Tingkatan Keutamaan Ibadah Sunnah dalam Perspektif Ulama

Diriwayatkan dari Abdullah bin Hassan al-Qabil, ia berkata: “Dua belas orang sahabat Rasulullah ﷺ berkumpul dan bersepakat bahwa ibadah yang paling utama adalah membaca Al-Qur’an dengan melihat mushaf.”

Asad bin Wada‘ah berkata: “Tidak ada ibadah yang lebih berat bagi setan selain membaca Al-Qur’an dengan melihat mushaf.” Waki‘ meriwayatkan dari Sufyan ats-Tsauri: “Kami mendengar bahwa membaca Al-Qur’an dalam shalat lebih utama daripada di luar shalat. Membaca Al-Qur’an lebih utama daripada dzikir, dzikir lebih utama daripada sedekah, sedekah lebih utama daripada puasa, dan membaca Al-Qur’an dengan mushaf lebih utama daripada dari hafalan, karena membaca tanpa mushaf lebih dekat kepada riya’.”

Riwayat-riwayat ini disebutkan oleh Ibnu Waddhah, sebagaimana dikutip dalam Syarh Shahih al-Bukhari karya Ibnu Baththal (jilid 10 hlm. 217).

Ibadah-ibadah sunnah memiliki tingkatan keutamaan yang berbeda-beda.
Dalam sedekah, yang paling utama adalah sedekah dari kelebihan harta.
Dalam puasa, yang paling utama adalah puasa Nabi Dawud.
Dalam shalat, yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam (qiyamul lail).
Dalam setiap jenis ibadah, sebagian bentuknya lebih utama daripada yang lain.

(Syarh al-Arba‘in an-Nawawiyyah, Bab Ibadah, jilid 2 hlm. 33)

BACA JUGA :  Tahun Baru
1
2
Artikulli paraprakAWAL TAHUN MASEHI: OKTOBER, BUKAN JANUARI
Artikulli tjetërPeristiwa Isra’ dan Mi‘raj nabi Muhamamad SAW

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini