Kyai dan Santri, disebut sebagai pejuang bangsa. Laskar Ulama dan Santri membela Indonesia tidak hanya dengan emosi, tapi dengan ilmu pengetahuan, spiritual dan strategi. Ilmu yang dimiliki Kiai ditularkan pada Santri dengan semangat membela tanah air dengan fatwa jihad yang dikeluarkan oleh KH. Hasyim Asy’ari. Demikian juga spiritual ditanamkan agar para Santri punya daya tahan dan tidak takut dengan penjajah walau dengan senjata seadanya. Sedangkan strategi diatur sebagaimana ketika Rasulullah menghadang musuh-musuhnya.

Melihat kenyataan di atas, sejarah tidak dapat memungkiri besarnya peran dan kontribusi pondok pesantren bersama Kyai dan Santri-Santrinya dalam berbagai kiprahnya, baik pada masa perjuangan maupun pada masa pembangunan bangsa dan negara ini. Masihkah kita meragukan peran dan kontribusi pondok pesantren untuk bangsa dan negara ini? Oleh karena itu, sudah sepatutnya bangsa dan negara ini berperan aktif dalam memperhatikan pengembangan pondok pesantren di Indonesia, termasuk Kyai, Santri, dan alumninya yang tersebar di seluruh pelosok tanah air.

Kesimpulan

Makna Kemerdekaan Di Mata Santri-Sejarah bangsa Indonesia telah mencatat peranan dan kontribusi pesantren yang begitu luar biasa. Baik dalam perjuangan merebut kemerdekaan, mempertahankan kemerdekaan dan pengembangan sumber daya manusia yang beriman dan bertaqwa. Sampai-sampai pesantren menjadi icon perlawanan terhadap penajajah.

Kiprah pesantren bagi bangsa Indonesia tidak pernah berhenti. Jika dulu pesantren telah

menorehkan catatan tinta emas pada negeri dalam mengusir penjajah demi meraih sebuah “kemerdekaan” maka wajib adanya saat ini pesantren harus tetap menjaga dan mempertahankan kedaulatan bangsa.

Namun, seiring berjalannya waktu pondok pesantren mulai tergerus oleh perkembangan zaman, bahkan sebagian orang memandang sebelah mata tentang pondok pesantren. Mereka berpandangan bahwa pendidikan di pondok pesantren sudah tidak relevan dan tidak mampu memberikan kontribusi apa-apa bagi bangsa dan negara, sehingga pondok pesantren selalu dipandang negative oleh sebagian masyarakat. Di tambah lagi banyak kejadian terorisme yang sering menyangkut pautkan dengan kehidupan dan pendidikan dalam pondok pesntren, sehingga menambah citra buruk masyarakat tentang pondok pesantren itu sendiri. Oleh karena itu, pondok pesantren harus melakukan perubahan dan mengembalikan citra pondok pesantren yang selama ini telah hilang. Pondok pesantren harus bisa tampil ke permukaan, dan meyakinkan masyarakat bahwa pesantren bisa dan mampu menorehkan kembali tinta emas bagi bangsa dan negara sebagaimana yang sudah termaktub dalam sejarah kemerdekaan bangsa indonesia.

BACA JUGA :  Kedudukan dan Peran Wanita

Terakhir, dengan adanya tulisan ini Penulis mengharapkan pembaca dapat menghilangkan keraguan mereka tentang kontribusi pondok pesantren terhadap bangsa dan negara, serta menghilangkan pandangan miring terhadap pondok pesantren beserta Kyai, Santri, dan alumni-alumninya.

1
2
Artikulli paraprakMbah Moen “17-08-45, Kode Etik Umat Islam Indonesia”
Artikulli tjetërMembela NKRI Artinya Membela Tauhid

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini