SIDRATUL MUNTAHA dan HADIAH SHOLAT

“Kemudian aku dibawa ke Sidratul Muntaha. Daun-daunnya seperti telinga gajah dan buah-buahnya seperti kendi besar. Ketika Sidrah itu diliputi oleh perintah Rabb-ku, maka berubah keadaannya. Tidak ada seorang pun dari makhluk Allah SWT yang mampu menggambarkan keindahannya. Lalu Allah SWT mewahyukan kepadaku apa yang Dia wahyukan, dan Dia mewajibkan atas diriku dan atas umatku lima puluh salat dalam sehari semalam.”

“Aku pun turun menemui Musa. Ia bertanya: ‘Apa yang diwajibkan Rabb-mu atas umatmu?’ Aku menjawab: ‘Lima puluh salat.’ Ia berkata: ‘Kembalilah kepada Rabb-mu dan mintalah keringanan, karena umatmu tidak akan mampu.’ Maka aku kembali kepada Rabb-ku dan Dia mengurangi dariku lima salat.”

“Aku terus bolak-balik antara Rabb-ku dan Musa hingga Allah SWT berfirman:
‘Wahai Muhammad, sesungguhnya itu lima salat setiap hari dan malam. Setiap salat bernilai sepuluh, maka itu menjadi lima puluh. Barang siapa berniat melakukan kebaikan namun tidak melakukannya, dicatat baginya satu kebaikan. Jika ia melakukannya, dicatat sepuluh. Barang siapa berniat melakukan keburukan lalu tidak melakukannya, tidak dicatat apa pun. Jika ia melakukannya, dicatat satu keburukan.’”

“Aku pun turun hingga bertemu Musa dan mengabarkannya. Ia berkata: ‘Kembalilah kepada Rabb-mu dan mintalah keringanan.’ Aku menjawab: ‘Aku telah bolak-balik kepada Rabb-ku hingga aku merasa malu kepada-Nya.’”

Setelah itu Rasulullah ﷺ kembali pada malam itu juga.
Ketika pagi tiba dan beliau mendatangi perkumpulan Quraisy, Abu Jahl bin Hisyam datang dan Rasulullah ﷺ menceritakan kepadanya apa yang telah terjadi. Abu Jahl berkata: “Wahai Bani Ka‘ab bin Lu’ayy, kemarilah!” Maka berkumpullah orang-orang kafir Quraisy.

UJIAN KEBENARAN DAN GELAR ASH-SHIDDIQ

Rasulullah ﷺ pun mengabarkan peristiwa tersebut. Mereka ada yang bertepuk tangan, ada pula yang meletakkan tangan di kepala karena heran dan mengingkari. Sebagian orang yang sebelumnya beriman namun lemah imannya menjadi murtad.

BACA JUGA :  Khutbah Rasulullah Menyambut Ramadan

Beberapa orang mendatangi Abu Bakar, lalu berkata: “Sesungguhnya sahabatmu mengatakan bahwa ia diperjalankan ke Baitul Maqdis dan kembali dalam satu malam.” Abu Bakar berkata: “Jika ia mengatakan hal itu, maka sungguh ia benar.” Mereka berkata: “Apakah engkau membenarkannya?” Abu Bakar menjawab: “Aku membenarkannya dalam perkara yang lebih jauh dari itu.” Maka sejak hari itu ia dinamakan Ash-Shiddiq.

Orang-orang kafir pun menguji Rasulullah ﷺ dengan menanyakan ciri-ciri Baitul Maqdis, sementara di antara mereka ada yang pernah melihatnya. Padahal Rasulullah ﷺ belum pernah melihatnya sebelumnya. Maka Allah SWT menampakkannya kepada beliau, lalu beliau menjelaskannya satu demi satu dengan tepat. Mereka berkata: “Adapun sifatnya, memang benar.”

Kemudian beliau mengabarkan tentang kafilah dagang mereka yang datang dari Syam, menyebutkan jumlah unta dan keadaannya, serta waktu kedatangannya. Ternyata semuanya terjadi persis sebagaimana yang beliau katakan. Namun hal itu tidak menambah mereka kecuali kesombongan dan penentangan, hingga mereka berkata: “Ini hanyalah sihir yang nyata.”

TATA CARA SHALAT

Pada pagi hari setelah malam Isra’, malaikat Jibril datang mengajarkan tata cara salat dan waktu-waktunya kepada Rasulullah ﷺ:

  • Dua rakaat saat terbit fajar,
  • Empat rakaat ketika matahari tergelincir,
  • Empat rakaat ketika bayangan benda sama panjang,
  • Tiga rakaat ketika matahari terbenam,
  • Empat rakaat ketika hilang cahaya merah di ufuk.

Sebelum diwajibkannya salat lima waktu, Rasulullah ﷺ biasa salat dua rakaat di pagi hari dan dua rakaat di sore hari, sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim عليه السلام.

Sumber :  Muhammad bin ‘Afifi al-Bajuri, dikenal dengan Syekh al-Khudhari (w. 1345 H),  Nurul Yaqin fi Sirati Sayyidil Mursalin (Dar al-Fayh: Damaskus, 1425 H), 280 halaman

1
2
Artikulli paraprakTingkatan Keutamaan Ibadah Sunnah dalam Perspektif Ulama
Artikulli tjetërPP Al-Anwar Sarang Gelar Haflah Ikhtitam Al-Qur’an dan Peringatan Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini