Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan kepada Allah SWT
Kemerdekaan Indonesia yang telah berlangsung selama 80 tahun merupakan nikmat besar yang patut kita syukuri. Rasa syukur ini bisa kita wujudkan dalam berbagai bentuk, baik secara individu maupun kolektif. Allah SWT berfirman:
لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ
Artinya: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu.” (QS. Ibrahim: 7)
Dalam konteks kemerdekaan, bersyukur berarti mengakui bahwa kemerdekaan ini adalah karunia Allah SWT dan hasil perjuangan para pendahulu yang harus dijaga dan dipertahankan. Bersyukur juga berarti memanfaatkan kemerdekaan ini untuk membangun bangsa yang lebih baik, sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Para ulama juga menekankan pentingnya bersyukur atas nikmat yang Allah SWT berikan. Imam Al-Ghazali dalam kitabnya Ihya’ ‘Ulumuddin menyatakan bahwa rasa syukur harus di wujudkan dalam tiga aspek: dengan hati, lisan, dan perbuatan. Dengan hati, kita mengakui dan menyadari bahwa segala nikmat berasal dari Allah SWT. Dengan lisan, kita memuji Allah SWT dan menyampaikan rasa terima kasih. Dan dengan perbuatan, kita menggunakan nikmat tersebut dalam bentuk ketaatan kepada Allah SWT.
Walhasil, kemerdekaan Indonesia adalah anugerah yang sangat besar. Kita bersyukur dasar negara kita senafas dengan substansi ajaran Islam. Kemerdekaan memang belum kita raih secara tuntas dalam segala bidang. Namun, itulah tugas kita sebagai warga negara yang baik untuk tak hanya mengeluhkan keadaan tapi juga harus turut serta memperbaikinya sebagai bagian dari ekspresi hubbul wathan.
Sumber Rujukan
Abu Hamid al-Ghazali (W. 505 H), Ihyâ’ ‘Ulûmiddîn
Dr. H. Khoirul Huda Basyir, Lc. M.Si, “Mengapa Wajib Mensyukuri Kemerdekaan”
Buletin Dakwah Kaffah Edisi 306 18 Agustus 2023, “Kemerdekaan Yang Sesungguhnya”


