Berlanjut kesusunan acara yang keempat yakni Permbacaan Maulid yang dipimpin oleh Habib Anis bin Idrus Syahab. Sebelum membacakan maulid, sejenak beliau berharap agar bacaan maulid kali ini menjadi perantara keberkahan para santri dalam rizqi dan ilmunya. Beliau juga berdoa agar Syaikhina Muhammad Najih Maimoen, dan Syaikhina Abdurrouf Maimoen serta seluruh Dzuriyyah Syaikhina Maimoen Zubair diberi umur yang panjang agar dapat terus membimbing santri-santrinya. Tak lupa juga beliau berharap agar gedung NH Baru ini dapat memberikan barokah dan manfaat kepada segenap santri Pondok Pesantren Al-Anwar.
Setelah satu setengah jam lebih lantunan sholawat bergema, puncak acara malam ini pun tiba, yakni Mauidzotul Hasanah dan doa dari Syaikhina Muhammad Najih Maimoen yang dilanjutkan dengan Pembacaan Qosoid.
Dalam mauidzohnya, beliau bercerita bahwa dulu sebelum dibangun, gedung NH ini banyak yang kropos dan Al-Anwar dulu belum banyak santrinya. Namun karena jumlah santri semakin banyak akhirnya pondok Al-Anwar sudah bisa merenovasi gedung NH ini dengan mandiri dengan bantuan HIMMA tanpa perlu meminta proposal keluar. Dan ini juga murni anugrah dari Allah yang diberikan kepada kita.
Beliau juga memberi pesan yang harus diingat oleh para santri, yaitu: “Ilmu yang bermanfaat iku yo ilmu agomo iku”. Lalu beliau melanjutkan dengan pertanyaan yang sering terbersit di pikiran kita: “Kenapa ilmu agama itu terkesan sangar dan menakutkan?”
Beliau menjawab, karena hal tersebut berawal dari fiqh yang tidak dibarengi dengan ilmu lain. Apalagi fiqh membuat orang was-was dan membuat orang berlari dari hukum islam, yaitu fiqh yang tidak dibarengi dengan Tafsir, Hadits, Siroh Nabawiyyah, Aqidah dan Tauhid.


