Peristiwa Isra’ dan Mi‘raj nabi Muhamamad SAW
Sebelum hijrah, Allah SWT memuliakan Nabi Muhammad ﷺ dengan peristiwa Isra’ dan Mi‘raj. Adapun Isra’ adalah perjalanan beliau pada malam hari menuju Baitul Maqdis di Iliyā’ (Yerusalem) dan kembali pada malam itu juga. Sedangkan Mi‘raj adalah kenaikan beliau ke alam yang tinggi (langit).
Mayoritas ulama Ahlus Sunnah berpendapat bahwa peristiwa tersebut terjadi dengan jasad beliau yang mulia. Adapun ‘Aisyah رضي الله عنها mengingkari bahwa Rasulullah ﷺ melihat Rabb-nya, dan beliau berkata: “Barang siapa mengatakan bahwa Muhammad melihat Rabb-nya, maka sungguh ia telah melakukan kedustaan besar atas nama Allah SWT.”
Peristiwa Isra’ disebutkan di dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman pada awal Surah Al-Isra’:
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
“Mahasuci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”
Adapun Mi‘raj, disebutkan dalam hadis-hadis sahih, di antaranya riwayat al-Bukhari dan Muslim, sebagaimana dinukil (diambil) oleh Qadhi ‘Iyadh dalam Asy-Syifā’, dari Anas bin Malik رضي الله عنه. Rasulullah ﷺ bersabda:
Beliau didatangkan Buraq, seekor tunggangan yang lebih besar dari keledai dan lebih kecil dari bigal, dengan langkah sejauh pandangan mata. Nabi ﷺ menungganginya hingga sampai di Baitul Maqdis, lalu mengikatnya pada tempat para nabi biasa mengikat tunggangan. Beliau masuk ke masjid dan melaksanakan salat dua rakaat.
Setelah itu, Jibril datang membawa dua bejana, satu berisi khamar dan satu berisi susu. Rasulullah ﷺ memilih susu, lalu Jibril berkata, “Engkau telah memilih fitrah.”
KENAIKAN MENEMBUS TUJUH LANGIT
“Kemudian kami dinaikkan ke langit. Jibril meminta dibukakan pintu. Ditanya: ‘Siapa engkau?’ Ia menjawab: ‘Jibril.’ Ditanya: ‘Siapa yang bersamamu?’ Ia menjawab: ‘Muhammad.’ Ditanya: ‘Apakah ia telah diutus?’ Ia menjawab: ‘Ya.’ Maka dibukakan pintu, dan ternyata aku bertemu Adam. Ia menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan.”
“Kemudian kami dinaikkan ke langit kedua… dan aku bertemu Yahya dan ‘Isa bin Maryam, keduanya menyambut dan mendoakanku dengan kebaikan.”
“Kemudian kami dinaikkan ke langit ketiga… dan aku bertemu Yusuf, yang telah dianugerahi setengah dari ketampanan. Ia menyambut dan mendoakanku dengan kebaikan.”
“Kemudian kami dinaikkan ke langit keempat… dan aku bertemu Idris, ia menyambut dan mendoakanku dengan kebaikan.” Allah berfirman dalam Surah Maryam: ‘Dan Kami telah mengangkatnya ke tempat yang tinggi.’
“Kemudian kami dinaikkan ke langit kelima… dan aku bertemu Harun, ia menyambut dan mendoakanku dengan kebaikan.”
“Kemudian kami dinaikkan ke langit keenam… dan aku bertemu Musa, ia menyambut dan mendoakanku dengan kebaikan.”
“Kemudian kami dinaikkan ke langit ketujuh… dan aku bertemu Ibrahim, yang bersandar punggungnya pada Baitul Ma‘mur, yang setiap hari dimasuki oleh 70000 malaikat yang tidak kembali lagi kepadanya.”


