Sejarah Asal-usul Perayaan Natal pada Tanggal 25 Desember: Perspektif Kritik dan Pemahaman Ilmiah

Perayaan Natal pada tanggal 25 Desember telah menjadi suatu tradisi yang mendalam dan berakar dalam budaya dunia. Namun, seiring dengan berbagai pandangan dan interpretasi, kita perlu melihatnya dengan mata objektif dan memahami sejarahnya. Dalam pandangan Pastor Herbert W. Armstrong, yang ia kemukakan dalam karya “The Plain Truth About Christmas,” terdapat kritikan dan penafsiran yang mengajak kita untuk mencermati mengulik ulang sejarah.

Latar Belakang Historis

Natal pada tanggal 25 Desember memiliki akar yang kompleks, dan pandangan historis menyajikan gambaran yang beragam. Meskipun sering teridentifikasi sebagai hari kelahiran Yesus Kristus, sejarahnya sebenarnya melibatkan tradisi-tradisi pranatal yang ada sebelum era Kristen. Perayaan Yule di Skandinavia dan Saturnalia di Roma adalah beberapa di antaranya, yang semuanya dirayakan di sekitar waktu solstis musim dingin.

Perspektif Pastor Herbert W. Armstrong

Pastor Herbert W. Armstrong, dalam “The Plain Truth About Christmas,” menyoroti kritiknya terhadap perayaan Natal pada tanggal 25 Desember. Ia berpendapat bahwa tanggal tersebut sebenarnya terkait dengan tradisi-tradisi pagan, dan tidaklah sesuai dengan tanggal kelahiran sebenarnya Yesus Kristus. Armstrong menegaskan perlunya kembali ke akar-akar Kristiani yang murni, mempertanyakan apakah perayaan ini sejalan dengan ajaran Alkitab.

BACA JUGA :  Berkarya, Jalan Menuju Surga dan Neraka
1
2
3
Artikulli paraprakYesus (Isa a.s.) dan Hari Natal
Artikulli tjetërHaram Mengucapkan Selamat Natal

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini