Sarang, PPALANWAR.com – kemarin, Sabtu (16/01) PP. Al-Anwar kedatangan tamu agung, seorang syaikh sekaligus Habib dari Hadramaut, yakni Al-Habib Abdurrahman bin Husain Al-Habsyi, beliau adalah salah seorang murid generasi ke-3 dari Asy-Syaikh Al-Habib Umar bin Hafidz, pendiri ribath Darul Musthofa di Tarim, Hadramaut, Yaman.

Acara penyambutan sekaligus Dauroh Ilmiyyah (Kajian Ilmiah) kitab Ar-Risalah Al-Jami’ah wa At-Tadzkiroh An-Nafi’ah karangan As-Sayyid Ahmad bin Zayn Al-Habsyi oleh beliau dilakukan di Musholla Darul Iman, PP. Al-Anwar; acara ini diikuti oleh seluruh mahasantri Ma’had Aly Iqna’ Tholibin PP. Al-Anwar,  acara berlangsung pukul 20.30 WIB, dimulai dengan pembukaan serta pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan pembacaan kitab Ar-Risalah Al-Jami’ah wa At-Tadzkiroh An-Nafi’ah oleh salah satu mahasantri, dilanjutkan dengan ijazah sanad kitab serta penjelasan dari beliau Al-Habib Abdurrahman bin Husain Al-Habsyi.

Pertama-tama beliau menjelaskan keutamaan kitab ini, beliau menerangkan bahwa para ulama’ salaf pernah bermimpi bahwasanya besok, pada saat masa Imam Mahdi memimpin, beliau akan menerangkan permasalahan agama menggunakan kitab ini, dan sekarang tanda-tanda akan hal tersebut sudah nampak, yakni salah satunya kitab ini saat ini diajarkan di Masjidil Aqsho.

Beliau juga menerangkan keutamaan dan semangat para ulama’ terdahulu dalam menuntut ilmu agama, salah satunya adalah keutamaan pengarang kitab ini, As-Sayyid Ahmad bin Zayn Al-Habsyi; beliau adalah murid dari As-Sayyid Abdullah bin Alwi Al-Haddad, pencetus wirid Rotib Al-Haddad; setiap harinya As-Sayyid Ahmad ketika akan menuntut ilmu kepada sang guru terlebih dahulu harus menempuh jarak kurang lebih 50 km, namun walaupun begitu, beliau tetap bersemangat dan tidak pernah absen sama sekali.

Terakhir Al-Habib Abdurrohman berpesan kepada para mahasantri agar selalu bersemangat dalam menuntut ilmu, bertolak dari cerita para ulama’ terdahulu dengan berbagai minimnya fasilitas, namun tetap bersemangat dalam menuntut ilmu; maka kita seharusnya dengan berbagai kemudahan sekarang – jarak antara pondok dan madrasah, rumah dan sekolah sangatlah dekat – harus mampu lebih bersemangat lagi.

BACA JUGA :  FENOMENA PEMBATASAN KUOTA HAJI

Kemudian acara dilanjutkan dengan sedikit kata sambutan dan terima kasih atasnama Shohibul Bait beserta PP. Al-Anwar yang disampaikan oleh beliau Syaikhuna KH. Muhammad Najih Maimoen.

Kemudian, pada pagi hari Ahad tadi (17/01) pukul 08.30 WIB, Juga diadakan Dauroh Ilmiyyah jalsah (sesi) ke-2, namun acara tersebut bertempat di Musholla Mathla’ul Anwar; acara pagi tadi diikuti oleh para santri yang masih berjenjang Muhadloroh ataupun MGS (selain Mahasantri), dalam acara tersebut sambutan atasnama Shohibul Bait disampaikan oleh beliau Syaikhuna KH. Muhammad Idror Maimoen.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan Ilqoul Mawai’dz oleh Al-Habib Abdurrahman; dalam kesempatan ini, beliau menjelaskan tentang keutamaan para penuntut ilmu agama, yakni di antaranya adalah bahwa para malaikat selalu mendo’akan mereka, dan rela meletakkan sayap-sayapnya di bawah para penuntut ilmu; juga orang yang meninggal dalam keadaan menuntut ilmu agama dengan niat yang benar, akan dianggap sebagai orang yang mati Syahid, yakni ia di akhirat nanti akan dikumpulkan bersama dengan para Syuhada’ yang gugur di medan perang membela agama Allah SWT

"" "" ""

"" "" ""

 

Artikulli paraprakWarung Wifi dan Anak Kecil
Artikulli tjetërTanda-Tanda Matinya Hati

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini