugrah kepada nabi Muhammad SAW berupa Isro’ Mi’roj, dan menganugrahkan kepada nabi Musa AS berupa kitab Taurat, tapi Allah SWT mengkhususkan kitab Taurot untuk bani Israil sebagai petunjuk saja, sedangkan al-Qur’an sebagai petunjuk untuk manusia tanpa batasan apapun.

Umat Nabi Muhammad Umat Terbaik

Kemudian Allah SWT menghubungkan umat nabi Muhammad SAW dan Bani Israil. Allah SWT lebih memuji umat nabi Muhammad SAW dari pada umat Bani Israil. karena umat nabi Muhammad SAW adalah umat wasathon (umat yang terbaik), sedangkan umat nabi Musa AS dicela oleh Allah SWT karena umat yang suka buat onar, membuat kerusakan, yang mana sifat mereka adalah orang-orang yang arogant, diktator yang melebihi batas, dan inilih hubungan-hubungan yang luar biasa yang harus kita renungi bersama.

Awal-awal surat al-Isra’ diawali dengan lafad Subhana yang artinya suci, jadi nabi Muhammad SAW diperjalankan oleh Allah SWT tak berjalan sendiri, akan tetapi nabi Muhammad SAW diperjalankan oleh Qudroth Allah SWT, bahkan Qudrot Allah SWT mampu untuk meng-Isra Mi’rojkan seluruh isi bumi sekalian apalagi hanya sekedar nabi Muhammad SAW seorang diri.

Allah SWT menggunakan bahasa Asro artinya secara bahasa berjalan pada waktu malam, kenapa ada tambahan lailan? karena kata lailan digunakan untuk menunjukkan betapa cepatnya perjalana Isro Mi’roj dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqso kemudian naik ke atas, itu kalau diukur dengan ukuran manusia itu membutuhkan jutaan tahun cahaya, namun yang terjadi nabi Muhammad SAW mengalami itu hanya dalam beberapa saat saja, jadi kata-kata lailan untuk menunjukkan betapa singkatnya perjalanan nabi Muhammad SAWpada waktu itu)

BACA JUGA :  Suasana Khataman Tafsir Jalalain di Pesantren Mbah Maimoen Zubair

Allah SWT memilih kata al-‘Abdu dalam Isra’ Mi’roj tak memilih kata rosulihi itu untuk menunjukkan makam tertinggi dari Rosulullah SAW adalah makam al-‘Ubudiyyah dan Rosulullah SAW adalah satu-satunya makam tertinggi  dalam ubudiyah dan sekaligus simbol dan satu-satunya yang paling sempurna dalam Ubudiyyah.

 

1
2
3
Artikulli paraprakSEMANGATMU TIDAK AKAN MENEMBUS TAKDIR
Artikulli tjetërISRA’ DAN MI’RAJ NABI MUHAMMAD SAW: MU’JIZAT AGUNG

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini