Ngaji Bareng Syaikhina Maimoen Zubair

Atom Dan Cahaya

""

Penanggalan rembulan sangat penting bagi manusia, kususnya umat Islam dalam menjalani ritual agama. Bulan itu sangat berperan sekali, sebab rembulan itu menjadi catatan tersendiri bagi manusia. Orang mau menjalankan ibadah menggunakan penanggalan rembulan, lebih-lebih ibadah haji yang sudah ada nashnya. Allah berfirman:

???³?£?„?ˆ?†?ƒ ?¹?† ?§?„?£?‡?„?© ?‚?„ ?‡?? ?…?ˆ?§?‚???? ?„?„?†?§?³ ?ˆ?§?„?­?¬ ?ˆ?„???³ ?§?„?¨?± ?¨?£?† ???£???ˆ?§ ?§?„?¨???ˆ?? ?…?† ?¸?‡?ˆ?±?‡?§ ?ˆ?„?§?ƒ?† ?§?„?¨?± ?…?† ?§???‚?‰ ?ˆ?£?’???ˆ?§ ?§?„?¨???ˆ?? ?…?† ?£?¨?ˆ?§?¨?‡?§ ?ˆ?§???‚?ˆ?§ ?§?„?„?‡ ?„?¹?„?ƒ?… ?????„?­?ˆ?†

Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: “Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji; dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya, akan tetapi kebajikan itu ialah kebajikan orang yang bertakwa. dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintu-pintunya; dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung. (QS.Al-Baqoroh:189)

Haji merupakan moment besar bagi manusia. Di situ ada sebuah peristiwa yang agung, peristiwa bertemunya Nabi Adam dan Ibu Hawa yang sudah berpisah sangat lama sekali. Keduanya bertemu di Padang Arofah, suatu tempat penghapusan dosa bagi keduanya dan manusia. Dulunya kedua orang tua kita itu telah melanggar larangan Allah ketika masih di surga. Maka dari itu kita sebagai anak cucunya apabila menjalankan haji harus menjadi haji yang mabrur. Kalau mabrur berarti kita telah menjadi manusia yang berbakti kepada keduanya, karena kata mabrur itu bersal dari birrul walidain, membagusi kedua orang tua kita.

Nabi Adam turun ke dunia membawa nafsu. Nafsu itu di zaman modern ini dikenal dengan sebutan atom, sosok benda yang tidak dapat diketahui lewat panca indra (penglihatan, penciuman,pendengaran, pengraba dan perasa). Nafsu itu dzarroh, dan darroh itu barang yang sangat kecil yang berada di punggung laki-laki. Di waktu nafsu di alam ruh, dia di baiat sebuah perjanjian, bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah. Mereka menyaksikan hal itu, bahwa tidak ada tuhan selain Allah. Allah berfirman:

?ˆ?¥?° ?£?®?° ?±?¨?ƒ ?…?† ?¨?†?? ?¢?¯?… ?…?† ?¸?‡?ˆ?±?‡?… ?°?±?????‡?… ?ˆ?£?´?‡?¯?‡?… ?¹?„?‰ ?£?†???³?‡?… ?£?„?³?? ?¨?±?¨?ƒ?… ?‚?§?„?ˆ?§ ?¨?„?‰ ?´?‡?¯?†?§ ?£?† ???‚?ˆ?„?ˆ?§ ???ˆ?…?? ?§?„?‚???§?…?© ?¥?†?§ ?ƒ?†?§ ?¹?† ?‡?°?§ ???§???„???†

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku Ini Tuhanmu?” mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuban kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap Ini (keesaan Tuhan)”,(QS.Al-A’raaf:172)

???§ ?£?????‡?§ ?§?„?†???³ ?§?„?…?·?…?¦?†?© ?§?±?¬?¹?? ?¥???„?‰ ?±?¨?ƒ ?±?§?¶???© ?…?±?¶???©

Hai jiwa yang tenang.Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. (QS.Al-Fajr:172)

Dzaroh itu kadang dimaknai dalam kitab-kitab salaf (makan Jawa) dengan makna Semut Pudak, semut yang sangat kecil. Berbeda dzarroh yang bermakna atom, benda yang tidak dapat ditangkap dengan panca indra. Atom itu sendiri ditemukan oleh orang yahudi pada tahun 1945. Allah berfirman:

???…?† ???¹?…?„ ?…?«?‚?§?„ ?°?±?© ?®???±?§ ???±?‡ ?ˆ?…?† ???¹?…?„ ?…?«?‚?§?„ ?°?±?© ?´?±?§ ???±?‡

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.(QS. Zalzalah: 7-8)

Nafsu yang dibawa seorang Bapak itu tidak ada apa-apanya. dan tidak bisa berperan, namun setelah ada peran seorang Ibu benda itu menjadi sangat berguna dan bermanfaat sekali. Prosesnya, setelah nafsu itu dipancarkan oleh Bapak ke rahim Ibu dengan disertai gaya gesekan tarik menarik, nafsu keluar dengan wujud sperma (sperma itu terdiri dari berjuta-juta sel, dan yang menjadi manusia itu cuma satu sel) maka terjadilah proses percampuran antara nafsu dan nutfah Ibu, yang akhirnya terjadilah pembuahan yang menjadikan sebab terjadinya manusia.

Kejadian ini sungguh luar biasa bagi orang yang mau berfikir di dalamnya. Mengapa nafsu yang tidak ada apa-apanya bisa menjadi sangat bermanfaat setelah dicampurkan. Hal itu menunjukan akan kebesaran Allah yang agung yang menciptakan mahluknya dengan berpasang-pasangan. Nafsu berpasangan dengan sukma. Ayah berpasangan dengan Ibu, laki-laki berpasangan dengan perempuan, maka lahirlah manusia. Allah berfirman:

?³?¨?­?§?† ?§?„?°?? ?®?„?‚ ?§?„?£?²?ˆ?§?¬ ?ƒ?„?‡?§ ?…?…?§ ???†?¨???? ?§?„?’?£?±?¶ ?ˆ?…?† ?£?†???³?‡?… ?ˆ?…?…?§?„?§???¹?„?…?ˆ?†

Maha Suci Tuhan yang Telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.(QS. Yasin :36)

Ilmu pengetahuan di zaman modern terus berkenbang seiring dengan langkah manusia. Orang-orang berlomba untuk menemukan inovasi yang bermanfaat bagi manusia. Orang-orang kafir menukan atom, sebuah rumus yang dimiliki Islam dalam kitab suci Al-Quran padahal orang Islam sendiri itu tidak mengetahui hal itu. Meskipun tidak tahu atom tapi orang Islam mengetahui apa itu dzarrah, suatu benda yang terkecil. Jika orang mau berfikir tentang apa yang ada di dalamnya niscaya orang itu akan menemukan sebuah konsep bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah. Rosulullah saw bersabda:

BACA JUGA :  Resensi Kitab Al-Ulama' Al-Mujaddidun Karya KH. Maimoen Zubair

?…?† ?¹?±?? ?†???³?‡ ???‚?¯ ?¹?±?? ?±?¨?‡

Barang siapa yang mengetahui dirinya. maka dia akan mengetahui tuhannya.

Ketika sperma dipancarkan ke rahim Ibu, seorang Bapak tidak merasakan kapan nafsu itu keluar. Berbeda dengan apa yang terjadi dengan manusia yang paling utama, Nabi Muhammad saw. Setiap orang yang membawa nafsu Rosulullah saw itu merasakan keluarnya nafsu tersebut. Mulai dari Nabi Adam sampai ke punggung Sayyid Abdullah bin Abdul Mutholib hingga dipancarkan ke tubuh Sayyidah Aminah. Inilah keunggulan Rosulullah saw. Memang beliau adalah bersosok manusia, tapi bukan seperti manusia biasa. Beliau adalah manusia yang sangat agung melebihi segala mahluk yang ada di dunia ini.

Sebelum Nabi Muhammad saw diciptakan Allah ke dunia kurang dari 2000 tahun, terlebih dahulu Allah telah mencipatakan Nur Nabi Muhammad saw. Cahaya itu membaca tasbih, mensucikan Allah swt. Dari tasbihnya membuat partisipasi Malaikat untuk ikut bertasbih.

Mengapa cahaya Rosulullah saw membaca tasbih padahal beliau belum diciptakan ke dunia? Hal itu menunjukan cahaya Rosulullah itu hidup. Dan kehidupan itu membutuhkan sebuah makanan dan makanan Nur Rosulullah itu selalu membaca tasbih.

?¹?† ?§?¨?† ?¹?¨?§?³ , ?±?¶?? ?§?„?„?‘???‡ ?¹?†?‡?…?§?Œ ?¹?† ?±?³?ˆ?„ ?§?„?„?‡ ?µ?„?‰ ?§?„?„?‡ ?¹?„???‡ ?ˆ?³?„?… ?£?†?‡ ?‚?§?„ : ?¥?† ?‚?±???´?§ ?ƒ?§?†?? ?†?ˆ?±?§ ?¨???† ???¯???? ?§?„?„?‡??, ?¹?²?‘?? ?ˆ?¬?„ ,?‚?¨?„ ?£?† ???®?„?‚ ?¢?¯?… ?¹?„???‡ ?§?„?³?„?§?… ?¨?£?„???? ?¹?§?…?Œ ???³?¨?­ ?§?„?„?‡ ?°?„?ƒ ?§?„?†?‘???ˆ?± ?ˆ???³?¨?­ ?§?„?…?„?§???¦?ƒ?© ?¨???³?¨???­?‡?Œ ???„?…?§ ?®?„?‚ ?§?„?„?‘???‡?? ?¢?¯?… ?£?ˆ?¯?¹ ?°?„?ƒ ?§?„?†?‘???ˆ?± ???? ?·???†???‡ ?Œ ???‚?§?„ ?±?³?ˆ?„ ?§?„?„?‡ ?µ?„?‰ ?§?„?„?‡ ?¹???„???‡ ?ˆ?³?„?… : ???£???‡?¨?·?†?? ?§?„?„?‡ ?¹?² ?ˆ?¬?„ ?¥?„?‰ ?§?„?£?±?¶ ???? ?¸?‡?± ?¢?¯?… ?Œ ?ˆ?­?…?„?†???? ???? ?§?„?³?????†?© ???? ?µ?„?¨ ?†?ˆ?­ ?Œ ?ˆ?¬?¹?„?†???? ?????? ?µ?„?¨ ?§?„?®?„???„ ?¥???¨?±?§?‡???… ?­???† ???‚?°?? ?¨?‡ ???? ?§?„?†?§?± ?Œ ?ˆ?„?… ???²?„ ?§?„?„?‡ ?¹?² ?ˆ?¬?„ ???†?‚?„?†?? ?…?† ?£?„?£?µ?„?§?¨ ?§?„?·?§?‡?±?© ?¥???„?‰ ?§?„?£?±?­?§?… ?§?„?²?ƒ???© ?§?„???§?®?±?© ?Œ ?­???‰ ?£?®?±?¬?†?? ?§?„?„?‡ ?…?† ?¨???† ?£?¨?ˆ???Œ ?ˆ?‡?…?§ ?„?…?’ ???„???‚???§?¹?„?‰ ?³???§?­ ?‚?·.

Dari Ibnu Abbas mengungkapkan bahwa Rosulullah saw bersabda “Sesungguhnya orang Quraisy itu mempunyai cahaya di sisi Allah sebelum diciptakannya Nabi Adam lebih dahulu 2000 tahun. Cahaya itu bertasbih kepada Allah.. Lalu malaikat ikut bertasbih karena tasbihnya. Ketika Allah menciptakan Nabi Adam, Allah menaruh cahaya itu pada tanah yang akan dibuat Nabi Adam. Rosulullah saw bersabda ” Lalu Allah menurunkan diriku di bumi di punggungnya Nabi Adam. Dan kemudian Allah membawaku di perahunya Nabi Nuh tepatnya di punggungnya Nabi Nuh. lulu Allah menjadikanku di punggungnya Nabi Ibrohim ketika ia di buang ke dalam api. Allah selalu memindahkanku dari tulang punggung yang suci hingga ke rahim yang suci yang agung. Yang pada akhirnya Allah mengeluarkanku lewat kedua orang tuaku yang tidak pernah melakukan perzinaan sama sekali.

Pokok kehidupan itu membaca tasbih, lebih-lebih di akhir zaman ini. Sumber-sumber alam kian-kian hari kian habis. Mobil-mobil setiap hari menguras bensin dengan berjuata-juta barel. Begitu juga alat transformasi yang lainnya yang membutuhkan minyak bumi sebagai bahan bakarnya. Berbeda dengan tasbih, meskipun dikuras berjuta-juta orang bahkan bermiliaran dengan cara membacanya. Hal itu tidak akan bisa menghabiskan tasbih, justru menjadi lebih bermanfaat.

 

Cahaya Rosulullah saw bertasbih begitu lama, akhirnya Allah menciptakn tanah yang akan dibuat Nabi Adam. Cahaya itu ditaruh di tanah tadi. Kemudian Allah menciptakan Nabi Adam yang membawa cahaya Rosulullah saw. Ketika cahaya itu sudah di punggung Sayyid Abdullah, kemudian beliau memancarkannya ke rahim Sayyidah Aminah pada tanggal 10 Rojab. Maka dari itu umat Islam disunnahkan untuk berpuasa pada tanggal ini sebagai penghormatan atas lahirnya Rosulullah saw ke rahim Ibunya. Adapun tanggal dimasukkan ruh Rosulullah ke rahim Ibunda Aminah itu pada tanggal 10 Muharrom. Maka di hari ini juga disunnahkan untuk berpuasa.

Setelah Rosulullah saw lahir cahanya tidak dapat diwarisi lagi sebagaimana yang terjadi sebelum beliau lahir ke dunia. Hal ini terjadi karena Rosulullah saw tidak mempuyai keturanan laki-laki yang mewarisi nafsu beliau. Putra beliau wafat sejak kecil. Yang hidup cuma perempuan. Keturunan beliau itu namanya dzurriyah yang kebanyakan bernasab dengan Sayyidah Fatimah dan Sayyidah Zainab.

Sarang, 18 Desember 2010

Amirul Ulum

Catatan: Artikel ini diambil dari ceramah Syaikhina Maimoen Zubair pada saat acara Rojabiyah 2009

 

 

 

 

 

Artikulli paraprakHermeneutika dan Infiltrasi Kristen
Artikulli tjetërAlhamdulillah, aku sekarang ISLAM (mualaf)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini