- Rasulullah menikahkan Sayyidah Fatimah dengan Ali bin Abi Thalib pada bulan ini
وَزَوَّجَ الزَّهْرَاءَ فِيْهِ فَرِحَا …
“Rasulullah menikahkan az-Zahra (Siti Fatimah) di bulan Shafar dengan senang…”
Sebagian masyarakat Indonesia tidak berani menggelar pernikahan di bulan Shafar. Alasannya, Shafar dianggap membawa pada nasib buruk atau kesialan. Pandangan ini seolah turun-temurun diwarisi dari generasi ke generasi. Namun anggapan itu ditepis dengan dua hal di atas yang dipraktekkan Rasulullah SAW.
- Hijrahnya Rasulullah dari Makkah ke Madinah juga terjadi di bulan Shafar.
وَهِجْرَةُ الرَّسُوْلِ فِيْمَا ذَكَرُوا # بِآخِرِ الْأَيَّامِ فِي غَارِ الْحَجَرْ
“Hijrahnya Rasulullah pada akhir bulan Shafar di goa al-Hajar sebagaimana para ulama sebutkan.”
- Perang pertama dalam Islam, yaitu perang Abwa
وَغَزْوَةُ الْأَبْوَاءِ فِيْهِ صَدَرَتْ …
“Perang Abwa di bulan Shafar yang terjadi di permulaan.”
Alangkah baiknya sebagai umat Islam kita mengetahui peristiwa-peristiwa penting yang pernah terjadi. Syukur dapat membuka kembali kitab-kitab sejarah, supaya kita dapat mengambil pelajaran dari orang-orang terbaik sebelum kita.
Dengan hadits dan mandzumah di atas, rasanya sudah sangat amat terang, bahwa kesialan pada Shafar hanyalah mitos. Bulan Shafar itu sama dengan bulan-bulan lainnya. Tidak memiliki pengaruh terhadap ketetapan takdir Allah.
Wajib bagi muslimin menjauhkan dan menjaga diri dari keyakinan-keyakinan batil mengenai bulan Shafar. Kaum muslimin wajib bertawakal hanya kepada Allah dan bersandar kepada-Nya. Di tangan Allah lah segala ketentuan yang terjadi. Tidak ada yang bisa menangkalnya.
Adapun tentang Rebo Wekasan yang dikenal mitos hari paling sial, simak penjelasan lengkapnya di “Rebo Wekasan, Ketahui 6 Hal Ini”
Wallahu a’lam…


