Di tengah-tengah mauidzoh yang beliau sampaikan, beliau berpesan: “Muridnya Mbah Moen harus hafal 2 ayat yang sering disampaikan Mbah Moen, yakni ayat:
وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۗ كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ
“Tidak satu pun hewan yang bergerak di atas bumi melainkan dijamin rezekinya oleh Allah. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya.350) Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauhulmahfuz).” (Q.S. Hūd :6)
Dan ayat:
وَمَا كَأَيِّنْ مِنْ دَابَّةٍ لَا تَحْمِلُ رِزْقَهَا اللَّهُ يَرْزُقُهَا وَإِيَّاكُمْ ۚ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
“Dan berapa banyak makhluk bergerak yang bernyawa yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu. Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” ( Q.S. Al-Ankabut :60)
Ayat tersebut harus dipegang teguh oleh semua santri agar yakin, bahwa rizki mereka telah ditanggung oleh Allah Subahanahu wata’ala.
Acara kemudian ditutup dengan doa dari beliau Syaikhina Muhammad Najih Maimoen. Disusul dengan Dzikir Jalalah dari Habib Anis bin Idrus Syahab. Lalu ditutup dengan doa dari Syaikhina Abdurrouf Maimoen.


